MERAHPUTIH.COM — KOLOMBIA menetapkan status darurat pada Senin (10/8), setelah gempa bumi magnitudo 7,4 menewaskan sedikitnya 123 orang dan meruntuhkan puluhan bangunan, menyebabkan sejumlah korban terjebak di bawah reruntuhan. Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo itu mengguncang wilayah barat Kolombia pada pukul 7.34 waktu setempat, memicu upaya pencarian korban selamat secara besar-besaran di sejumlah kota.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella telah menetapkan status bencana nasional. Hal itu memberinya kewenangan khusus untuk menangani keadaan darurat, termasuk mengalokasikan kembali anggaran. Presiden yang baru menjabat pada Jumat (7/8) itu langsung menghadapi bencana yang berpotensi menjadi salah satu peristiwa paling menentukan dalam masa kepemimpinannya. Selain korban tewas, ia mengonfirmasi bahwa lebih dari 1.500 rumah mengalami kerusakan.
"Pemerintah nasional mengerahkan seluruh kemampuan untuk melindungi nyawa, membantu masyarakat terdampak, dan menyalurkan bantuan ke setiap wilayah yang membutuhkan," kata Espriella, dikutip The Korea Times.
Gempa yang terjadi pada pagi hari itu juga terasa hingga Ekuador, Panama, dan Venezuela. Guncangan tersebut memicu evakuasi sejumlah gedung di ibu kota Kolombia, Bogota.
Seperti dilansir BBC, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut sekitar 1,5 juta orang merasakan guncangan yang kekuatannya mendekati magnitudo 7. USGS menyatakan gempa dalam seperti yang terjadi pada Senin biasanya tidak sedahsyat gempa yang sumbernya lebih dekat dengan permukaan bumi. Namun, gempa semacam itu dapat melepaskan energi dengan cara yang merusak bangunan, dengan jumlah gempa susulan yang lebih sedikit tetapi berpotensi lebih kuat.
Baca juga:
Warga yang masih mengenakan piyama berhamburan keluar ke jalan setelah merasakan guncangan. "Gempa itu sangat, sangat kuat," kata Valeria Polo, 29, seorang kreator konten di Bogota, dikutip AFP. Di ibu kota, kerusakan yang dilaporkan sejauh ini relatif kecil.
Badan penerbangan sipil Kolombia menyebut enam bandara kecil di wilayah barat Kolombia menghentikan sementara operasionalnya. Otoritas sepak bola Kolombia juga menunda sejumlah pertandingan yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
Dukungan dari Pemimpin untuk Kolombia
Seiring dengan mulai terungkapnya skala kerusakan, para pemimpin dunia menyampaikan dukungan kepada Kolombia. Tak lama setelah bencana terjadi, Amerika Serikat menyatakan siap membantu Kolombia. "Washington terus memantau dengan saksama gempa besar yang melanda Kolombia dan siap mendukung rakyat Kolombia," tulis Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di X.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa siap memberikan lebih banyak dukungan kepada negara Amerika Selatan tersebut. "Kami telah mengerahkan Copernicus, layanan satelit kami, untuk membantu operasi penyelamatan," ujarnya di media sosial.
Presiden El Salvador Nayib Bukele menyampaikan pesan solidaritas kepada rakyat Kolombia dan menawarkan personel serta peralatan untuk membantu upaya penyelamatan.
Amerika Latin sebelumnya telah diguncang dua gempa dahsyat yang melanda Venezuela pada Juni. Bencana tersebut menewaskan lebih dari 6.000 orang dan menyebabkan kerusakan luas.(dwi)
Baca juga:
RS Penuh dan Rusak, 880 Korban Gempa Dahsyat Kolombia Butuh Perawatan Medis