Pesawat Kargo Amazon Tergelincir dari Runway Bandara Miami, 5 Tewas

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
 Pesawat Kargo Amazon Tergelincir dari Runway Bandara Miami, 5 Tewas

Ilustrasi pesawat jatuh. (ANTARA News/Insan Mubarak) (1)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEDIKITNYA lima orang tewas dan lima lainnya terluka setelah pesawat kargo Amazon tergelincir keluar dari landasan pacu di Bandara Internasional Miami, Amerika Serikat, pada Minggu (6/9). Pesawat tersebut menabrak sejumlah kendaraan lalu terbakar.

Pesawat keluar dari ujung landasan pada Minggu sekitar pukul 14.00 waktu setempat setelah tiba dari San Juan, Puerto Rico. Pesawat kemudian melaju melintasi jalan yang digunakan para pekerja gudang dan sejumlah bisnis di sekitar bandara.

Pejabat Miami-Dade County mengatakan dalam konferensi pers bahwa lima orang tewas, tiga orang mengalami luka kritis, dan dua lainnya dirawat di rumah sakit dengan luka yang tidak terlalu parah. Pejabat Miami mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan apakah korban tewas berada di dalam pesawat atau merupakan orang-orang yang berada di kendaraan yang ditabrak pesawat.

Kecelakaan tersebut menimbulkan kepulan asap hitam tebal ke langit. Kepala Pemadam Kebakaran Miami-Dade Rescue Ray Jadallah mengatakan pilot dan kopilot sempat terjebak di kokpit, sedangkan sejumlah orang lainnya terjebak di dalam mobil.

Petugas juga harus mengevakuasi seseorang yang terperangkap di bawah sebuah kendaraan.


Baca juga:

19 Orang Tewas dan 164 Terluka Dalam Kecelakaan Pesawat di Ibu Kota Bangladesh


Penyebab Kecelakaan belum Dikuetahui




Sekitar 200 personel darurat dikerahkan ke lokasi. Petugas menemukan pesawat dalam kondisi terbakar hebat dan mengeluarkan asap akibat kebakaran kompleks pada bagian mesin. Petugas pemadam kebakaran menggunakan busa dari unit pemadam khusus bandara untuk memadamkan api. Namun, beberapa jam setelah kecelakaan, petugas masih menangani kebocoran bahan bakar dari pesawat.

Seperti dilansir The Korea Times, berdasar sejumlah gambar yang beredar, Pesawat Prime Air terlihat berhenti di samping sebuah jalan, tidak jauh dari dua truk semi-trailer. Pesawat tampak bertumpu pada bagian bawah badan pesawat dan sebagian besar strukturnya masih utuh meskipun terbakar.

Penyebab kecelakaan masih belum diketahui. Pihak berwenang juga belum dapat memastikan apakah kondisi cuaca berperan dalam insiden tersebut. Menurut National Weather Service, saat kecelakaan terjadi, kawasan tersebut dilanda badai petir dan embusan angin mencapai 30 mph atau sekitar 48 kilometer per jam.

Situs pelacak penerbangan Flightradar24 menyebut pesawat tersebut dioperasikan 21 Air, maskapai kargo yang berbasis di North Carolina. Pesawat Boeing 767 berusia 32 tahun itu awalnya dibuat untuk mengangkut penumpang dan telah digunakan beberapa maskapai selama lebih dari dua dekade sebelum dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2015. .



NTSB Kirim Tim Investigasi



National Transportation Safety Board (NTSB) mengatakan akan mengirim tim ke Miami untuk menyelidiki kecelakaan tersebut. Tim akan dipimpin langsung oleh Ketua NTSB Jennifer Homendy.

Amazon mengatakan pihaknya akan bekerja sama dalam penyelidikan. “Kami sangat berduka mengetahui lima orang kehilangan nyawa dalam insiden yang terjadi hari ini di Bandara Internasional Miami. Belasungkawa terdalam kami sampaikan kepada keluarga, orang-orang terkasih, dan semua pihak yang terdampak oleh kehilangan yang begitu menyedihkan ini,” kata Amazon dalam sebuah pernyataan.

Pakar keselamatan penerbangan Steve Arroyo mengatakan pesawat kargo 767 seperti yang digunakan Amazon biasanya hanya diawaki pilot dan kopilot untuk penerbangan domestik. Untuk penerbangan internasional, biasanya ditambahkan pilot ketiga, sedangkan penerbangan internasional jarak jauh dapat membutuhkan pilot keempat.

Arroyo, mantan pilot United Airlines yang telah lama berkarier di industri penerbangan, mengatakan salah satu hal yang perlu diketahui dalam penyelidikan yakni apakah pesawat Amazon mendarat di zona touchdown yang ditentukan di landasan.

Jika pesawat mendarat melewati zona tersebut, menurutnya, pilot seharusnya dapat membatalkan pendaratan dan melakukan go-around untuk mencoba mendarat kembali. Biasanya, zona pendaratan berada dalam 3.000 kaki atau sekitar 914 meter pertama dari landasan.

“Apakah pesawat mendarat di zona touchdown yang ditentukan? Jika iya, apa yang terjadi? Apakah terkait dengan cuaca atau masalah mekanis? Jika pesawat memang mendarat melewati zona touchdown, mengapa tidak melakukan go-around? Itu merupakan prosedur yang berlaku di seluruh dunia,” kata Arroyo.



Kejutkan Warga Sekitar



Sementara itu, warga di sekitar lokasi insiden mengaku amat terkejut. Jackson Lee, pemilik toko elektronik di dekat lokasi kecelakaan, mengatakan ia keluar bersama empat rekannya setelah mendengar kejadian tersebut.

Mereka melihat asap membubung di dekat pagar bandara.

“Kami mendengar pesawat lepas landas dan mendarat setiap lima menit. Saya kira saya sudah terbiasa dengan suara itu. Saya tidak pernah menyangka pesawat bisa jatuh sedekat ini dengan kami,” kata Lee.(dwi)

Baca juga:

Laporan Kecelakaan Pesawat Air India: Switch Bahan Bakar Dimatikan Secara Sengaja?

#Amazon #Kecelakaan Pesawat #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Bagikan