KPK Ungkap Capaian Terbaru: 12 OTT, Puluhan Perkara, dan Aset Bernilai Ratusan Miliar

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 30 Juli 2026
KPK Ungkap Capaian Terbaru: 12 OTT, Puluhan Perkara, dan Aset Bernilai Ratusan Miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: MP/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat peningkatan signifikan dalam kinerja penindakan sepanjang semester I 2026. Jumlah operasi tangkap tangan (OTT) melonjak dibandingkan periode yang sama tahun lalu, disertai kenaikan jumlah perkara yang berhasil dilimpahkan ke pengadilan.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan, Kamis (30/7), sepanjang Januari hingga Juni 2026 lembaganya menggelar 12 kegiatan penyelidikan tertutup yang berujung pada operasi tangkap tangan.

"Jumlah kegiatan tertangkap tangan hingga pertengahan tahun ini meningkat signifikan dibandingkan semester I 2025," ujar Setyo saat menyampaikan laporan capaian kinerja Semester I 2026 di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/7).

OTT Digelar di Berbagai Daerah dan Instansi

Operasi tangkap tangan tersebut dilakukan di tujuh pemerintah daerah, yakni Kabupaten Pati, Kota Madiun, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Muara Enim.

Selain pemerintah daerah, KPK juga melakukan penindakan di KPP Madya Jakarta, KPP Pratama Banjarmasin, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Pengadilan Negeri Depok, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Sebagai perbandingan, pada semester I 2025 KPK hanya melaksanakan dua operasi tangkap tangan, yakni di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan Provinsi Sumatera Utara.

Baca juga:

KPK Pamerkan Barang Bukti OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Senilai Rp2,7 Miliar

Tidak hanya jumlah OTT, kinerja penindakan KPK juga menunjukkan tren peningkatan.

Sepanjang semester I 2026, KPK melimpahkan 76 perkara ke pengadilan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 46 perkara.

Menurut Setyo, pemberantasan korupsi tidak hanya berfokus pada penangkapan pelaku, tetapi juga pada upaya mengembalikan kerugian negara melalui pemulihan aset.

KPK berprinsip pemberantasan korupsi tidak sekadar memenjarakan pelaku, tetapi juga memulihkan kerugian negara melalui asset recovery,

Ketua KPK, Setyo Budiyanto.

Setor Hampir Rp 60 Miliar ke Kas Negara

Melalui Direktorat Labuksi, KPK berhasil menyetorkan Rp 59,99 miliar ke kas negara dari hasil lelang 117 aset rampasan.

Aset yang dilelang meliputi tanah, bangunan, apartemen, logam mulia, hingga berbagai barang mewah yang berasal dari perkara tindak pidana korupsi.

Selain itu, aset senilai Rp 229,817 miliar telah dialihkan status penggunaannya kepada sejumlah instansi pemerintah.

Di antaranya adalah rumah sitaan kasus Rafael Alun Trisambodo senilai Rp42,2 miliar yang kini digunakan untuk operasional KPK, serta aset perkara Angin Prayitno Aji senilai lebih dari Rp40,9 miliar yang dimanfaatkan oleh Kejaksaan RI dan BP2MI.

Baca juga:

Banyak Bupati Kena OTT, Mendagri Ungkit Gaji Kepala Daerah 26 Tahun Tidak Berubah

Lulusan Akpol 1989 itu menegaskan bahwa pendekatan asset recovery akan terus menjadi salah satu strategi utama KPK dalam pemberantasan korupsi.

Melalui pendekatan tersebut, hasil tindak pidana korupsi diharapkan tidak lagi dinikmati para pelaku, melainkan dapat dikembalikan untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat. (Pon)

#KPK #Ott Kpk #Aset Negara #Kasus Korupsi #Gratifikasi #Kasus Suap
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Momen Menteri ATR/BPN Nusron Wahid usai Jalani Pemeriksaan KPK sebagai Saksi
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid meninggalkan Gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 04 November 2026
Momen Menteri ATR/BPN Nusron Wahid usai Jalani Pemeriksaan KPK sebagai Saksi
Indonesia
Kelar Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap HGB Bogor, Nusron Wahid: Saya Pejabat!
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid penuhi panggilan KPK terkait kasus dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek fakta pemeriksaan dan daftar tersangkanya di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 November 2026
Kelar Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap HGB Bogor, Nusron Wahid: Saya Pejabat!
Berita Foto
Sidang Lanjutan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Tipikor Jakarta
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Didik Setiawan - Senin, 02 November 2026
Sidang Lanjutan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Tipikor Jakarta
Indonesia
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
KPK resmi menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus suap pejabat Bea Cukai Kemenkeu. Simak update selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
Indonesia
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
KPK menggeledah kantor DLH Klaten pada Kamis (29/10). Penyidik KPK membawa dua koper berisi barang bukti.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Berita Foto
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi izin tinggal WNA, Silmy Karim mengikuti sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 29 Oktober 2026
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
Indonesia
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Ruwiya mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai barang atau data yang dibawa tim KPK dari kantor tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Indonesia
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Di tengah kegiatan penggeledahan, aktivitas pelayanan dan pekerjaan pegawai di kantor tersebut masih berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Indonesia
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
KPK masih merahasiakan jadwal pemanggilan ketiga Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek info selengkapnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Bagikan