China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden AS Donald Trump mengumumkan peluncuran operasi ekonomi terhadap Iran pada Kamis (20/8) dan menyebutnya sebagai isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.\

Ancaman itu muncul di tengah upaya Presiden AS Donald Trump yang masih berusaha mencapai kesepakatan dengan Iran guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan dan hanya sebulan sebelum rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Gedung Putih.

Pemerintah China menyebut hubungan kerja samanya dengan Iran berada dalam kerangka internasional sehingga tidak boleh diganggu, termasuk oleh Amerika Serikat.

Kerja sama China dengan Iran dilakukan dalam kerangka hukum internasional, sehingga tidak boleh diganggu. Kami mengikuti perkembangan dengan saksama, dan akan melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya dengan tegas,

kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (26/8).

Baca juga:

Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat

AS sebelumnya memperingatkan negara-negara lain, termasuk China atas risiko sanksi sekunder yang semakin tinggi jika mereka berbisnis dengan Iran, seiring peluncuran kampanye baru AS untuk memutus jalur ekonomi vital Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kampanye "Operation Economic Outcast" itu berfokus pada lima sektor ekonomi Iran, yaitu aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.

Mereka yang berdiri bersama Amerika Serikat akan menuai manfaat dari kemitraan kami. Mereka yang mengikat diri pada rezim Iran harus bersiap untuk ikut merasakan isolasi yang dialami rezim terpuruk itu,

kata Bessent dalam konferensi pers di Washington D.C., AS, Senin (24/8).

Dia menegaskan, tak ada pihak yang kebal terhadap sanksi AS. Bessent pun menekankan entitas atau negara mana pun, termasuk China sebagai mitra dagang utama Iran, dapat menjadi sasaran dalam operasi baru AS itu.

China telah berulang kali menyatakan penentangannya yang tegas terhadap sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar dalam hukum internasional atau otorisasi Dewan Keamanan PBB,

tambah Lin Jian.

Ia menyebut perang ekonomi dan tekanan maksimum tidak memberikan solusi. Sebaliknya, sanksi ekonomi hanya akan memicu ketegangan dan menyebabkan risiko meluas, yang akan mengganggu tatanan ekonomi dan keuangan global, dan merugikan hak dan kepentingan sah negara lain.

Tugas mendesak saat ini, menurut Lin Jian, adalah memfasilitasi deeskalasi situasi dan kembali ke dialog dan negosiasi sesegera mungkin.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mengatakan setiap negara memiliki batas waktu yang telah ditetapkan untuk menghentikan aktivitas-aktivitas yang telah AS identifikasi.

Jika mereka tidak mengambil tindakan, maka kami akan melakukannya secara sepihak melalui kewenangan Departemen Keuangan AS,

kata Bessent.

Bessent juga menambahkan saat ini adalah saatnya bagi para pemimpin dunia untuk mengambil keputusan antara kemakmuran

Sementara itu, Pakistan menyatakan bahwa ada "kemajuan signifikan" setelah Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Asim Munir berkunjung ke Teheran untuk mendorong dimulainya kembali perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran.

Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi yang mendampingi Munir mengatakan pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian berlangsung positif dan produktif.

"Marsekal Lapangan Syed Asim Munir dan saya mengadakan pertemuan yang sangat positif dan produktif dengan Presiden Iran," kata Naqvi dalam unggahan di X, Selasa.

#Iran #Amerika Serikat #Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Bagikan