Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS

Ketegangan Iran-AS mengancam Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dan LNG dunia. (Foto: YouTube/Dawn News English)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih ngotot menjadikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah AS. Pencaplokan itu diklaim sebagai ide yang "bagus".

"Saya memang berpikir itu ide yang bagus. Kami mengendalikan (Selat Hormuz) melalui blokade, dan saya menyukai gagasan untuk menyatakannya sebagai wilayah (AS)," kata Trump kepada wartawan

Presiden AS itu kembali mengeklaim bahwa AS memiliki "kendali penuh" atas Selat Hormuz.

Blokade itu sangat efektif, dan Anda tahu,

kata Trump. "Kami mengeluarkan jutaan barel minyak per minggu ... selat itu terbuka, dan harga minyak turun, dan akan terus turun kecuali kami memutuskan melakukan sesuatu yang jauh lebih drastis daripada yang kami lakukan sekarang."

Baca juga:

Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz

Sementara itu, Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mendesak Presiden AS Donald Trump untuk memaksimalkan diplomasi guna mengurangi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dengan melanjutkan negosiasi.

Erdogan mencatat pentingnya memaksimalkan diplomasi dalam mengatasi ketegangan antara Iran dan AS, menyatakan harapan untuk melanjutkan negosiasi, dan menyatakan bahwa Turki akan terus mendukung upaya untuk mencapai perdamaian,

demikian bunyi pernyataan dari administrasi kepresidenan Turkiye, Selasa (18/8).

Pernyataan tersebut disampaikan Erdogan dalam percakapan melalui telepon dengan Trump membahas hubungan bilateral, serta perkembangan regional dan global.

Pemimpin Turkiye itu juga mengatakan bahwa Ankara, bersama dengan Pakistan dan Arab Saudi, menunjukkan sikap tegas dalam memastikan stabilitas dan keamanan regional dalam kerangka perjanjian pertahanan bersama yang ditandatangani oleh ketiga negara tersebut.

Erdogan juga membahas situasi di Jalur Gaza. Saat para pihak berupaya untuk beralih ke fase kedua proses perdamaian di Gaza, tindakan otoritas Israel terhadap Palestina telah meningkat.

IAnkara akan terus mendukung upaya untuk membangun perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut dan langkah-langkah untuk membangun kembali Jalur Gaza.

#Selat Hormuz #Iran #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Bagikan