MerahPutih.com - Aruma bersiap membuka lembaran baru dalam perjalanan bermusiknya melalui EP bertajuk Dan Ternyata Aku Cukup.
Karya terbaru ini tidak hanya dipersiapkan sebagai persembahan untuk para pendengar, tetapi juga menjadi ruang yang sangat personal bagi sang penyanyi. Setiap lagu di dalamnya merekam fase, pengalaman, serta berbagai perasaan yang ia lalui dalam beberapa tahun terakhir.
Dikerjakan selama kurang lebih satu tahun, Dan Ternyata Aku Cukup menghadirkan lima lagu, yakni Pura-Pura Hidup Lagi, Jalan Buntu, Senyum Pada Sepi, Semoga Nanti, dan Bulan Separuh.
Kelima lagu tersebut menjadi bagian dari perjalanan emosional Aruma yang perlahan ia rangkai menjadi satu kesatuan.
Aku merasa EP ini bukan cuma kumpulan lagu, tapi seperti potongan-potongan buku harian yang akhirnya bisa aku bagikan ke orang lain,
Aruma.
Lima Lagu, Satu Perjalanan Emosional
Meski berasal dari pengalaman dan periode kehidupan yang berbeda, lagu-lagu dalam Dan Ternyata Aku Cukup ternyata memiliki satu benang merah.
Kesemuanya berbicara tentang proses seseorang dalam belajar menerima diri dan menemukan perasaan cukup dari dalam dirinya sendiri.
Ada beberapa cerita dan perasaan yang memang sudah lama aku simpan dan akhirnya menemukan bentuknya lewat lagu, tapi ada juga lagu yang lahir dari pengalaman yang relatif baru. Menariknya, ketika semua lagu dikumpulkan, aku baru sadar kalau ternyata semuanya sedang menceritakan perjalanan yang sama,
Aruma.
Bagi Aruma, keterhubungan kelima lagu tersebut baru terasa ketika seluruh materi dikumpulkan. Pengalaman yang berbeda-beda justru bertemu dalam satu tema besar mengenai penerimaan terhadap diri sendiri.
Baca juga:
Aruma Rilis 'Pura-Pura Hidup Lagi', Awali Perjalanan Menuju EP Terbaru
Makna di Balik Dan Ternyata Aku Cukup
Judul Dan Ternyata Aku Cukup dipilih bukan tanpa alasan.
Bagi Aruma, kalimat tersebut menjadi semacam kesimpulan dari fase kehidupan yang membawanya untuk memahami makna 'rasa cukup'. Lewat perjalanan tersebut, ia mulai belajar bahwa dirinya tidak harus terus-menerus membuktikan nilai diri di hadapan orang lain.
Dulu aku sering merasa harus menjadi versi tertentu dari diriku supaya bisa dicintai, dipilih, atau dianggap cukup oleh orang lain. Tapi, kalimat 'dan ternyata aku cukup' memberiku kesadaran lain, yaitu tidak menjadikan kekurangan sebagai alasan untuk terus meragukan diri sendiri,
Aruma.
Kesadaran tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan personal Aruma. Ia mulai melihat bahwa rasa cukup tidak selalu harus datang dari pengakuan atau penilaian orang lain.
Lebih Personal Dibanding Karya Sebelumnya
Perubahan cara pandang tersebut juga terasa jika EP ini dibandingkan dengan karya sebelumnya, Bertumbuh.
Menurut Aruma, Dan Ternyata Aku Cukup hadir dengan pendekatan yang lebih dekat, personal, sekaligus introspektif.
“Kalau dulu aku banyak bertanya, ‘Aku harus menjadi siapa?’ atau ‘Aku harus ke mana?’, sekarang aku mulai sampai di titik aku bisa bilang, ‘Mungkin aku tidak perlu menjadi siapa-siapa selain diriku sendiri,” ungkap Aruma.
Perubahan itu tidak hanya hadir dalam cerita yang disampaikan, tetapi juga dalam pendekatan musiknya.
Aruma merasa semakin berani untuk mengeksplorasi warna-warna musikal yang lebih intim dan memiliki kedekatan dengan pengalaman yang ingin ia ceritakan. Eksplorasi tersebut menjadi bagian dari fase baru yang ingin ia tunjukkan melalui EP ini.
Dua Tahun Menjalani Proses
Kehadiran Dan Ternyata Aku Cukup juga berjarak sekitar dua tahun dari EP sebelumnya.
Bagi Aruma, jeda tersebut menjadi bagian penting dari prosesnya menjalani kehidupan dan mengumpulkan pengalaman sebelum akhirnya menerjemahkannya ke dalam musik.
Ia merasa tidak semua pengalaman bisa langsung dituangkan menjadi sebuah lagu. Ada cerita-cerita yang membutuhkan waktu untuk benar-benar dipahami sebelum akhirnya dapat disampaikan dengan jujur.
“Jadi, jeda ini sebenarnya bukan karena aku berhenti berkarya, tapi karena aku sedang menjalani hidup dan mengumpulkan cerita. Dan ketika akhirnya aku merasa punya sesuatu yang ingin aku sampaikan, lagu-lagu ini datang dengan sendirinya. Kalau di tahun 2024, aku merilis EP dan album hanya selang beberapa bulan, kali ini, aku tidak memaksakan diri untuk mengulang pola yang sama. Aku lebih ingin menikmati setiap proses dan memastikan setiap karya yang keluar memang punya cerita dan alasan untuk hadir.”
Bagi Aruma, proses kreatif kali ini bukan tentang mengejar pola perilisan sebelumnya. Ia memilih memberikan ruang bagi pengalaman hidup untuk terlebih dahulu menemukan bentuknya sebelum dituangkan menjadi karya.
Baca juga:
Single 'Cendana' dari Aruma Angkat Cerita Kenangan yang Terus Membekas, Simak Lirik Lengkapnya
Berharap Pendengar Menemukan Ceritanya Sendiri
Dari perjalanan tersebut, Aruma berharap para pendengarnya juga dapat menemukan bagian dari pengalaman mereka sendiri di dalam lima lagu yang hadir dalam EP ini.
Setiap judul membawa cerita dan perasaan yang berbeda, tetapi tetap berada dalam perjalanan yang sama: tentang bertahan, menerima, berdamai, dan perlahan menemukan rasa cukup.
“Mulai dari mereka yang sedang berusaha Pura-Pura Hidup Lagi, merasa berada di Jalan Buntu, belajar berdamai lewat Senyum Pada Sepi, masih menyimpan harapan dalam Semoga Nanti, hingga mereka yang pernah merasa seperti Bulan Separuh alias belum benar-benar merasa utuh.”
Lewat Dan Ternyata Aku Cukup, Aruma seolah tidak sedang menawarkan jawaban atas seluruh pertanyaan dalam hidup.
EP ini justru menjadi catatan tentang proses yang masih terus berjalan. Tentang seseorang yang pernah merasa kurang, sempat mencari berbagai jawaban di luar dirinya, lalu perlahan menyadari bahwa menerima diri sendiri mungkin menjadi salah satu perjalanan paling penting yang harus ditempuh.
Kelima lagu dalam EP tersebut pada akhirnya menjadi potongan-potongan cerita yang personal bagi Aruma. Namun, ia berharap cerita itu dapat menemukan makna baru ketika sampai ke telinga para pendengarnya. (Far)