Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan

Dwi AstariniDwi Astarini - 57 menit lalu
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan

Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal.(foto: Instagram @cornelluniversity)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — DI tengah badai kasus pemerkosaan di lingkungan kampus, Rektor Cornell University menegaskan pembenahan. Ia menegaskan pihak kampus harus berbenah lebih baik setelah seorang perempuan mengklaim telah dicekoki obat-obatan dan diperkosa sekelompok pria di sebuah rumah persaudaraan mahasiswa (fraternity).

Dalam sebuah pernyataan video berdurasi delapan menit yang dirilis pada Sabtu (2/10) malam, Rektor Cornell University Michael Kotlikoff menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.

“Dugaan insiden tersebut telah memicu pertanyaan terkait dengan penggunaan obat-obatan dan alkohol di kampus, serta cara penyelidikan dijalankan dalam kasus ini,” kata Kotlikoff.

Jane Doe disebut seorang mahasiswi di universitas tersebut. Ia berusia 20 tahun ketika dilecehkan tujuh pria dari persaudaraan Chi Phi. Mereka juga menganiayanya selama berjam-jam dalam insiden yang melibatkan alkohol dan obat ketamin pada 19 Oktober 2024. Ia mengatakan telah melaporkan insiden tersebut dua minggu setelah kejadian kepada kepolisian Cornell University yang kemudian menyelidikinya. Namun, tidak ada dakwaan yang diajukan.

Baca juga:

Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal



Bulan lalu, Jane Doe mengajukan gugatan perdata terhadap universitas Ivy League tersebut. Ia menuduh Cornell telah gagal melindunginya atau menghukum para pria yang terlibat secara memadai. Namun, Kotlikoff mengatakan Cornell berkomitmen untuk menyelidiki cara kasus ini ditangani, serta menyatakan jajaran pimpinan sekolah dan komunitas kampus harus berbenah lebih baik.

"Kita harus memupuk budaya yang meyakini kekerasan seksual sama sekali tidak dapat ditoleransi, serta memastikan komunitas kita diberdayakan dan memahami konsep persetujuan atas dasar kesadaran (informed consent)," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa para pimpinan universitas perlu menciptakan lingkungan tempat para korban kekerasan seksual merasa aman untuk melapor dan diperlakukan dengan penuh rasa empati serta martabat. Kotlikoff menyebut kasus ini sebagai momen yang menentukan dalam sejarah universitas tersebut.

"Kita harus memimpin jalan, kita berutang kepada Jane Doe dan para penyintas kekerasan seksual untuk menyelesaikan hal ini dengan benar. Kita harus saling menjaga keselamatan," kata Kotlikoff.



Rasa Frustrasi di Sekitar Kampus





Di kampus universitas tersebut minggu ini, frustrasi yang kian meningkat terkait situasi yang terjadi makin terasa. Pada sebuah forum terbuka bagi para mahasiswa untuk menyuarakan pandangan mereka mengenai dugaan pemerkosaan berkelompok tersebut.

"Jajaran pemimpin kami perlu berubah dan harus berubah secara drastis serta cepat. Hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi, ini sebuah kemunduran dan hal yang memalukan,” kata seorang mahasiswa, dikutip BBC.

Sebagai bagian dari langkah lebih luas yang harus dilakukan, Kotlikoff menyatakan dalam video tersebut bahwa perlu ada evaluasi serius terhadap peran kelompok persaudaraan mahasiswa laki-laki (fraternities) dan perempuan (sororities) dalam kehidupan kampus.

"Menjadi bagian dari suatu kelompok tidak boleh mengurangi tanggung jawab pribadi atas tindakan kita sendiri, atas bagaimana kita memperlakukan orang lain, atau untuk bersuara ketika seseorang mungkin berada dalam bahaya," ungkapnya.



Dukung Peninjuan Kembali Kasus Pemerkosaan




Rektor universitas tersebut juga menyampaikan bahwa pada waktu yang tepat, pihak kampus akan memaparkan bagaimana Cornell akan menggunakan momen ini, percakapan ini, dan kemarahan ini, untuk membantu memimpin upaya yang lebih luas dalam memerangi kekerasan seksual, tidak hanya di kampus kita, tetapi juga di luarnya.

Gubernur New York Kathy Hochul menyatakan bahwa ia sangat terganggu oleh cara penyelidikan tersebut ditangani. Ia telah menunjuk Jaksa Agung New York Letitia James untuk memimpin peninjauan kembali kasus ini.

Kotlikoff menyampaikan ia mendukung keputusan penunjukan James untuk memimpin penyelidikan pidana, serta menyambut baik peninjauan independen oleh firma hukum terkait dengan penanganan masalah ini oleh Cornell.

Jane Doe menyatakan dalam gugatannya bahwa ia berada di bawah pengaruh obat/alkohol selama dugaan insiden berlangsung dan tidak dapat memberikan persetujuan (consent).(dwi)

Baca juga:

Kesal, JJ Abrams Labeli Harvey Weinstein Monster

#Pemerkosaan #Amerika Serikat #New York
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - 57 menit lalu
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - 2 jam, 16 menit lalu
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Gubernur Pramono Pamer Capaian Ekonomi Jakarta ke Pemimpin Kota Dunia di Amerika
Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Jakarta tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang kuat.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Gubernur Pramono Pamer Capaian Ekonomi Jakarta ke Pemimpin Kota Dunia di Amerika
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Bagikan