Hacker China Serang Jaringan Sensitif AS, NASA, The Fed, hingga Senat Jadi Target

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Kamis, 27 Agustus 2026
Hacker China Serang Jaringan Sensitif AS, NASA, The Fed, hingga Senat Jadi Target

Ilustrasi. (Unsplash/Clint Patterson)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Amerika Serikat mengungkap dugaan operasi peretasan yang dikaitkan dengan China.

Serangan siber tersebut disebut menyasar sejumlah lembaga pemerintah dan jaringan sensitif di AS, termasuk NASA, Federal Reserve (The Fed), Departemen Kehakiman (DOJ), hingga Senat AS.

Seperti dikabarkan Reuters, Departemen Kehakiman AS mengklaim telah mengganggu operasi tersebut dengan menyita sejumlah domain yang digunakan dua platform peretasan, yakni QScan dan QTRouter.

Baca juga:

Gucci, Balenciaga, dan Alexander McQueen Diretas, Hacker Sandera Data Pribadi Pelanggan

Kedua platform itu diduga menjadi bagian dari kampanye siber yang digunakan untuk menargetkan berbagai jaringan di Amerika Serikat.

Berdasarkan DOJ, korban lainnya mencakup Departemen Energi AS, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, National Institutes of Health (NIH), serta empat perusahaan yang tidak disebutkan identitasnya di AS dan Korea Selatan.

Dikaitkan dengan Perusahaan China

DOJ menyebut QScan dan QTRouter dioperasikan oleh perusahaan berbasis China, Nanjing Xinjiuwei Network Technology Company.

Perusahaan tersebut disebut memiliki klien yang mencakup Ministry of State Security (MSS), badan intelijen sipil China, serta People's Liberation Army (PLA) atau militer China.

Baca juga:

Jungkook BTS Ditarget Peretas, Incar Aset Senilai Rp 448 Miliar

Pemerintah China selama ini secara konsisten membantah tuduhan yang mengaitkan negaranya dengan aktivitas peretasan.

Operasi Disebut Berlangsung Sejak 2018

Infrastruktur komputer yang dikaitkan dengan kelompok itu disebut telah digunakan untuk membobol infrastruktur penting dan jaringan sensitif di Amerika Serikat serta sejumlah negara lain sejak 2018.

Baca juga:

Belajar dari Kontroversi Kim Soo-hyun, Kejahatan Siber Berbasis AI Nyata Bahayanya

Dugaan aktivitas siber yang berlangsung dalam jangka panjang dan menyasar berbagai sektor strategis.

Para pakar yang memantau aktivitas siber China mengatakan perusahaan kontraktor swasta semakin banyak terlibat dalam operasi intrusi tingkat tinggi atas nama berbagai lembaga pemerintah China.

#Hacker #Peretas #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Bagikan