Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal

Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal.(foto: Instagram @cornelluniversity)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — REKTOR Cornell University menyatakan dukungannya untuk sebuah peninjauan eksternal terhadap institusi tersebut di tengah kecaman luas atas dugaan pemerkosaan berkelompok (gang rape) terhadap seorang mahasiswi pada 2024.

Insiden tersebut dijelaskan secara rinci dalam sebuah gugatan hukum yang diajukan bulan lalu. Gugatan itu langsung memicu reaksi keras terhadap perguruan tinggi Ivy League tersebut, terlebih setelah para jaksa New York tidak mengajukan dakwaan pidana terhadap para terduga pelaku.

"Bersama dengan dewan wali amanat kami, saya menyambut baik peninjauan independen oleh firma hukum luar terhadap seluruh aspek penanganan Cornell atas kasus pada 2024 ini," kata Rektor Cornell University Michael Kotlikoff dalam sebuah video yang diunggah di situs web Cornell, dikutip The Korea Times.

Kotlikoff menyampaikan dalam video tersebut bahwa pihak kampus mendukung keputusan untuk membuka kembali penyelidikan pidana. Meski demikian, ia mengatakan Cornell tidak akan menunggu hingga penyelidikan atau peninjauan selesai sebelum bertindak.

"Kami akan terus mengambil setiap langkah yang diperlukan untuk menjadikan Cornell sebuah institusi yang memimpin bukan hanya dalam apa yang kami katakan mengenai isu-isu ini, melainkan dalam tindakan nyata yang kami lakukan untuk mengatasinya,” jelasnya.

Baca juga:

Thomas Partey Bebas dari Tuduhan Pemerkosaan, Kok Bisa?



Pemerkosaan Terjadi di Komunitas Fraternity




Panggugat dalam gugatan perdata tersebut mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota persaudaraan mahasiswa (fraternity) Chi Phi, sebuah klub sosial khusus mahasiswa laki-laki.

"Ini merupakan salah satu minggu tersulit dalam sejarah kami, dan saya tahu banyak dari Anda yang merasa marah, sedih, dan tertekan. Apa yang terjadi pada Jane Doe pada 2024 sangat meresahkan dan akan menjadi beban berat bagi komunitas kami hingga bertahun-tahun mendatang,“ kata Kotlikoff.

Penyelidikan pidana atas kasus pemerkosaan berkelompok tersebut dibuka kembali pada Senin (2/10. Gubernur New York Kathy Hochul menunjuk jaksa tertinggi negara bagian tersebut, Jaksa Agung Letitia James, untuk memimpin upaya penanganan kasus. Hochul mengecam keras bagaimana penyelidikan awal atas klaim pelapor tersebut berjalan di Cornell, yang berlokasi di Ithaca, di bagian tengah Negara Bagian New York.

"Dia duduk berjam-jam dan menceritakan (kepada polisi) persis apa yang terjadi kepadanya. Menurut laporan terbaru, dia sangat jelas serta 100 persen yakin bahwa ia telah diperkosa," ujar Hochul.



Dukungan untuk Jane Doe Meluas




Sementara itu, ribuan perempuan AS memadati media sosial untuk mendukung korban setelah seorang komentator politik mengancam akan membongkar identitasnya. Pesan-pesan dukungan dengan tagar #IAmJaneDoe merebak luas di TikTok, X, dan Instagram. Para pengguna itu mengaku sebagai dugaan korban demi menyulitkan upaya pengungkapan identitas aslinya.

Beberapa media AS membandingkan gelombang dukungan daring ini dengan gerakan #MeToo pada 2017. Ketika itu, jutaan perempuan membagikan kisah kekerasan dan pelecehan seksual di media sosial setelah terkuaknya skandal produser Hollywood, Harvey Weinstein.

Setelah tuduhan pemerkosaan tersebut, Cornell menutup persaudaraan mahasiswa Chi Phi dan memberhentikan sementara para mahasiswa yang diduga terlibat. Beberapa di antaranya kemudian dikeluarkan dari kampus (drop out).(dwi)

Baca juga:

Korban-Korban Pelecehan Seksual Harvey Weinstein

#Kekerasan Seksual #Pemerkosaan #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Bagikan