Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi

Sean 'Diddy' Combs tetap menjalani kehidupan mewah di balik jeruji. (Foto: dok/sean diddy combs)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Skandal besar mengguncang sistem pemasyarakatan Amerika Serikat setelah investigasi program Dateline NBC News membongkar dugaan gaya hidup mewah yang tetap dijalankan musisi Sean 'Diddy' Combs di dalam Lembaga Pemasyarakatan Fort Dix, New Jersey.

Produser musik kenamaan pendiri label Bad Boy Records itu sebelumnya resmi dipindahkan ke Fort Dix pada Oktober 2025 usai mengamankan masa penahanan lebih dari satu tahun di Metropolitan Detention Center (MDC) Brooklyn.

Laporan eksklusif NBC News membeberkan status sebagai narapidana kasus perdagangan seks dan transportasi prostitusi tidak menghentikan kebiasaan sultan sang rapper di dalam sel tahanan.

Baca juga:

Sean ‘Diddy’ Combs Lolos dari Tuduhan Terberat, tapi Permintaan Bebas dengan Jaminan Ditolak dan Harus Tetap Ditahan

Modus Imbalan Kantin dan Layanan Privat Dalam Sel

Reporter Dateline menyebut telah berbicara dengan sejumlah narapidana di Fort Dix untuk mengetahui lebih jauh mengenai aktivitas dan perilaku Combs selama menjalani masa hukuman.

Dari keterangan para narapidana, Combs diduga memberikan sejumlah uang ke rekening kantin milik narapidana lain sebagai imbalan atas berbagai pekerjaan pribadi. Mulai dari merapikan tempat tidur, membersihkan toilet dan kamar mandi, hingga memberikan pijatan.

Bahkan dalam wawancara dengan NBC News, para narapidana Fort Dix dibayar untuk menyiapkan makanan khusus untuk Combs di luar menu makanan yang biasanya disediakan penjara.

Baca juga:

Pengacara Sean 'Diddy' Combs Sebut Jaksa Federal Keterlaluan

Seorang napi juga memperlihatkan akun Instagram yang diduga digunakan Combs untuk berkomunikasi dengan orang-orang di luar penjara. Akun itu tidak menggunakan foto profil, tetapi diketahui diikuti satu staf perwakilan humas Combs.

Temuan itu makin diperparah dengan dugaan kepemilikan barang-barang yang dilarang keras bagi warga binaan, seperti unit ponsel, komputer tablet, hingga pasokan alkohol.

Bahkan meski sempat mengikuti program rehabilitasi internal, dia dilaporkan menguasai obat keras antidepresan jenis Remeron tanpa prosedur medis standar.

Baca juga:

Tuduhan Terbaru untuk Sean 'Diddy' Combs, Lecehkan Anak Laki-laki Berusia 10 Tahun

Respons Biro Penjara AS dan Kubu Sean 'Didiy' Combs

Sementara itu, Biro Penjara AS hingga saat ini memilih bungkam atas temuan NBC News. Mereka beralasan kebijakan Biro dilarang memberikan komentar mengenai individu yang sedang menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan

Combs sebelumnya dinyatakan bersalah atas dua dakwaan terkait transportasi untuk tujuan prostitusi, dengan vonis hukuman penjara 4 tahun dua bulan. Saat ini, dia masih menunggu proses banding.

Hingga kini, Combs ataupun tim kuasa hukumnya juga belum memberikan tanggapan terkait gaya hidup mewah selama berada di dalam penjara yang tayang di NBC News. (Far)

#Sean Combs #Rapper #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Indonesia
Tim Ahli dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, terutama ketika kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tim Ahli  dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Bagikan