MERAHPUTIH.COM - TUJUH tahun setelah pertama kali dipertemukan sebagai kelompok musik yang mengiringi pementasan Hindia, Lomba Sihir kini bersiap merayakan perjalanan mereka dalam sebuah pertunjukan berskala besar. Kolektif asal Jakarta yang kemudian berdiri sebagai grup mandiri pada 2021 ini akan mempertemukan Natasha Udu (vokal), Rayhan Noor (vokal, gitar), Enrico Octaviano (drum), Tristan Juliano (kibor), dan Hindia (vokal) dalam Konser Ujung Dunia.
Bekerja sama dengan promotor Northstar Entertainment, Lomba Sihir akan menggelar konser tersebut di GBK Basketball Hall, Jakarta, pada 21 November 2026. Pertunjukan ini diposisikan sebagai perayaan atas kebersamaan sekaligus perjalanan mereka bersama para penggemar selama beberapa tahun terakhir.
Penjualan tiket akan dibuka melalui dua tahap. Fan presale diperuntukkan bagi mereka yang telah bergabung dalam WhatsApp Group Peserta Lomba Sihir dan dimulai pada 5 Agustus. Sementara itu, penjualan umum atau general sale akan dibuka pada 8 Agustus melalui situs Lombasihiryes.com.
“Konser Ujung Dunia ini merayakan Lomba Sihir yang masih seumur jagung sekaligus menjadi persembahan untuk penggemar kami, Peserta Lomba Sihir, yang sudah bersama kami selama lima tahun,” kata Udu.
Baca juga:
Lomba Sihir Rilis Single Baru 'Di Seberang', Penuh Makna tentang Kehilangan dan Proses Ikhlas
Rayhan melihat konser ini bukan sekadar perayaan bagi Lomba Sihir, melainkan juga kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang selama ini menjadikan karya mereka sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. “Sudah banyak karya kami yang jadi bagian hidup banyak orang. Kami ingin ini menjadi selebrasi bersama.”
Selama perjalanan kariernya, Lomba Sihir memang telah beberapa kali tampil dalam pertunjukan sendiri, di samping kehadiran mereka di berbagai festival besar yang menjadi salah satu wilayah bermain mereka. Namun, Konser Ujung Dunia akan membawa Lomba Sihir ke sebuah skala yang belum pernah mereka coba sebelumnya.
Pertunjukan tersebut akan dikemas dengan desain panggung yang konseptual serta tata artistik yang dirancang untuk merepresentasikan perjalanan Lomba Sihir selama lima tahun terakhir. Dengan demikian, konser ini tidak hanya mengandalkan rangkaian lagu, tetapi juga mencoba membangun sebuah pengalaman visual dan artistik yang utuh.
Baskara Putra alias Hindia melihat kesempatan tersebut sebagai ruang baru bagi Lomba Sihir untuk bereksperimen dalam menghadirkan pertunjukan. “Lomba Sihir belum pernah mencoba pertunjukan dalam skala seperti ini. Saya sangat menunggu hasilnya seperti apa saat tim kami diberikan akses untuk mengolah rangkaian ini,” katanya.
Dari sisi musikal, Lomba Sihir telah menyiapkan lebih dari 20 lagu untuk dibawakan dalam Konser Ujung Dunia. Setlist tersebut akan mengambil materi dari dua album yang telah mereka rilis sejauh ini, yakni Selamat Datang di Ujung Dunia (2021) dan Obrolan Jam 3 Pagi (2025).
Sejumlah lagu yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan mereka seperti Hati dan Paru-Paru, Mungkin Takut Perubahan, Semua Orang Pernah Sakit Hati, Ribuan Memori, Selamanya, hingga Andai Saja akan masuk dalam perayaan tersebut.
Tidak berhenti di lagu-lagu lama, Lomba Sihir juga akan membawa materi terbaru dari Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi. Edisi perpanjangan dari album kedua tersebut dijadwalkan dirilis pada 9 September, sehingga para Peserta Lomba Sihir masih memiliki cukup waktu untuk mengenal dan menghafalkan lagu-lagu barunya sebelum konser berlangsung.
Di Seberang menjadi salah satu lagu baru yang dipastikan hadir, bersama sejumlah materi lain dari Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi.
Enrico mengatakan Lomba Sihir ingin menjadikan konser ini sebagai kesempatan untuk memperlihatkan berbagai sisi musikal yang mereka miliki. Spektrum tersebut diharapkan dapat dirasakan langsung oleh para penonton yang datang ke GBK Basketball Hall. “Kami akan mencoba membawa semua Peserta Lomba Sihir yang datang untuk bisa merasakan banyak spektrum yang Lomba Sihir punya,” katanya.
Tristan menjanjikan pengalaman yang berbeda, terutama bagi mereka yang sudah mengikuti perjalanan Lomba Sihir dan akrab dengan lagu-lagu mereka. Selain menghadirkan sejumlah lagu yang jarang dimainkan secara langsung, Lomba Sihir juga akan memberikan sentuhan baru melalui aransemen yang berbeda. “Spesial di konser ini akan ada banyak lagu yang jarang dibawakan dan pastinya dengan aransemen baru,” jelasnya.
Pada akhirnya, Konser Ujung Dunia menjadi semacam titik temu antara Lomba Sihir dan para Peserta Lomba Sihir. Bagi grup tersebut, konser ini merupakan kesempatan untuk melihat kembali perjalanan yang telah mereka tempuh sejak pertama kali terbentuk hingga berkembang menjadi salah satu nama penting dalam lanskap musik Indonesia.
Untuk tiketnya, Konser Ujung Dunia menyediakan dua kategori. Tiket festival dengan posisi berdiri dibanderol Rp 450.000, sedangkan kategori tribune dengan posisi duduk dijual seharga Rp 650.000. Penonton juga dapat menambahkan Premium Add On dengan harga Rp 450.000.(Far)
Baca juga:
Lomba Sihir Rilis Versi Baru Lagu 'Melompat Lebih Tinggi' Milik Sheila On 7