Insiden Kebakaran 51 Jeep Wrangler dan Gladiator Picu Gugatan Hukum di AS

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Insiden Kebakaran 51 Jeep Wrangler dan Gladiator Picu Gugatan Hukum di AS

Arsip - Jeep Gladiator Whitecap. (Foto: Jeep)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Dunia otomotif Amerika Serikat diguncang kabar mengejutkan. Sebanyak 51 unit Jeep Wrangler dan Gladiator dilaporkan terbakar akibat dugaan cacat pada konektor listrik pompa power steering.

Insiden ini memicu gugatan hukum serius terhadap FCA US, produsen Jeep, di pengadilan federal.

Kasus Terbaru Gugatan Hukum Menguat dari Keluarga Teuber

Kasus terbaru datang dari keluarga Sandra dan James Teuber di Bull Valley, Illinois. Jeep Gladiator 2022 yang mereka sewa tiba-tiba terbakar saat diparkir di depan rumah pada 5 Juli 2024. Api melalap kendaraan, merusak pintu garasi, hingga bagian trim rumah.

Api sulit dipadamkan, bahkan petugas harus mengangkat kendaraan untuk menjangkau sumber api,

Hasil Laporan CarsCoops.

Tahun ini, Keluarga Teuber resmi menggugat FCA US dengan tuduhan tanggung jawab produk, kelalaian, pelanggaran garansi, hingga dugaan penipuan konsumen.

Upaya FCA membawa perkara ke arbitrase ditolak hakim federal, membuat kasus ini semakin menekan reputasi Jeep.

Recall 1.076.999 Unit Jeep Wrangler dan Gladiator model 2021–2025

Arsip - Jeep Wrangler. Foto: Jeep

Ironisnya, peringatan resmi dari FCA baru muncul dua tahun setelah insiden Teuber. Pada Juni 2026, FCA melakukan recall besar-besaran terhadap 1.076.999 unit Jeep Wrangler dan Gladiator model 2021–2025.

Konektor listrik dengan resistansi tinggi disebut berpotensi memanas berlebih, memicu kebakaran bahkan saat kendaraan dalam kondisi mati. NHTSA mencatat 51 kebakaran dan satu cedera terkait masalah ini.

Fakta Penting Recall Jeep

  • Recall: 1.076.999 unit Wrangler & Gladiator (2021–2025).

  • Penyebab: konektor listrik pompa power steering elektro-hidraulik.

  • Risiko: panas berlebih, kebakaran meski mobil mati.

  • Catatan NHTSA: 51 kebakaran, 1 cedera.

  • Instruksi: parkir di luar ruangan, jauh dari bangunan.

  • Kasus Teuber: Gladiator terbakar 2024, gugatan hukum 2026.

Kasus ini menyoroti lemahnya pengawasan kualitas dan menambah daftar panjang masalah recall Jeep. Dilansir Antara, publik menilai FCA terlambat bertindak, sementara korban sudah mengalami kerugian besar.

Kini, proses hukum akan menentukan apakah FCA benar-benar lalai atau sekadar menjadi korban cacat teknis yang tak terduga. (*)

#Otomotif #Jeep #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Fun
Insentif Pajak Dicabut, Penjualan Mobil Listrik GM Terjun Bebas
Januari-September 2026, penjualan GM mencapai 2.012.299 unit, turun 6,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
Insentif Pajak Dicabut, Penjualan Mobil Listrik GM Terjun Bebas
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Fun
Honda Odyssey Terbaru Meluncur, Varian Termurah Kini Dapat Layar 12,3 Inci
Honda memperbarui Odyssey dengan sejumlah penyegaran, terutama pada sektor kenyamanan dan fitur hiburan di dalam kabin.
Yusuf Abdillah - Kamis, 01 Oktober 2026
Honda Odyssey Terbaru Meluncur, Varian Termurah Kini Dapat Layar 12,3 Inci
Fun
Dihantam Persaingan China dan Biaya Tinggi, Mercedes-Benz Terancam Tutup Dua Pabrik di Jerman
Mercedes-Benz membuka kemungkinan menutup dua fasilitas produksinya jika upaya efisiensi dan pengurangan biaya tidak mencapai target.
Yusuf Abdillah - Selasa, 29 September 2026
Dihantam Persaingan China dan Biaya Tinggi, Mercedes-Benz Terancam Tutup Dua Pabrik di Jerman
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Bagikan