Marak Kasus Demam Berdarah, Permintaan Fogging di Solo Meningkat

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 07 Maret 2022
Marak Kasus Demam Berdarah, Permintaan Fogging di Solo Meningkat

Petugas sukarelawan melakukan fogging demam berdarah di perjantoran Terminal Tirtonadi Solo, Minggu (6/3). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kasus demam berdarah di Kota Solo meningkat sejak awal tahun 2022.

Terbaru, kasus demam berdarah menyerang cucu keempat Presiden Jokowi La Lembah Manah. Akibat kejadian itu, anak kedua Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda itu harus dirawat di rumah sakit.

Permintaan jasa fogging di Solo pun mengalami peningkatan seiring peningkatan kasus.

Baca Juga:

La Lembah Kena Demam Berdarah, Istri Gibran Ingatkan Orang Tua Jaga Kebersihan

Koordinator lapangan pegiat Fogging Katresnan Solo, Surono mengatakan, permintaan fogging DBD sudah mulai banyak diterima sejak bulan Desember lalu. Namun, rata-rata permintaan datang dari rumah pribadi.

"Permintaan fogging meningkat terjadi pada pekan kedua Desember. Peningkatan itu terus terjadi sampai awal Maret ini," ujar Surono, Minggu (6/3).

Dikatakannya, permintaan fogging terjadi untuk rumah pribadi warga setelah muncul kasus warga terkena penyakit demam berdarah. Sementara itu, untuk permintaan dari sekolah baru ini.

"Permintaan fogging untuk sekolah baru akhir Februari ini terjadi. Rata-rata fogging dilakukan sekolah bukan karena ada temuan kasus, tetapi sebagai antisipasi," kata dia.

Baca Juga:

Cucu Jokowi Sempat Alami Masa Kritis di Rumah Sakit akibat Demam Berdarah

Tidak hanya permintaan fogging demam berdarah, lanjut dia, permintaan fogging untuk COVID-19 juga mengalami peningkatan. Rata-rata permintaan fogging demam berdarah per hari bisa sampai belasan hingga puluhan rumah dan sekolah.

"Karena banyak yang minat memanfaatkan jasa fogging demam berdarah, warga harus bersabar mengantre," ucap dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, pihaknya mencatat sebanyak 13 orang terkena penyakit demam berdarah (DB). Data tersebut tersebut tercatat pada 1 Januari sampai 21 Februari.

"Ini ada 13 kasus DB yang ditemukan di Solo. Dari kasus itu tidak ada satu pun yang meninggal dunia," ujar Ning sapaan akrabnya.

Ning menyebut temuan 13 kasus DB di Solo berasal dari dua kelurahan, yaitu Kelurahan Mojosongo dan Kelurahan Sumber. Untuk kasus DB putra Wali Kota Solo, masuknya data di Sumber.

"Awal tahun ini kasus DB meningkat. Ini jadi perhatian kita semua untuk hati-hati," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

572 Pasien COVID-19 Omicron di Indonesia, Mayoritas Gejala Batuk dan Demam

#Demam Berdarah #Kota Solo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Solo Makin Jauh Dari Kota Paling Toleran, Wali Kota Siapkan Berbagai Festival
Pihaknya optimis dengan upaya-upaya ini dapat memperkuat citra Kota Solo sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan antar umat beragama.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Solo Makin Jauh Dari Kota Paling Toleran, Wali Kota Siapkan Berbagai Festival
Indonesia
Motif di Balik Apel ASN Solo Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran Depan Gunungan Sampah
Lokasi apel yang tidak biasa ini dipilih sebagai simbol bahwa persoalan sampah di Kota Surakarta adalah tantangan nyata yang harus ditangani serius.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Motif di Balik Apel ASN Solo Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran Depan Gunungan Sampah
Indonesia
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan
Kasus DBD di Jakarta meningkat menjadi 143 kasus hingga 19 Januari 2026. Dinkes DKI dan Gubernur Jakarta ungkap penyebab dan langkah penanganan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Januari 2026
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan
Indonesia
Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp 218 Miliar, Pemkot Solo Lakukan Rasionalisasi APBD 2026
Sekda Kota Solo tegaskan pemotongan TKD bersifat sementara dan akan disesuaikan kembali mengikuti perkembangan ekonomi nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Oktober 2025
Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp 218 Miliar, Pemkot Solo Lakukan Rasionalisasi APBD 2026
Indonesia
UEA Resmi Hibahkan RS Kardiologi Emirates-Indonesia Senilai Rp 417,3 Miliar ke Pemkot Solo
RS Kardiologi dibangun menggunakan dana hibah UEA nilai mencapai Rp 417,3 miliar atau setara USD 25 juta saat pemerintahan Walkot Solo Gibran Rakabuming Raka.
Frengky Aruan - Selasa, 30 September 2025
UEA Resmi Hibahkan RS Kardiologi Emirates-Indonesia Senilai Rp 417,3 Miliar ke Pemkot Solo
Indonesia
Rudy Jabat Plt DPD PDIP Jateng, Teguh Gantikan Jadi Ketua PDIP Solo
“Dalam rapat yang digelar Jumat malam dihadiri anggota dewan, Pengurus DPC dan PAC, saya dipilih menjadi Plt Ketua DPC PDIP Kota Solo menggantikan FX Hadi Rudyatmo yang ditunjuk Ketum Megawati Soekarnoputri menjadi Plt Ketua DPD PDIP Jateng,” kata Teguh
Frengky Aruan - Sabtu, 23 Agustus 2025
Rudy Jabat Plt DPD PDIP Jateng, Teguh Gantikan Jadi Ketua PDIP Solo
Indonesia
501 Warga Binaan Rutan Kelas 1 Solo Dapat Remisi
Remisi ini dapat mengurangi angka penghuni di Rutan Kelas 1 Surakarta.
Frengky Aruan - Selasa, 19 Agustus 2025
501 Warga Binaan Rutan Kelas 1 Solo Dapat Remisi
Indonesia
Rumah Kecil Pahlawan Nasional Slamet Riyadi Memprihatinkan, DPRD Solo Ajukan Dana Revitalisasi APBD
Rumah kecil Slamet Riyadi terakhir direhab tahun 1937.
Frengky Aruan - Senin, 18 Agustus 2025
Rumah Kecil Pahlawan Nasional Slamet Riyadi Memprihatinkan, DPRD Solo Ajukan Dana Revitalisasi APBD
Indonesia
Antisipasi Pemprov Cegah Lonjakan Kasus DBD di Jakarta
Biasanya kasus DBD di Jakarta mencapai puncaknya di bulan April-Mei
Wisnu Cipto - Senin, 28 Juli 2025
Antisipasi Pemprov Cegah Lonjakan Kasus DBD di Jakarta
Indonesia
SDN Masih Kurang Siswa, DPRD Solo Pertanyakan Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD
Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto mengatakan sampai saat ini mendapatkan penjelasan resmi terkait mekanisme seleksi, rekrutmen siswa, kurikulum, hingga dampak terhadap keberadaan SD reguler yang sudah eksis di Kota Solo.
Frengky Aruan - Jumat, 25 Juli 2025
SDN Masih Kurang Siswa, DPRD Solo Pertanyakan Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD
Bagikan