Merahputih.com - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti berjabat tangan dengan Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun sebelum RDPU FIt and Proper Tes Calon Gubernur BI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Destry Damayanti menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Komisi XI DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Destry serta dua kandidat Deputi Gubernur Senior BI, yakni Solikhin M. Juhro dan M. Anwar Bashori.
Setelah uji kelayakan dan kepatutan terhadap ketiga kandidat selesai, Komisi XI DPR akan menggelar rapat panitia kerja (panja) untuk membahas, memutuskan, dan mengesahkan nama-nama calon tersebut.
Uji kelayakan dan kepatutan ini digelar setelah Surat Presiden (Supres) mengenai calon Gubernur BI dibacakan dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (18/8/2026). Melalui surat tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI.
Kursi Gubernur BI kosong setelah Perry Warjiyo mengakhiri masa jabatannya pada 25 Juli 2026. Di tengah masa transisi tersebut, nama Destry Damayanti muncul sebagai kandidat yang diusulkan untuk memimpin bank sentral.
Destry bukan sosok baru dalam dunia ekonomi dan keuangan. Ia telah berkarier lebih dari dua dekade di berbagai institusi strategis, mulai dari menjadi penasihat ekonomi, ekonom di perusahaan sekuritas dan perbankan, hingga anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Destry menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019. Setelah kembali dipercaya menduduki posisi tersebut, ia juga mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Pjs) Gubernur BI. (Foto: MP/Didik Setiawan).