KPK Kembali Panggil Bebizie, Diperiksa sebagai Saksi Kasus Rita Widyasari

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
KPK Kembali Panggil Bebizie, Diperiksa sebagai Saksi Kasus Rita Widyasari

Bebizie menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. (Foto: Dok. Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil anggota DPRD DKI Jakarta Bebizie Sri Mulyati atau Bebizie (BBZ) untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam pengembangan perkara yang berkaitan dengan mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan pemeriksaan terhadap Bebizie dijadwalkan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (17/9). Pemanggilan tersebut merupakan lanjutan dari pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan pada 13 Agustus 2026.

Pemeriksaan diagendakan bertempat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, atas nama BBZ,

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Meski demikian, berdasarkan data yang dimiliki KPK, nama Bebizie belum tercantum dalam daftar kehadiran saksi untuk pemeriksaan pada Kamis tersebut. Laporan pada hari yang sama juga menyebut Bebizie belum hadir di Gedung Merah Putih KPK hingga siang hari.

Pemeriksaan Bebizie Berkaitan dengan Perkara Rita Widyasari

Pemeriksaan terhadap Bebizie menjadi bagian dari proses penyidikan KPK dalam perkara yang berkaitan dengan Rita Widyasari.

Pada pemeriksaan sebelumnya, 13 Agustus 2026, Bebizie diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dalam pengembangan perkara dugaan gratifikasi per metrik ton produksi batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam perkembangan terbaru, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan Bebizie sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Kabupaten Kutai Kartanegara untuk tersangka Rita Widyasari.

Baca juga:

Bebizie Diperiksa KPK soal Honor Nyanyi di Kaltim, Terkait Kasus Rita Widyasari

Berawal dari Perkara Gratifikasi Rita Widyasari

Kasus yang dikembangkan KPK tersebut bermula pada 28 September 2017 ketika lembaga antirasuah menetapkan Rita Widyasari, Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun, serta Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi.

Pada perkara awal tersebut, Rita diduga menerima gratifikasi yang berkaitan dengan pemberian izin lokasi perkebunan kelapa sawit kepada PT Sawit Golden Prima. Lokasi perkebunan tersebut berada di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Penyidikan kemudian diperluas oleh KPK. Pada 16 Januari 2018, Rita bersama Khairudin kembali ditetapkan sebagai tersangka, kali ini dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Baca juga:

Anggota DPRD DKI Bebizie Akui Terima Uang Rita Widyasari Waktu Masih Jadi Penyanyi

KPK Dalami Aliran Dana dari Batu Bara

Perkembangan perkara berlanjut pada 19 Februari 2025. KPK mengungkap adanya dugaan aliran dana yang diterima Rita dari sektor pertambangan batu bara. Nilainya disebut mencapai sekitar 5 dolar Amerika Serikat untuk setiap metrik ton batu bara.

Setahun berselang, tepatnya 19 Februari 2026, KPK menetapkan tiga perusahaan sebagai tersangka dalam pengembangan perkara dugaan gratifikasi yang berkaitan dengan produksi batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Tiga korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut yakni PT Sinar Kumala Naga, PT Alamjaya Barapratama, dan PT Bara Kumala Sakti.

Baca juga:

Diperiksa KPK, Bebizie Komitmen Kembalikan Uang yang Diduga Mengalir dari PT BKS

Penyidikan Masih Berjalan

Pemanggilan Bebizie menjadi bagian dari proses penyidikan yang masih dilakukan KPK untuk mendalami perkara tersebut, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan aliran dana dalam kasus yang dikembangkan dari perkara Rita Widyasari.

Dalam pemeriksaan sebelumnya, Bebizie diketahui diperiksa selama sekitar tujuh jam dan penyidik antara lain mendalami dugaan aliran uang dari PT Bara Kumala Sakti, salah satu tersangka korporasi dalam perkara tersebut. (Far)

#Bebizie #KPK #Rita Widyasari #TPPU
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
KPK resmi menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus suap pejabat Bea Cukai Kemenkeu. Simak update selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
Indonesia
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
KPK menggeledah kantor DLH Klaten pada Kamis (29/10). Penyidik KPK membawa dua koper berisi barang bukti.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Indonesia
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Ruwiya mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai barang atau data yang dibawa tim KPK dari kantor tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Indonesia
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Di tengah kegiatan penggeledahan, aktivitas pelayanan dan pekerjaan pegawai di kantor tersebut masih berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Indonesia
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
KPK masih merahasiakan jadwal pemanggilan ketiga Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek info selengkapnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Sestama BNPB Rustian kembali diperiksa KPK terkait dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana usai sempat dilepas saat OTT. Cek faktanya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Indonesia
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
KPK mengusulkan RUU Perampasan Aset agar berwenang menyita harta pejabat yang tidak dilaporkan di LHKPN. Simak ulasan dan fakta hukum lengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
Berita Foto
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Tersangka Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WBE) Suhendrik, usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Oktober 2026
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Indonesia
Geledah Kantor BPK dan 2 Rumah di Jateng, KPK Menyita Uang Diduga Hasil Korupsi
Kasus tersebut bermula ketika KPK melakukan operasi tangkap tangan dengan menangkap Hamenang, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Jawa Tengah
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Geledah Kantor BPK dan 2 Rumah di Jateng, KPK Menyita Uang Diduga Hasil Korupsi
Bagikan