Kisah Persatuan Menyelamatkan Bayi dari Reruntuhan Gempa Kolombia

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Kisah Persatuan Menyelamatkan Bayi dari Reruntuhan Gempa Kolombia

Penyelamatan bayi dari reruntuhan gempa Kolombia. (foto: instagram Brian Osorio Zuluaga)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — GEMPA bumi 7,4 magnitudo mengguncang Kolombia, Senin (10/8) pagi. Brian Osorio Zuluaga bergegas keluar dari kantornya di Cali setelah gempa mengguncang. Tujuannya ialah pulang. Dengan segera, ia memacu sepeda motornya. Namun, pemandangan sebuah gedung hunian lima lantai yang runtuh membuatnya menghentikan laju kendaraannya.

Dia mendekati reruntuhan dan mulai berteriak ke arah puing-puing untuk mencari korban yang masih hidup. Padahal, saat itu, ada peringatan mengenai kemungkinan kebocoran gas. Tiba-tiba, ia meminta orang-orang di sekitarnya untuk diam. Suara samar terdengar dari balik reruntuhan, hampir seperti bisikan.


Menyelamatkan Bayi dari Reruntuhan




“Bangunan itu merupakan kompleks besar yang mencakup seluruh blok,” kata Zuluaga, dikutip CNN.

Gempa tersebut merupakan yang terkuat yang melanda Kolombia dalam lebih dari satu dekade. Guncangan gempa nan dahsyat membuat para penghuni serta warga di sekitar gedung La Torres del Limonar berhamburan ke jalan. “Banyak dari mereka masih mengenakan pakaian tidur atau piyama; sebagian menangis, sedangkan yang lain masih dalam keadaan terguncang,” kata Osorio.

Baca juga:

Kolombia Tetapkan Status Darurat setelah Gempa Tewaskan Ratusan Orang dan Banyak Lainnya Terjebak Reruntuhan



Zuluaga bercerita dia dan beberapa orang lainnya mulai memindahkan puing-puing dengan tangan untuk mencapai keduanya. Namun, sebuah lempengan beton besar menghalangi jalan mereka.

“Ya, saya di sini. Saya bersama seorang bayi,” jawab suara seorang pria.

Secara spontan ia bersama beberapa orang di lokasi tersebut berusaha menjangkau dan menolong pria tersebut. “Pada percobaan pertama, kami tidak mampu mengangkatnya. Kami semua mengangkatnya bersama-sama. Satu, dua, tiga, angkat,” katanya.

Namun, lempengan beton itu terlalu berat untuk disingkirkan begitu saja. Zuluaga khawatir masih ada orang lain yang terjebak di bawahnya. Beberapa relawan menahan lempengan tersebut tetap terangkat, sedangkan yang lain membersihkan jalan menuju bayi.

“Anda bisa melihat kepala kecil bayi itu di sana. Saat itu warnanya terlihat agak keunguan karena dia tidak bisa bernapas. Begitu kami mulai menyingkirkan puing-puing, bayi itu mulai bernapas, dan warna kulitnya mulai kembali,” kenangnya.


Baca juga:

RS Penuh dan Rusak, 880 Korban Gempa Dahsyat Kolombia Butuh Perawatan Medis


Persatuan yang Menguatkan





Video penyelamatan dramatis yang direkam Osorio memperlihatkan bayi mungil mengenakan pakaian terusan yang dipenuhi debu ditarik keluar dari reruntuhan dengan hati-hati. Seorang pria dengan lengan berlumuran darah terlihat terbaring dalam posisi miring dan masih setengah terjebak di bawah sebuah balok beton.

Zuluaga mengatakan bayi laki-laki itu kemudian diserahkan kepadanya dan ia memberikannya kepada seorang polisi, yang kemudian membawanya ke ambulans. Setelah itu, mereka beralih membantu membebaskan pria yang masih terjebak.

Di antara reruntuhan, Zuluaga mengatakan ia melihat pakaian, sepatu, dan sebuah boneka binatang yang tertutup debu. Ia membayangkan orang-orang yang mungkin masih terjebak di sana. “Semua pikiran itu terlintas di kepala Anda,” katanya.

