Capaian Dewas KPK Tembus 94,12 Persen, Tinggal Sedikit Rekomendasi yang Belum Tuntas

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Capaian Dewas KPK Tembus 94,12 Persen, Tinggal Sedikit Rekomendasi yang Belum Tuntas

Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: MerahPutih.com/Ponco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan tindak lanjut rekomendasi hasil Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) telah mencapai 94,12 persen hingga Semester I 2026. Dari 34 kesimpulan yang telah memasuki tenggat penyelesaian, 32 rekomendasi berhasil dituntaskan tepat waktu.

Anggota Dewas KPK Benny Mamoto mengatakan, Senin (3/8), masih terdapat sejumlah rekomendasi yang saat ini dalam proses penyelesaian oleh unit kerja terkait di lingkungan KPK.

Penanganan pengaduan masyarakat atas pelaksanaan tugas KPK. Selama semester satu tahun 2026, Dewas KPK menerima 65 laporan pengaduan masyarakat non-etik yang menyoroti pelaksanaan tugas dan wewenang KPK,

Anggota Dewas KPK, Benny Mamoto.

Dalam pemaparannya, Benny menjelaskan seluruh empat rekomendasi yang ditujukan kepada pimpinan KPK telah selesai dilaksanakan.

Pada bidang penindakan dan eksekusi, terdapat 17 rekomendasi. Sebanyak 12 rekomendasi telah diselesaikan, sementara lima rekomendasi lainnya masih dalam proses.

Di bidang koordinasi dan supervisi, terdapat tujuh rekomendasi, dengan rincian empat rekomendasi telah rampung dan tiga rekomendasi masih berjalan.

Baca juga:

Dewas KPK Bakal Periksa Staf Administrasi Berstatus Anggota Polri yang Jadi Tersangka Pemerasan

Sementara itu, bidang pencegahan dan monitoring menuntaskan seluruh dua rekomendasi yang menjadi tanggung jawabnya. Capaian serupa juga dicatat bidang pendidikan dan peran serta masyarakat yang telah menyelesaikan satu rekomendasi.

Adapun bidang informasi dan data berhasil menuntaskan dua dari tiga rekomendasi yang diterima. Di sisi lain, Sekretariat Jenderal KPK telah menyelesaikan sembilan dari total 15 rekomendasi yang harus ditindaklanjuti.

Secara keseluruhan, terdapat 49 rekomendasi hasil Rakorwas. Hingga Semester I 2026, 34 rekomendasi telah selesai dilaksanakan, sedangkan 15 rekomendasi lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Baca juga:

Dewas Telusuri Isi Ponsel Pegawai KPK Tersangka Dugaan Pemerasan di Pemalang

Dewas KPK Terima 65 Aduan Nonetik

Selain mengevaluasi pelaksanaan rekomendasi Rakorwas, Dewas KPK juga menerima 65 laporan pengaduan masyarakat nonetik yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas KPK selama Semester I 2026.

Dari jumlah tersebut, 48 laporan telah dijawab secara resmi kepada pelapor. Kemudian 11 laporan diarsipkan setelah melalui proses verifikasi, sementara enam laporan diteruskan kepada unit kerja terkait untuk ditindaklanjuti.

"Saat ini hanya tersisa satu laporan pengaduan masyarakat yang masih berada dalam proses penanganan Dewas KPK," pungkasnya. (Pon)

#Dewas KPK #KPK #Kasus Korupsi #Kasus Suap #Gratifikasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kelar Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap HGB Bogor, Nusron Wahid: Saya Pejabat!
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid penuhi panggilan KPK terkait kasus dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek fakta pemeriksaan dan daftar tersangkanya di sini!
Angga Yudha Pratama - 8 menit lalu
Kelar Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap HGB Bogor, Nusron Wahid: Saya Pejabat!
Berita Foto
Sidang Lanjutan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Tipikor Jakarta
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Didik Setiawan - Senin, 02 November 2026
Sidang Lanjutan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Tipikor Jakarta
Indonesia
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
KPK resmi menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus suap pejabat Bea Cukai Kemenkeu. Simak update selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
Indonesia
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
KPK menggeledah kantor DLH Klaten pada Kamis (29/10). Penyidik KPK membawa dua koper berisi barang bukti.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Berita Foto
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi izin tinggal WNA, Silmy Karim mengikuti sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 29 Oktober 2026
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
Indonesia
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Ruwiya mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai barang atau data yang dibawa tim KPK dari kantor tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Indonesia
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Di tengah kegiatan penggeledahan, aktivitas pelayanan dan pekerjaan pegawai di kantor tersebut masih berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Indonesia
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
KPK masih merahasiakan jadwal pemanggilan ketiga Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek info selengkapnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Sestama BNPB Rustian kembali diperiksa KPK terkait dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana usai sempat dilepas saat OTT. Cek faktanya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Bagikan