Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Perang di Timur Tengah Bikin Persedian Rudal AS Kian Menipis

Perang AS-Iran di kawasan Timur Tengah. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perang yang terus berlangsung di Timur Tengah dan serangan Iran pada sekutu Amerikan Serikat, membuat persediaan rudal pencegat utama militer Amerika Serikat menyusut drastis.

Laporan CNN, Selasa (4/8), mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut serta hasil penilaian inventaris terbaru, militer AS telah menggunakan hampir 80 persen persediaan rudal pencegat Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan sekitar separuh stok rudal Patriot.

Sejumlah komandan senior AS secara tertutup disebut menggambarkan cadangan amunisi Pentagon berada pada tingkat yang "sangat rendah". Menipisnya persediaan rudal THAAD juga menambah kekhawatiran yang sebelumnya telah muncul terkait stok rudal Patriot.

Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan AS memiliki sekitar 2.200 rudal Patriot varian terbaru dan 452 rudal THAAD sebelum konflik dengan Iran dimulai.

Baca juga:

Sinopsis 'The Tao Exorcist', Film Horor Taiwan tentang Ritual Sesat dan Pengusiran Setan

Negara-negara Teluk yang mengandalkan sistem pertahanan udara buatan AS dikabarkan telah memperingatkan bahwa berkurangnya stok rudal tersebut dapat melemahkan kemampuan mereka dalam menghadapi serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Iran, terutama apabila terjadi serangan balasan setelah aksi militer AS berikutnya.

Menipisnya persediaan rudal menjadi salah satu pertimbangan Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan tambahan terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Keputusan tersebut diambil setelah sejumlah sekutu AS di kawasan Teluk menyampaikan kekhawatiran bahwa infrastruktur energi mereka dapat menjadi sasaran serangan balasan Iran.

Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan militer AS tetap memiliki kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan setiap operasi sesuai keputusan presiden.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan kepada CNN bahwa AS masih memiliki persediaan amunisi dan rudal yang lebih dari cukup untuk memenuhi tujuan Presiden Trump.

Dikutip Antara, CNN juga melaporkan bahwa persediaan Army Tactical Missile System (ATACMS), Precision Strike Missile (PrSM), dan rudal jelajah Tomahawk turut berkurang secara signifikan.

Pentagon saat ini hanya menerima sekitar 15 rudal Tomahawk dan 20 rudal Patriot baru setiap bulan. Para analis memperkirakan diperlukan sedikitnya tiga tahun untuk memulihkan persediaan rudal THAAD ke tingkat sebelum perang. (*)

#Iran #Timur Tengah #Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Penundaan selama beberapa pekan saja memaksa petani mengurangi atau sama sekali tidak menggunakan pupuk.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Tidak Ada Pupuk, Produksi dan Pasokan Pangan Global Turun Akibat Perang di Timur Tengah
Dunia
Aljazair Putus Hubungan dengan Uni Emirat Arab, Ruang Udara Ditutup
Pernyataan itu menyebutkan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai respons atas eskalasi tindakan provokatif UEA yang tidak lagi dapat ditoleransi karena mengusik kedaulatan dan urusan dalam negeri Aljazair.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Aljazair Putus Hubungan dengan Uni Emirat Arab, Ruang Udara Ditutup
Indonesia
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Jika perang ekonomi berlanjut, Teheran dapat memicu pembentukan zona larangan maritim di seluruh Teluk Persia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Bagikan