Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Anies Larang ASN Pemprov DKI Terima Parsel Lebaran

Andika Pratama - Sabtu, 01 Juni 2019

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI menerima ratifikasi baik berbentuk uang, bingkisan atau parsel maupun fasilitas atau pemberian lainnya saat Idul Fitri 1440 Hijriah.

"Sekda Provinsi DKI Jakarta sudah membuat Surat Edaran Nomor 42 Tahun 2019 yang intinya adalah seluruh jajaran pemprov dilarang menerima gratifikasi baik berbentuk uang, bingkisan atau parsel maupun fasilitas atau pemberian lainnya," ujarnya di Lapangan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat, Sabtu (1/6)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memantau kondisi arus mudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Sabtu, (01/06/2019) (Boyke Ledy Watra)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memantau kondisi arus mudik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Sabtu, (01/06/2019) (Boyke Ledy Watra)

Hal itu, menurut dia, terutama yang berhubungan dengan jabatan atau berlawanan dengan kewajiban. Mereka semua yang telanjur sudah menerima parsel harus dilaporkan, termasuk parsel yang ditolak harus dilaporkan.

BACA JUGA: Politisasi SARA dan Ujaran Kebencian Marak, Pengamat: Demokrasi Indonesia Suram

BACA JUGA: Bela Soenarko, JS Prabowo: Menko Polhukam Kakinya Nggak Pernah Berlumpur

Ia mengatakan jika pemberian itu bentuknya makanan atau barang-barang yang mudah rusak atau minuman bisa diteruskan ke panti-panti sosial kemudian dilaporkan juga.

"Dilaporkan ke UPG (Unit Pengendalian Gratifikasi) di Pemprov DKI Jakarta. Kita di DKI Jakarta tahun lalu menang nomor satu di Indonesia di dalam pengendalian gratifikasi," kata Anies dilansir Antara.

Gubernur menjelaskan yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta sesuai dengan edaran yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ilustrasi Gratifikasi
Ilustrasi Gratifikasi

Sebelumnya Pemprov DKI juga punya tradisi menjelang Lebaran memberikan parsel, tetapi karena aturannya sekarang tidak boleh maka harus diikuti, suka tidak suka, setuju tidak setuju itu sudah aturan.

"Nah bagi di luar pemerintahan silakan, tapi yang berada di pemerintahan kita harus ikut pada aturan, karena kita berseragam nih," pungkasnya. (*)

Baca Artikel Asli