MerahPutih.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia disebut tidak akan maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2029.
Sekjen Partai Golkar Sarmuji mengatakan Bahlil akan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg).
Baca juga:
Sarmuji mengatakan Bahlil ingin memberi contoh kepada para menteri dari Partai Golkar agar ikut bertanggung jawab meningkatkan perolehan kursi partai di DPR.
Pak Bahlil akan maju sebagai caleg,
kata Sarmuji dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (20/9).
Sarmuji menyebut Bahlil telah menyampaikan rencana maju sebagai caleg dari Papua dalam rapat internal Golkar. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya Bahlil ikut memperkuat perolehan kursi Golkar di parlemen.
Respons Komentar Zulhas
Pernyataan mengenai rencana Bahlil ini disampaikan setelah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas menyinggung soal Pilpres 2029 dalam acara HUT ke-28 PAN di JCC, Jakarta, Jumat (18/9).
Baca juga:
Baru Dibuka ke Publik, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari DPP Golkar
Saat itu, Zulhas mengatakan dirinya dan Bahlil kemungkinan tidak akan maju sebagai capres. Sementara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin disebut masih mempertimbangkan untuk maju.
Pak Bahlil sama saya mungkin enggak nyapres. Kalau Pak Muhaimin masih mikir-mikir, Pak,
kata Zulhas.
Pernyataan itu disampaikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Bahlil yang berada di lokasi tampak tertawa, sedangkan Cak Imin merespons dengan mengangkat tangan.
Baca juga:
Zulhas kemudian melanjutkan gurauannya dengan mengatakan dirinya dan Bahlil sepakat agar Prabowo tetap menjadi presiden.
"Sahabat kami, Ketua Umum Partai Golkar Saudara Bahlil Lahadalia. Pak Bahlil, jadi ketum ini berat juga ya. Ketum partai berat. Apalagi jadi Presiden, Pak. Ketum saja berat. Apalagi jadi Presiden. Jadi saya kira saya dan Pak Bahlil sepakat, Presiden biar Pak Prabowo saja ya, Pak. Cocok?" imbuh Zulhas. (Pon)