Pesawat Nirawak dan Artileri Israel Intensifkan Serangan ke Wilayah Lebanon Selatan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pesawat Nirawak dan Artileri Israel Intensifkan Serangan ke Wilayah Lebanon Selatan

Arsip - Kondisi Lebanon selatan. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kawaan Lebanon yang berbatasan dengan Israel, kembali memanas. Pesawat dan artileri Israel melancarkan serangan intensif ke sejumlah wilayah Lebanon selatan di antaranya kawasan al-Deir dan Bukit Ali Al Taher di pinggiran utara Nabatieh El Faouqa. Dua serangan udara juga dilakukan di permukiman Mansouri.

Selain itu, artileri Israel menembaki permukiman Haris dan daerah di antara Haris dan Haddatha, serta memicu ledakan kuat di area antara permukiman Markaba dan Rab El Thalathine.

Pesawat nirawak juga menembakkan rudal berpemandu ke sebuah bangunan di Jalan Nabih Berri di Kota Nabatieh pada sore. Rudal itu menghantam dinding lantai atas bangunan tersebut.

Sementara itu, pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) mengatakan telah mencatat 1.030 proyektil yang ditembakkan di Lebanon selatan selama periode 21 hingga 27 Agustus.

Baca juga:

Langgar Gencatan Senjata, Israel Hancurkan Rumah-Rumah di Lebanon Selatan

Meskipun tingkat kekerasan lebih rendah dibandingkan awal tahun ini, situasi di Lebanon selatan masih rapuh. Dari 21 hingga 27 Agustus, pasukan penjaga perdamaian mencatat 1.030 lintasan proyektil, dengan rata-rata 147 per hari,

kata UNIFIL dalam unggahan di platform media sosial X pada Jumat (28/8).

UNIFIL menambahkan bahwa situasi saat ini terus membebani warga sipil, karena rumah-rumah dan infrastruktur vital telah rusak, sementara masyarakat setempat masih berjuang untuk memulihkan kondisi mereka.

UNIFIL mengatakan pasukan penjaga perdamaian terus memantau dan melaporkan perkembangan di lapangan, sekaligus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk membantu mencegah eskalasi lebih lanjut.

Misi tersebut menekankan bahwa komitmen pihak terkait terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 sangat penting untuk mengurangi ketegangan, memulihkan stabilitas, dan memungkinkan masyarakat setempat kembali pulih. Resolusi 1701 diadopsi Dewan Keamanan PBB pada 2006 setelah perang selama 33 hari antara militer Israel dan Hizbullah.

Pasukan Israel masih berada di sejumlah bagian Lebanon selatan, beberapa di antaranya telah mereka duduki selama puluhan tahun. Dalam rangkaian pertempuran sebelumnya pada 2023 dan 2024, pasukan Israel memperluas kehadirannya dengan bergerak beberapa kilometer lebih jauh ke dalam wilayah Lebanon. (*)

#Lebanon #UNIFIL #Perang #Israel
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Pesawat Nirawak dan Artileri Israel Intensifkan Serangan ke Wilayah Lebanon Selatan
Situasi saat ini terus membebani warga sipil, karena rumah-rumah dan infrastruktur vital telah rusak, sementara masyarakat setempat masih berjuang untuk memulihkan kondisi mereka.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pesawat Nirawak dan Artileri Israel Intensifkan Serangan ke Wilayah Lebanon Selatan
Indonesia
Iran Mulai Siapkan Serangan ke Kepentingan Ekonomi AS di Timur Tengah
Penjualan minyak Iran telah kembali ke tingkat sebelum diberlakukannya sanksi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Iran Mulai Siapkan Serangan ke Kepentingan Ekonomi AS di Timur Tengah
Dunia
Amerika Luncurkan Perang Ekonomi, Presiden Iran Akui Negara Dalam Kondisi Terburuk
Teheran sedang menghadapi “kondisi terburuk” dalam perang ekonomi. Namun, negaranya tetap menjalankan berbagai proyek pembangunan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Amerika Luncurkan Perang Ekonomi, Presiden Iran Akui Negara Dalam Kondisi Terburuk
Indonesia
Iran Berhasil Rusak Fasilitas Intelijen dan Peralatan Pengawasan Amerika Serikat di Timur Tengah
NBC News melaporkan bahwa biaya untuk memulihkan fasilitas dan peralatan tersebut diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
Iran Berhasil Rusak Fasilitas Intelijen dan Peralatan Pengawasan Amerika Serikat di Timur Tengah
Dunia
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Pemerintah China menyebut hubungan kerja samanya dengan Iran berada dalam kerangka internasional sehingga tidak boleh diganggu, termasuk oleh Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Indonesia
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Perang antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Dunia
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Trump mengatakan AS akan berupaya memutus jalur keuangan dan perdagangan yang memberikan dukungan ekonomi kepada Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Trump Mulai Operasi Serangan Penghancuran Ekonomi Iran
Indonesia
3 ABK WNI Jadi Korban Serangan di Selat Bab Al-Mandeb, Korban Tewas Masih Diverifikasi
“Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut. Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi,” tambah Heni.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
3 ABK WNI Jadi Korban Serangan di Selat Bab Al-Mandeb, Korban Tewas Masih Diverifikasi
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta pemerintah memanfaatkan posisi Indonesia di Board of Peace untuk menekan Israel menghentikan operasi militer di Gaza.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
DPR Desak Pemerintah Prabowo Gunakan Board of Peace Tekan Israel
Dunia
Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis
Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan AS memiliki sekitar 2.200 rudal Patriot varian terbaru dan 452 rudal THAAD sebelum konflik dengan Iran dimulai.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis
Bagikan