MerahPutih.com - Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap target IRGC di Iran. Setelah pengumuman tersebut, media Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar di Pulau Qeshm dan di Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, dan Konarak.
Jru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei pada Rabu mengatakan bahwa Teheran akan merespons “dengan tegas,” serangan terhadap sebuah rumah tinggal di Kabupaten Sirik yang menurut Iran menjadi tempat upacara pernikahan.
Dalam sebuah unggahan di X, Baqaei mengatakan lebih dari 50 pria, wanita, dan anak-anak tewas atau terluka, seraya menyebut serangan itu sebagai bagian dari gelombang serangan yang lebih luas di Minab, Lamerd, Qeshm, dan daerah lainnya.
Daftar kekejaman Amerika Serikat terhadap bangsa Iran kini telah lengkap,
katanya.
Baca juga:
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Baqaei mengutuk pemerintah dan lembaga internasional yang tetap diam atau mencoba membenarkan serangan tersebut. “kebungkaman mereka bukanlah netralitas,” katanya.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa (1/9) mendesak penyelesaian konflik di Timur Tengah melalui perundingan di tengah aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.
Kita membutuhkan perundingan menuju perdamaian yang adil dan abadi, lebih dari sebelumnya, sesuai dengan hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan resolusi-resolusi PBB yang relevan,
tulis Sekjen di platform X.
Perjanjian dan gencatan senjata yang telah disepakati terus-menerus dilanggar, sementara aksi saling serang kembali terjadi.