MerahPutih.com - Pemerintah telah memberikan pelonggaran aturan untuk pemulihan ekonomi di sektor pariwisata.
Pelonggaran itu di antaranya adalah penghapusan syarat tes PCR atau antigen pada semua penumpang perjalanan jarak jauh. Dengan kebijakan itu, pemerintah mendorong pemulihan ekonomi, pemerintah mulai membuka pintu kunjungan wisatawan asing ke Solo pada awal Maret ini.
Baca Juga
Marak Kasus Demam Berdarah, Permintaan Fogging di Solo Meningkat
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Putri Kus Wisnu Wardani melihat peluang Solo menjadi daya tarik bagi wisatawan asing. Ia pun meminta Kota Solo bersiap menerima turis asing, agar mereka tak melulu berkunjung ke Bali dan Yogyakarta.
"Saya minta Solo bisa menawarkan wisata budaya supaya mereka mendapatkan pengalaman berbeda," kata Putri di Balai Kota Solo, Jumat (11/3).
Ia mengatakan penerbangan internasional di Bali sudah mulai dibuka. Pihaknya juga mendorong agar Solo bersiap menerima kunjungan wisata.
"Tak hanya lokal tapi juga mancanegara. Kedatangan turis ini perlu dipersiapkan. Indonesia kaya budaya, selain punya banyak destinasi wisata alam yang indah," kata dia.
Baca Juga
BPN Solo Targetkan pada 2025 Semua Bidang Tanah Sudah Bersertifikat
Ia berharap para turis ini bisa melihat tontonan budaya, belanja wastra khas Solo, oleh-oleh asli Solo, produk asli Solo, dan sebagainya.
Lebih lanjut ia meminta Pemkot menyiapkan direktori khusus berisi infrastruktur pendukung wisata, seperti hotel, toko oleh-oleh, kalender event, dan sejenisnya agar turis tersebut tak hanya berkunjung sehari dua hari.
"Kunjungan yang terbatas membuat mereka tak membelanjakan uangnya di Solo. Padahal, dari situ mengalir pendapatan bagi para pelaku usaha jadi kita harus berbenah," kata dia.
Putri mengemukakan aturan bepergian tanpa hasil uji COVID19 juga diharapkan semakin menggeliatkan sektor pariwisata, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa mengatakan, pihaknya akan berbenah agar wisatawan banyak datang di Solo. Pembenahan dilakukan pada penyusunan kalender event.
"Kalender event yang selama ini bergulir belum berdampak secara langsung kepada PAD. Lebih baik ditonton gratis," kata Teguh.
Teguh menegaskan event tersebut bisa dijual kepada turis asing sehingga Pemkot tak sekadar menganggarkan, namun bisa meraup untung. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga
Pencairan JHT Dikembalikan Pada Aturan Lama, Serikat Buruh Solo Sambut Positif