MerahPutih.com – Getaran gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 di Flores membuat PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menunda pengoperasian Terminal BBM (TBBM) Reo di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Baca juga:
2 Ribu Lebih Gempa Susulan Terjadi di Flores NTT, BMKG: Akan Berlangsung sampai 4 Pekan Kedepan
Dermaga vital itu masih menunggu hasil pengetasan struktur kekuatan sebelum bisa kembali menerima kapal bertonase besar.
Untuk TBBM Reo kita masih menunggu pengetasan struktur dermaga agar aman menerima pembongkaran BBM dari kapal pascagempa 15 Agustus lalu,
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, Kamis (20/8).
Dermaga Rawan, Pertamina Waspada
Akibat gempa yang mengguncang berpusat di Mbay, Nagekeo, pada 15 Agustus 2026 lalu, membuat infrastruktur energi harus diperiksa ulang demi keselamatan.
Ahad menjelaskan, dermaga Reo merupakan fasilitas besar yang disinggahi kapal-kapal dengan tonase tinggi saat pembongkaran BBM.
Baca juga:
Pagi Ini NTT Diguncang Sejumlah Gempa, BMKG Pastikan Tak Terjadi Tsunami
Dengan gempa susulan yang masih terus terjadi, lanjut dia, risiko ambruknya dermaga menjadi perhatian utama.
Kita tidak ingin pada saat kapal sandar dermaganya malah ambruk atau roboh. Saat ini kami masih menunggu hasil tes, dan jika diperlukan perbaikan akan dilakukan,
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi
Alih Suplai BBM ke Flores dan Labuan Bajo
Meski dermaga Reo belum beroperasi, Pertamina memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi. Distribusi dialihkan dari TBBM lain di wilayah Flores.
Baca juga:
NTT kembali Bergetar, Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi Rabu Malam
Untuk Labuan Bajo dan kebutuhan Avtur, suplai dialihkan dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Dilansir Antara, sebanyak 16 mobil tangki berkapasitas 15 kiloliter sudah tiba di Labuan Bajo pada Rabu (19/8) untuk mendukung distribusi.
“Kebutuhan BBM bagi warga tetap terpenuhi di tengah bencana gempa yang masih terjadi,” tandas Ahad. (*)