Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz

Presiden AS Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Oman di tengah kebuntuan terkait Selat Hormuz.

Trump mengatakan AS dapat melakukan serangan jika Oman dinilai menghambat kesepakatan dengan Iran mengenai jalur pelayaran strategis tersebut.

Baca juga:

Trump Siapkan Hantaman Ekonomi Baru ke Iran

Ia juga kembali mendesak Iran untuk menyerah dalam konflik yang telah berlangsung selama hampir enam bulan.

Jika Oman menghalangi, kita akan membom mereka habis-habisan,

kata Trump dikutip AFP.

Oman, yang merupakan salah satu sekutu AS di kawasan Teluk, sejauh ini belum memberikan komentar publik terkait pernyataan Trump.

Selat Hormuz Jadi Titik Panas

Selat Hormuz menjadi pusat kebuntuan antara AS dan Iran. Apalagi setelah Iran secara efektif membatasi lalu lintas di jalur tersebut sejak konflik pecah pada 28 Februari.

Iran dan Oman telah membahas pengaturan navigasi untuk menjaga akses melalui selat tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran bahkan menyatakan kedua negara tengah menyusun deklarasi bersama terkait pembicaraan tersebut.

Baca juga:

Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat

Pantai Iran berada di sisi utara Selat Hormuz, sedangkan Oman menguasai wilayah di sisi selatan.

Pembicaraan tersebut berlangsung setelah kesepakatan sementara AS-Iran yang dimediasi Pakistan untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka mengalami kegagalan.

Trump juga menyerukan agar Iran menyerah. “Mereka harus mengibarkan bendera putih penyerahan diri.”

Trump Klaim Selat Hormuz di Bawah Kendali AS

Trump sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali AS, meskipun lalu lintas di kawasan tersebut masih sangat terbatas.

Pada Jumat, Trump bahkan mengatakan berencana mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah AS.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Iran yang menegaskan jalur energi tersebut akan tetap berada di bawah kendalinya.

Kapal
Kapal tangker melintas di Selat Hormuz. (Pexel/Melike Sena)

Sebelum konflik pecah pada 28 Februari, Selat Hormuz dikenal sebagai jalur pelayaran internasional yang sangat vital. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati selat tersebut, selain berbagai komoditas energi lainnya.

Iran kini menggunakan pengaruhnya terhadap jalur tersebut sebagai alat tawar dalam menghadapi tekanan AS untuk melemahkan kemampuan militernya sekaligus memaksanya mengubah program nuklir yang kontroversial.

Hormuz dan Ancaman Gangguan Energi Global

Selat Hormuz merupakan jalur sempit yang menghubungkan negara-negara produsen minyak di kawasan Teluk dengan pasar internasional.

Pembatasan lalu lintas di sana sempat memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran negara-negara pengimpor mengenai keamanan pasokan energi.

Situasi semakin kompleks setelah kelompok Houthi yang menjadi sekutu Iran di Yaman mengumumkan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Saudi di Laut Merah.

Iran disebut ingin memperoleh kendali lebih besar atas akses Selat Hormuz sekaligus mengenakan biaya transit. Kebijakan tersebut ditentang keras Washington.

#Iran #Amerika Serikat #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Bagikan