MerahPutih.com - Sheryl Sheinafia akhirnya membuka lembaran baru dalam perjalanan bermusiknya lewat album studio terbaru bertajuk Bittersweet.
Berisi sembilan lagu, album ini menjadi ruang personal bagi Sheryl untuk menyusuri berbagai fase kehidupan yang pernah ia lalui. Mulai dari keberanian untuk membuka diri, berhadapan dengan ketidakpastian, hingga memahami bahwa ada kalanya seseorang perlu bertahan dan ada waktunya untuk memilih melepaskan.
'Bittersweet' tentang Sisi Manis dan Pahit Kehidupan
Bittersweet berangkat dari pemahaman sederhana bahwa kehidupan tidak selalu harus memiliki akhir yang sempurna.
Ada pengalaman yang datang dengan kebahagiaan sekaligus luka. Bahkan, keduanya bisa hadir dalam satu cerita yang sama.
Baca juga:
Sheryl Sheinafia Rayakan Kebebasan Lewat Lagu 'Lepas Kendali', Simak Lirik Lengkapnya
Sheryl tidak berusaha mencari jawaban dari setiap hal yang terjadi atau memaksakan segala sesuatu agar berakhir sesuai harapan. Sebaliknya, ia memilih menerima berbagai perasaan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup.
Bittersweet bercerita tentang proses membuka diri, sampai akhirnya belajar kapan harus melepaskan. Ada cinta, ketidakpastian, rasa bersalah, kelembutan, dan bagaimana kita tetap bertahan di antara semua hal yang sedang terjadi,
Sheryl Sheinafia.
Bagi Sheryl, musik selalu memiliki tempat tersendiri dalam proses memahami berbagai hal yang sedang terjadi dalam hidupnya. Karena itu, album ini terasa seperti sebuah rumah baru sekaligus perjalanan pulang.
Sembilan lagu di dalamnya menjadi ruang bagi Sheryl untuk berdamai dengan pengalaman, perasaan, serta berbagai hal yang mungkin belum sepenuhnya memiliki jawaban.
“Aku nggak membuat album ini untuk menceritakan apa yang ku rasakan. Aku membuat album ini agar aku bisa jujur dengan perjalanan hidupku. Dimana hidup kadang bisa indah, tapi bisa menyakitkan. Itulah Bittersweet” jelas Sheryl.
Baca juga:
Sheryl Sheinafia Angkat Kisah Cinta tak Terduga lewat 'Siapa Suruh Jatuh Cinta'
Sembilan Lagu dengan Warna yang Berbeda
Sembilan lagu dalam Bittersweet hadir dengan warna dan rasa yang beragam.
Jika diibaratkan, Sheryl seperti menyuguhkan sembilan permen dengan rasa berbeda dalam satu wadah. Masing-masing memiliki karakter sendiri, tetapi tetap menjadi bagian dari perjalanan yang sama.
Dalam proses pengerjaannya, Sheryl tidak berjalan sendirian. Sejumlah musisi dan teman turut mengambil bagian dalam membentuk bunyi album ini.
Refo dan Fauna membantu proses produksi di beberapa lagu, sementara Petra Sihombing ikut terlibat dalam pengerjaan Lepas Kendali.
Nama lain yang turut hadir adalah Rendy Pandugo, yang bertindak sebagai produser untuk Tenggelam.
Will Mara kemudian menggarap dua lagu, yakni Cara Pandang dan Siapa Suruh Jatuh Cinta.
Sementara itu, Sheryl berkolaborasi dengan Jo Soegono untuk Babibu, serta Rayhan Noor yang dipercaya memproduksi lagu focus track Nikmatilah.
Baca juga:
Sheryl Sheinafia Ungkap Luka yang Tak Terlihat Lewat Single 'Tenggelam'
Album Bittersweet Jadi Catatan Perjalanan Hidup Sheryl
Dengan seluruh cerita dan warna yang dibawanya, Bittersweet pada akhirnya bukan sekadar kumpulan sembilan lagu.
Album ini menjadi catatan tentang bagaimana seseorang belajar menerima kehidupan dengan segala bentuknya.
Ada hari-hari yang terasa ringan, tetapi ada pula fase yang meninggalkan luka. Keduanya tidak selalu datang secara bergantian, melainkan dapat hadir dalam waktu yang sama.
Lewat Bittersweet, Sheryl memilih untuk tidak melawan kenyataan bahwa hidup terkadang berjalan di luar rencana.
Alih-alih mencari kehidupan yang selalu manis, ia mencoba menerima rasa pahit dan manis sebagai bagian dari perjalanan.
Sebab, pada akhirnya, yang terpenting bukan bagaimana semuanya berakhir, melainkan keberanian untuk tetap melangkah setelah melewati apa pun yang datang. (Far)