MerahPutih.com - Jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat di Venezuela melonjak drastis menjadi 1.430 orang, sementara 3.238 lainnya terluka.
"Kami telah mendata 1.430 saudara, saudari kami yang, sayangnya, telah meninggal dunia. Kami menyampaikan duka cita kepada keluarga dan kerabat terkasih mereka," Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, dalam pidato di televisi nasional VTV, dikutip Minggu (28/6).
Baca juga:
Gempa Susulan Kembali Guncang Venezuela, Warga Masih Trauma usai Bencana Besar
Aliran Bantuan Internasional
Rodriguez menegaskan bantuan akan terus mengalir, termasuk distribusi makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar.
Pemerintah Venezuela mencatat 3.142 keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka kini ditampung di pos darurat dan penampungan sementara.
"Bantuan medis pun telah didistribusikan kepada 3.238 orang mengalami luka-luka akibat gempa," Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez
Gelombang solidaritas dunia pun tak berhenti. Tim medis Venezuela telah melakukan 12.000 konsultasi kesehatan di wilayah terdampak, sementara lebih dari 5.000 orang menerima bantuan di pos pemeriksaan medis utama.
"Kami berterima kasih atas dukungan internasional yang datang tanpa henti. Dunia berdiri bersama Venezuela," tandas Presiden Sementara Venezuela itu.
Baca juga:
Gempa Dahsyat Hantam Venezuela, Presiden Maduro dari Balik Penjara AS Serukan Rakyat Bersatu
Ancaman Gempa Susulan di atas M 6,0 Hingga Sepekan
Namun, rasa trauma masyarakat semakin dalam setelah gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,7 mengguncang pada Jumat (26/6). Lembaga Geologi Amerika Serikat USGS ujga telah mengeluarkan peringatan peluang gempa susulan di atas magnitudo 6,0 dalam sepekan ke depan mencapai 8 persen.
Gempa utama sendiri terjadi Rabu lalu, berkekuatan M 7,2 dan 7,5. Dilansir Antara, dua gempa kembar itu tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan dalam sejarah Venezuela.
Pusat gempa berada di Negara Bagian Yaracuy, dekat San Felipe dan Yumare. Ribuan bangunan runtuh, termasuk di Caracas, meninggalkan luka mendalam bagi bangsa yang kini berjuang bangkit. (*)