Merahputih.com - Amerika Serikat mengungkap dugaan operasi peretasan yang dikaitkan dengan China.
Serangan siber tersebut disebut menyasar sejumlah lembaga pemerintah dan jaringan sensitif di AS, termasuk NASA, Federal Reserve (The Fed), Departemen Kehakiman (DOJ), hingga Senat AS.
Seperti dikabarkan Reuters, Departemen Kehakiman AS mengklaim telah mengganggu operasi tersebut dengan menyita sejumlah domain yang digunakan dua platform peretasan, yakni QScan dan QTRouter.
Baca juga:
Gucci, Balenciaga, dan Alexander McQueen Diretas, Hacker Sandera Data Pribadi Pelanggan
Kedua platform itu diduga menjadi bagian dari kampanye siber yang digunakan untuk menargetkan berbagai jaringan di Amerika Serikat.
Berdasarkan DOJ, korban lainnya mencakup Departemen Energi AS, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, National Institutes of Health (NIH), serta empat perusahaan yang tidak disebutkan identitasnya di AS dan Korea Selatan.
Dikaitkan dengan Perusahaan China
DOJ menyebut QScan dan QTRouter dioperasikan oleh perusahaan berbasis China, Nanjing Xinjiuwei Network Technology Company.
Perusahaan tersebut disebut memiliki klien yang mencakup Ministry of State Security (MSS), badan intelijen sipil China, serta People's Liberation Army (PLA) atau militer China.
Baca juga:
Jungkook BTS Ditarget Peretas, Incar Aset Senilai Rp 448 Miliar
Pemerintah China selama ini secara konsisten membantah tuduhan yang mengaitkan negaranya dengan aktivitas peretasan.
Operasi Disebut Berlangsung Sejak 2018
Infrastruktur komputer yang dikaitkan dengan kelompok itu disebut telah digunakan untuk membobol infrastruktur penting dan jaringan sensitif di Amerika Serikat serta sejumlah negara lain sejak 2018.
Baca juga:
Belajar dari Kontroversi Kim Soo-hyun, Kejahatan Siber Berbasis AI Nyata Bahayanya
Dugaan aktivitas siber yang berlangsung dalam jangka panjang dan menyasar berbagai sektor strategis.
Para pakar yang memantau aktivitas siber China mengatakan perusahaan kontraktor swasta semakin banyak terlibat dalam operasi intrusi tingkat tinggi atas nama berbagai lembaga pemerintah China.