Manut Perintah Donald Trump, Apple Maps Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
 Manut Perintah Donald Trump, Apple Maps Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika

Manut Perintah Donald Trump, Apple Maps Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika.(foto: Dok Apple Maps)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — APPLE mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika (Lake America) di aplikasi Maps setelah adanya perintah dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Perintah itu dikeluarkan sebagai bagian dari perselisihan perdagangan antara Washington dan Kanada. Perubahan tersebut dilakukan untuk pengguna yang berada di Amerika Serikat, sedangkan pengguna di Kanada tetap akan melihat nama Danau Ontario.

Seperti dilansir BBC, langkah produsen iPhone tersebut dilakukan seturut Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengubah nama danau itu setelah kegagalan perundingan perdagangan antarkedua negara bertetangga tersebut pada akhir bulan lalu. Washington kemudian memberlakukan tarif baru sebesar 50 persen terhadap barang-barang Kanada senilai USD 20 miliar.

Rival Apple, Google, juga melakukan perubahan serupa bagi penggunanya di Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir. Keputusan tersebut memicu reaksi keras di media sosial.

Kanada merespons kebijakan tarif Washington dengan mengatakan akan memberlakukan tarif balasan dengan nilai yang sama atau ‘dolar demi dolar’.

Pemerintahan Perdana Menteri Mark Carney sebelumnya meninggalkan perundingan perdagangan karena tuntutan Washington yang disebut kantornya tidak dapat diterima. Carney meminta pemerintahan Trump untuk mulai bersikap serius dan berhenti berusaha menunjukkan sikap keras sebelum pembicaraan antarkedua pihak dapat dilanjutkan.

Baca juga:

Perang Dagang dengan Kanada Memanas, Donald Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America


Perintah Khusus dari Trump




Perintah eksekutif Trump memberikan waktu 30 hari kepada Departemen Dalam Negeri AS untuk memperbarui perubahan nama tersebut dalam Geographic Names Information Service (GNIS), basis data resmi mengenai nama-nama tempat di Amerika Serikat.

Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum mengatakan Trump secara khusus meminta Apple mengganti nama Danau Ontario di platform Maps miliknya untuk mematuhi perintah eksekutif yang telah ditandatangani.

Presiden Trump juga mengunggah sejumlah video yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI) di media sosial. Salah satunya memperlihatkan dirinya menendang papan nama Danau Ontario dan menggantinya dengan papan bertuliskan ‘Welcome to Lake America’ atau ‘Selamat Datang di Danau Amerika’.



Bagian dari 5 Danau Besar



Ontario merupakan satu dari lima Danau Besar (Great Lakes), yakni Ontario, Huron, Michigan, dan Erie. Kelima nama tersebut berasal dari kata-kata dalam bahasa masyarakat adat. Danau Ontario merupakan yang terkecil dari lima Great Lakes dan terletak di antara provinsi Ontario di Kanada dan Negara Bagian New York di Amerika Serikat.

Kini, di danau tersebut, Kanada memasang papan nama baru bertuliskan ‘Lake Ontario. Now and Always’ atau ‘Danau Ontario. Sekarang dan Selamanya’.

"Untuk berjaga-jaga jika Presiden Trump atau siapa pun melupakannya, kami memasang papan ini untuk mengingatkan mereka bahwa ini adalah Danau Ontario, sekarang dan selamanya," kata Perdana Menteri Ontario Doug Ford.


Rebutan Nama





Namun, tidak semua penyedia layanan peta mengadopsi nama baru tersebut. MapQuest, layanan pemetaan daring gratis, mengatakan tidak akan mengubahnya dalam sebuah unggahan singkat di Facebook pada Jumat lalu. Platform tersebut bahkan menjadi aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di Canadian Apple App Store pada awal pekan ini.

Pekan lalu, Google mengatakan dalam sebuah unggahan blog bahwa pihaknya telah mengubah nama tersebut di layanan Maps bagi pengguna di Amerika Serikat.

“Aplikasi Maps diperbarui untuk mencerminkan perubahan nama dalam sumber resmi pemerintah, sehingga pengguna di AS akan melihat nama Lake America, sedangkan pengguna di Kanada tetap melihat Lake Ontario,” kata Google.

Google sebelumnya mengambil keputusan serupa pada 2025 dengan mengganti nama Gulf of Mexico atau Teluk Meksiko menjadi Gulf of America (Teluk Amerika) setelah Trump menyatakan teluk tersebut akan disebut demikian. Google kemudian digugat Meksiko karena diduga mengabaikan permintaan negara tersebut untuk tidak mengubah nama teluk bagi pengguna di AS.

Dalam langkah yang serupa, Apple juga telah mengganti nama Gulf of Mexico menjadi Gulf of America pada layanan petanya bagi pengguna di Amerika Serikat.(dwi)

Baca juga:

Google Resmi Ubah Teluk Meksiko Jadi Teluk Amerika, Apple Belum Mengikuti Perintah Trump

#Amerika Serikat #Donald Trump #Kanada
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - 42 menit lalu
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Penyair Kanada Anne Carson Raih Hadiah Nobel Sastra, Menghadirkan Karya Sastra yang Berani dan Inovatif
Carson, 76 tahun, dikenal luas lewat karya-karyanya yang kerap melintasi batas antara puisi, fiksi, dan akademisi.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
  Penyair Kanada Anne Carson Raih Hadiah Nobel Sastra, Menghadirkan Karya Sastra yang Berani dan Inovatif
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Bagikan