MerahPutih.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid ternyata telah melayangkan surat pengunduran diri secara resmi dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu
Keputusan pengunduran diri Nusron itu selama ini tersimpan rapi dari jangkauan publik dan baru dibuka Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, kepada media, Sabtu (19/9).
Saudara Nusron memang sudah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu,
Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia
Baca juga:
Ditanya Soal Kasus KPK dan Kabar Menghilang, Jawaban Nusron Wahid Jadi Sorotan
Sudah Masuk Meja Ketum Golkar Sebelum Heboh OTT KPK
Ahmad Doli menjelaskan permohonan mundur dari Nursron itu sudah masuk ke meja pimpinan partai Golkar jauh sebelum dinamika hukum proses OTT KPK yang menyasar petinggi kementerian ATR/BPN.
Namun, petinggi Golkar itu mengaku tidak tahu pasti alasan Nursron mundur dari jabatan struktural pengurus partai beringin
Saya belum tahu pasti alasan utama pengunduran dirinya dari kepengurusan partai,
Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia
Baca juga:
Kasus ATR/BPN, KPK Jelaskan Pertimbangan Belum Geledah Ruangan Nusron Wahid
Posisi Strategis di Partai dan Klarifikasi Tegas Terkait Kasus Hukum
Dalam susunan kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2024–2029, Nusron Wahid sejatinya memegang peranan krusial sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.
Nama menteri Kabinet Merah Putih itu memang ramai diperbincangkan publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Kementerian ATR/BPN terkait dugaan suap Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk pekan lalu.
Merespons kabar simpang siur yang mengaitkan namanya itu, Nusron menegaskan sama sekali tidak mengetahui duduk perkara maupun aliran dana dari kasus OTT. (Asp)