MerahPutih.com - Perang ekonomi terhadap Teheran, lalukan oleh Amerika Serikat setelah menurunkan serangan rudal ke berbagai wilayah Iran dan blockade Selat Hormuz.
Sekretaris Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei menegaskan, jika perang ekonomi terus berlanjut, tidak akan ada setetes minyak pun yang diekspor, baik melalui Selat Hormuz atau dari mana pun di Teluk Persia.
Iran akan menganggap partisipasi atau dukungan negara manapun terhadap perang ekonomi Amerika terhadap rakyat Iran sebagai tindakan perang,
ujar pejabat tersebut di X.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya operasi ekonomi terhadap Iran. Operasi tersebut sebagai "isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan menyerukan negara-negara sekutu untuk bergabung dengan AS.
Baca juga:
Merawat Tubuh dan Pikiran, Miri Miri Perkenalkan Ritual Wellness untuk Gaya Hidup Modern
Perang antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan menyerang pihak lawan. Pada Maret, AS dan Israel menyerang sasaran di ladang gas South Pars serta kawasan industri Assaluyeh di Iran selatan.
Juni lalu, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan. Namun, tidak lama kemudian, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan dan tidak ada lagi kabar adanya kemajuan perundingan yang diinisiasi Pakistan. (*)