Keberanian semua orang yang bergegas memberikan pertolongan itulah yang menyelamatkan nyawa pria dan bayi tersebut. “Persatuan merupakan kekuatan, karena tidak ada satu orang pun yang bisa mengangkat potongan reruntuhan itu sendirian. Ukurannya sangat besar. Amat sangat berat,” katanya.

Zuluaga bisa saja memilih untuk berlanjut dengan kendaraannya tanpa memedulikan para korban. Namun, ia punya pendapat berbeda.

“Lebih baik bertindak daripada hanya berdiri diam. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, semuanya berarti,” tegasnya.(dwi)

Baca juga:

Kolombia Digoyang Gempa Magnitudo 7,4, Korban Tewas Mencapai 132 Orang dan Banyak yang masih Terjebak

#Gempa Bumi #Gempa #Kolombia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Kisah Persatuan Menyelamatkan Bayi dari Reruntuhan Gempa Kolombia
Gempa tersebut merupakan yang terkuat yang melanda Kolombia dalam lebih dari satu dekade.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Kisah Persatuan Menyelamatkan Bayi dari Reruntuhan Gempa Kolombia
Dunia
Kolombia Tetapkan Status Darurat setelah Gempa Tewaskan Ratusan Orang dan Banyak Lainnya Terjebak Reruntuhan
Gempa yang terjadi pada pagi hari itu juga terasa hingga Ekuador, Panama, dan Venezuela.
Dwi Astarini - Selasa, 11 Agustus 2026
Kolombia Tetapkan Status Darurat setelah Gempa Tewaskan Ratusan Orang dan Banyak Lainnya Terjebak Reruntuhan
Dunia
RS Penuh dan Rusak, 880 Korban Gempa Dahsyat Kolombia Butuh Perawatan Medis
Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang Kolombia, menewaskan 132 orang dan melukai 883 lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
RS Penuh dan Rusak, 880 Korban Gempa Dahsyat Kolombia Butuh Perawatan Medis
Dunia
Kolombia Digoyang Gempa Magnitudo 7,4, Korban Tewas Mencapai 132 Orang dan Banyak yang masih Terjebak
Laporan mengenai korban tewas juga datang dari Manizales, Quibdó, Medellín, serta sejumlah wilayah di Chocó dan Valle del Cauca.
Dwi Astarini - Selasa, 11 Agustus 2026
 Kolombia Digoyang Gempa Magnitudo 7,4, Korban Tewas Mencapai 132 Orang dan Banyak yang masih Terjebak
Indonesia
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, Kemlu Pastikan Seluruh WNI dalam Kondisi Aman
Gempa M 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin (10/8). Kemlu RI memastikan bahwa WNI di sana berada dalam kondisi aman.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, Kemlu Pastikan Seluruh WNI dalam Kondisi Aman
Dunia
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Wilayah Barat Kolombia, 21 Orang Dikabarkan Tewas
Pemerintah memastikan Presiden akan mengambil kendali langsung atas penanganan keadaan darurat. Dan memerintahkan pembentukan segera pos komando terpadu untuk mengoordinasikan upaya penanganan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Wilayah Barat Kolombia, 21 Orang Dikabarkan Tewas
Indonesia
Total 6 Kereta Api Terpaksa Berhenti Darurat Akibat Gempa Pangandaran
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran memaksa KAI Daop 2 Bandung menghentikan enam perjalanan kereta api.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Total 6 Kereta Api Terpaksa Berhenti Darurat Akibat Gempa Pangandaran
Indonesia
Kota Garut-Nagrek Ikut Goyang, Dampak Gempa Pangandaran di Area Pesisir Masih Didata
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran terasa hingga Garut. BPBD Garut langsung menyisir pesisir pantai untuk mendeteksi dampak dan kerusakan. Warga panik berlarian keluar rumah.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Kota Garut-Nagrek Ikut Goyang, Dampak Gempa Pangandaran di Area Pesisir Masih Didata
Indonesia
Demi Keselamatan, KA Siliwangi Terpaksa Berhenti Akibat Gempa Pangandaran
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran memaksa KAI Daop 2 Bandung menghentikan perjalanan KA Siliwangi.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Demi Keselamatan, KA Siliwangi Terpaksa Berhenti Akibat Gempa Pangandaran
Dunia
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, naik jadi 34 orang. Otoritas masih menyelidiki 9 kematian terkait bencana.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Bagikan