MERAHPUTIH.COM - PULUHAN ribu warga di Reno, Nevada, Amerika Serikat, diminta meninggalkan rumah mereka setelah kebakaran hutan besar bergerak mendekati wilayah permukiman, Senin (24/8). Kebakaran yang dijuluki 'Hawk Fire' itu pertama kali dilaporkan pada Sabtu. Kondisi angin kencang turut mempercepat penyebaran api.
Seperti dilansir BBC, Sekitar 42.000 orang diperintahkan segera mengungsi, sedangkan 45.000 warga lainnya diminta bersiap meninggalkan rumah mereka.
Pejabat setempat mengatakan enam orang terluka, termasuk tiga petugas tanggap darurat. Sementara itu, sekitar 15.000 acre atau 23 mil persegi lahan telah terbakar.
Gubernur Tetapkan Status Darurat, Kerahkan Garda Nasional
Gubernur Joe Lombardo mengerahkan Garda Nasional Nevada untuk membantu pemadaman dari udara dengan dua tim helikopter. Sebanyak 60 personel juga dikerahkan untuk membantu polisi menjaga lingkungan yang telah ditinggalkan warga.
Sekitar 800 personel pemadam kebakaran turut dikerahkan untuk menangani kobaran api.
Hampir 10.000 pelanggan kehilangan akses listrik di Washoe County pada Minggu, turun drastis dari sekitar 60.000 pelanggan pada Sabtu.
Sebagian ruas U.S. Route 395, jalan raya utama yang membentang dari utara ke selatan, ditutup akibat kebakaran.
Reno merupakan kota terbesar di Nevada di luar kawasan metropolitan Las Vegas, dengan populasi lebih dari 280.000 jiwa.
Petugas tanggap darurat Washoe County membuka Reno-Sparks Convention Center sebagai tempat pengungsian. Namun, warga tidak diperbolehkan membawa hewan peliharaan ke lokasi tersebut.
Hewan berukuran kecil maupun besar diarahkan ke dua lokasi pengungsian lainnya. Sejumlah kasino di Reno juga menawarkan potongan harga kamar hotel bagi warga yang mengungsi.
Awalnya Kebakaran Dianggap Tidak Mengkhawatirkan
Tyler Duvall, yang berkemah pada akhir pekan, mengatakan kebakaran tersebut awalnya begitu kecil pada Sabtu pagi sehingga tidak dianggap mengkhawatirkan.
Namun, sehari kemudian, rumahnya masuk ke dalam zona evakuasi.
“Anginnya benar-benar membuat api membesar,” kata Duvall.
Pada Sabtu saja, 15 kebakaran baru dilaporkan muncul di berbagai wilayah Nevada.
Cuaca kering selama berbulan-bulan dan minimnya salju secara ekstrem pada musim dingin lalu di wilayah Amerika Serikat bagian barat menciptakan kondisi yang sangat rentan terhadap kebakaran hutan.
Awal bulan ini, kebakaran hutan di bagian timur Negara Bagian Washington memaksa 60.000 orang di kawasan Spokane mengungsi. Sementara itu, tiga kebakaran hutan di sebelah utara Reno memaksa lebih dari 13.000 warga meninggalkan rumah mereka.
Rumah di Puncak Gunung Dilalap Api
Jaida Hargrove mengatakan kakeknya, Rick Arrate, tinggal seorang diri di Peavine Mountain, kawasan pegunungan yang menghadap ke Reno dan Sparks.
Petugas pemadam kebakaran menggunakan buldoser, menebang pepohonan, dan menyemprotkan bahan penghambat api dalam upaya menghentikan penyebaran kobaran api, kata Hargrove.
“Semua orang mengira semuanya akan baik-baik saja,” ujarnya. “Kemudian, dalam waktu sekitar 30 menit, anginnya tiba-tiba berubah dan api datang terlalu cepat.”
Arrate dan para petugas pemadam kebakaran akhirnya terpaksa meninggalkan gunung tersebut.
“Yang bisa dia bawa hanyalah dua anjing golden retriever miliknya,” kata Hargrove.
Arrate kemudian menghabiskan Sabtu malam di rumah orang tua Hargrove. Hingga kini belum diketahui ke mana ia akan pergi selanjutnya.
Sejumlah kampanye penggalangan dana melalui GoFundMe telah dibuat untuk membantu Arrate dan keluarga Kieffer yang terdampak kebakaran.