MERAHPUTIH.COM — ZARA Larsson mengecam Gedung Putih karena memakai salah satu lagu hitnya dalam sebuah video reel. Larsson menyebut video itu tidak manusiawi.
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson. Lagu itu kini telah dihapus dari unggahan tersebut. Namun, videonya masih dapat dilihat di akun TikTok Gedung Putih.
Video tersebut diberi keterangan ‘never ending deportations’ (deportasi tanpa akhir), permainan kata yang memplesetkan lirik lagu Larsson, ‘never-ending midnight sun’.
Dalam video reaksi berdurasi tiga menit yang diunggah di media sosial, Larsson menggambarkan klip tersebut sebagai sesuatu yang tidak manusiawi. Ia bergabung dengan deretan penyanyi lain, termasuk Sabrina Carpenter dan Ariana Grande, yang melarang pemerintahan Trump menggunakan musik mereka.
Video tak Manusiawi
Reel tersebut menggabungkan beberapa video petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) serta personel penegak hukum AS lainnya yang sedang memborogol para pria dan memasukkan mereka ke kendaraan. Larsson mengunggah ulang sebagian dari klip asli tersebut, lalu memotong ke video selfie dirinya yang membentuk huruf 'L' di dahi menggunakan jarinya.
Dalam video reaksi yang telah ditonton lebih dari 4,2 juta kali di TikTok itu, ia memberi tahu para pengikutnya bahwa video Gedung Putih tersebut sangat tidak manusiawi.
"Orang-orang di dalam video ini, mereka ialah manusia nyata. Sebagian besar dari mereka yang tidak memiliki dokumen ini adalah orang biasa yang memiliki pekerjaan dan hanya berusaha mendapatkan masa depan yang lebih baik,” ujar Larsson.
Larssong menyebut Gedung Putih sangat gila karena menjadikan segala sesuatunya sebagai meme dan dianggap lelucon. Lebih jauh, ia menuduh Gedung Putih memanfaatkan lagunya untuk memicu perpecahan, padahal lirik lagu tersebut menurut Larsson mencerminkan hubungan antara manusia dan alam.
Gedung Putih Sering Pakai Lagu tanpa Izin
Awal tahun ini, Larsson juga mengecam video Presiden Donald Trump yang sedang menari di berbagai acara dengan latar lagu hits miliknya, Lush Life.
Akun media sosial Gedung Putih telah dipaksa menghapus berbagai lagu dari linimasa mereka menyusul teguran dari para seniman. Lagu musiman Taylor Swift, August, menghilang dari reel yang dibagikan pemerintahan Trump pada Agustus. Sementara itu, salah satu lagu Olivia Rodrigo juga dihapus dari video setelah sang penyanyi mengecam penggunaannya yang ia sebut sebagai ‘propaganda kebencian’.
Sabrina Carpenter dan Ariana Grande juga telah memperingatkan pemerintahan Trump dalam insiden terpisah agar tidak menggunakan musik mereka dalam konten media sosial setelah Gedung Putih mengunggah video yang menampilkan lagu-lagu mereka.(dwi)