MerahPutih.com - Clubwater, band indiepop asal Bandung, kembali menyapa pendengar lewat single terbaru mereka berjudul Cherry Lies.
Lagu tersebut dirilis melalui Tarsius Records, sub-label dari Anoa Records, sekaligus menjadi pembuka menuju album penuh kedua Clubwater yang dijadwalkan hadir pada Oktober 2026.
Tumbuh dari skena indiepop Bandung, Clubwater membawa Cherry Lies dengan berbagai elemen yang menjadi daya tarik musik indiepop, mulai dari melodi yang menyenangkan, permainan gitar yang khas, hingga lirik yang berbicara apa adanya tentang sisi lain sebuah hubungan.
Di balik kesan manis yang ditampilkan, lagu ini justru bercerita tentang cinta yang tidak selalu dibangun dari kejujuran dan ketulusan.
Cherry Lies bercerita tentang hubungan terlihat manis dari luar, tapi sarat bohong dan kecewa. Tidak semua seperti yang kita percaya,
Vokalis Clubwater, Ebbie.
Perjalanan Panjang Clubwater di Skena Indiepop
Perjalanan Clubwater sebagai band indiepop telah berlangsung cukup panjang. Berdiri sejak 2013, mereka memiliki sejumlah rilisan penting, salah satunya Happiness / You yang dirilis pada 2014 melalui Shiny Happy Records.
Baca juga:
DUA Rilis Single 'Let Go', Lagu tentang Berani Melepaskan dan Menghargai Diri
Enam tahun kemudian, Clubwater merilis album self-titled yang memuat delapan lagu. Album tersebut kemudian diterbitkan kembali dalam format kaset oleh Untune Records pada 2025, lengkap dengan sejumlah bonus track.
formula musik kami sederhana, pop dengan gitar jangly, melodi kuat, dan lirik personal,
Basis Clubwater, Handi.
Karakter tersebut kembali terasa dalam Cherry Lies, yang menjadi bagian penting dari perjalanan Clubwater menuju album penuh kedua mereka.
'Cherry Lies' Direkam dari Ruang-Ruang Dekat Keseharian
Proses produksi Cherry Lies terbilang sederhana dan memanfaatkan ruang-ruang yang dekat dengan keseharian para personel Clubwater.
Baca juga:
Ray Shabir Resmi Debut Lewat Single 'Falling', Bawa Dunia Kepenyairan ke Musik
Rekaman vokal dan sejumlah bagian musik dilakukan di rumah Ebbie. Sementara itu, take bass dikerjakan Handi di kantornya di sela waktu istirahat.
Untuk mempermudah proses pertukaran materi, para personel juga memanfaatkan aplikasi BandLab. Dengan cara tersebut, masing-masing anggota dapat bertukar hasil rekaman instrumen dengan lebih mudah.
Durasi produksi Cherry Lies kurang lebih tiga minggu, tapi materi ini sudah kami mulai rampungkan sepulang kami manggung di Jakarta Pop Fest (festival dua harian berisikan band-band indiepop di Jakarta & Bandung), sekitar pertengahan Juni,
Gitaris Clubwater, Sendy.
Pengaruh Indiepop hingga Sarah Records
Secara musikal, Clubwater banyak menyerap pengaruh dari sejumlah nama dalam ranah indiepop dan alternative pop. Beberapa di antaranya adalah The Field Mice, Blueboy, The Ocean Blue, The Smiths, hingga Galaxie 500.
Selain nama-nama tersebut, kultur Sarah Records, label legendaris asal Inggris yang menjadi rumah bagi banyak band indiepop pada era 1980-an hingga 1990-an, juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter musik Clubwater.
Bisa dibilang kami tumbuh di scene indiepop Bandung yang lebih banyak tentang musik, pertemanan, dan kebebasan untuk tetap membuat sesuatu dengan cara kami sendiri,
Gitaris Clubwater, Rega.
(Far)