Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS

ANTARA/XINHUA/Shadati

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Iran menegaskan tetap membuka pintu diplomasi dengan Amerika Serikat, tetapi pada saat yang sama menyatakan siap menghadapi kemungkinan serangan militer baru.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran siap kembali berunding dengan Washington, namun juga telah mempersiapkan diri jika konflik kembali pecah.

Baca juga:

Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran

Kami siap untuk diplomasi. Pada saat yang sama, kami siap untuk perang,

kata Araghchi.

Sebelumnya, Panglima Tertinggi Angkatan Darat (AD) Iran Amir Hatami menegaskan bahwa perang yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negara itu belum usai, dan "musuh" masih harus siap menerima "pukulan keras" dari angkatan bersenjata Iran.

Perang belum berakhir. Meskipun musuh yang agresif telah mengalami pukulan berat, mereka harus tetap siap menerima pukulan dahsyat berikutnya dari angkatan bersenjata Iran,

ujar Hatami.

Iran Tetap Buka Pintu Diplomasi

Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump. Ia menuduh Washington sebelumnya melakukan serangan ketika pembicaraan sedang berlangsung dan kemudian melanggar kesepakatan yang telah dicapai.

Baca juga:

Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan

Namun, ia menegaskan Iran tetap memilih jalur diplomasi selama peluang untuk mencapai perdamaian masih terbuka.

Saya tetap mengupayakan diplomasi karena menurut saya kita tidak boleh melewatkan kesempatan apa pun untuk perdamaian,

ujarnya.

Ketika ditanya apakah Iran mempercayai Trump, Araghchi menjawab bahwa Teheran lebih memilih mengandalkan dirinya sendiri.

Ia juga membantah tudingan bahwa Iran menjadi pihak pertama yang melanggar nota kesepahaman dengan AS pada Juni. Menurut Araghchi, jika Washington menilai Iran melanggar kesepakatan, mekanisme penyelesaian sengketa seharusnya digunakan alih-alih melakukan serangan militer.

Baca juga:

Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran

Siap Hadapi Serangan Baru

Di sisi lain, Araghchi menegaskan Iran telah mempelajari pengalaman dari pertempuran sebelumnya dan melakukan perubahan terhadap taktik militernya.

Ia menyatakan Teheran siap menghadapi kemungkinan serangan baru dari AS, bahkan jika konflik kembali berkembang menjadi perang berskala besar.

Menurut Araghchi, pilihan antara kembali menggunakan kekuatan militer atau membuka jalan menuju perundingan kini berada di tangan Presiden Trump.

#Iran #Amerika Serikat #Perang AS-Iran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Indonesia
Tim Ahli dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, terutama ketika kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tim Ahli  dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Dunia
Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Jika denda tetap diberlakukan, peminjam seharusnya membayar sekitar USD 12.055 atau sekitar Rp 200 juta.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
 Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Bagikan