Kolombia Tetapkan Status Darurat setelah Gempa Tewaskan Ratusan Orang dan Banyak Lainnya Terjebak Reruntuhan

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 11 Agustus 2026
Kolombia Tetapkan Status Darurat setelah Gempa Tewaskan Ratusan Orang dan Banyak Lainnya Terjebak Reruntuhan

Gempa Kolombia.(foto: Instagram @colombiaonecom)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KOLOMBIA menetapkan status darurat pada Senin (10/8), setelah gempa bumi magnitudo 7,4 menewaskan sedikitnya 123 orang dan meruntuhkan puluhan bangunan, menyebabkan sejumlah korban terjebak di bawah reruntuhan. Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo itu mengguncang wilayah barat Kolombia pada pukul 7.34 waktu setempat, memicu upaya pencarian korban selamat secara besar-besaran di sejumlah kota.

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella telah menetapkan status bencana nasional. Hal itu memberinya kewenangan khusus untuk menangani keadaan darurat, termasuk mengalokasikan kembali anggaran. Presiden yang baru menjabat pada Jumat (7/8) itu langsung menghadapi bencana yang berpotensi menjadi salah satu peristiwa paling menentukan dalam masa kepemimpinannya. Selain korban tewas, ia mengonfirmasi bahwa lebih dari 1.500 rumah mengalami kerusakan.

"Pemerintah nasional mengerahkan seluruh kemampuan untuk melindungi nyawa, membantu masyarakat terdampak, dan menyalurkan bantuan ke setiap wilayah yang membutuhkan," kata Espriella, dikutip The Korea Times.

Gempa yang terjadi pada pagi hari itu juga terasa hingga Ekuador, Panama, dan Venezuela. Guncangan tersebut memicu evakuasi sejumlah gedung di ibu kota Kolombia, Bogota.

Seperti dilansir BBC, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut sekitar 1,5 juta orang merasakan guncangan yang kekuatannya mendekati magnitudo 7. USGS menyatakan gempa dalam seperti yang terjadi pada Senin biasanya tidak sedahsyat gempa yang sumbernya lebih dekat dengan permukaan bumi. Namun, gempa semacam itu dapat melepaskan energi dengan cara yang merusak bangunan, dengan jumlah gempa susulan yang lebih sedikit tetapi berpotensi lebih kuat.

Baca juga:

Kolombia Digoyang Gempa Magnitudo 7,4, Korban Tewas Mencapai 132 Orang dan Banyak yang masih Terjebak



Warga yang masih mengenakan piyama berhamburan keluar ke jalan setelah merasakan guncangan. "Gempa itu sangat, sangat kuat," kata Valeria Polo, 29, seorang kreator konten di Bogota, dikutip AFP. Di ibu kota, kerusakan yang dilaporkan sejauh ini relatif kecil.

Badan penerbangan sipil Kolombia menyebut enam bandara kecil di wilayah barat Kolombia menghentikan sementara operasionalnya. Otoritas sepak bola Kolombia juga menunda sejumlah pertandingan yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.



Dukungan dari Pemimpin untuk Kolombia



Seiring dengan mulai terungkapnya skala kerusakan, para pemimpin dunia menyampaikan dukungan kepada Kolombia. Tak lama setelah bencana terjadi, Amerika Serikat menyatakan siap membantu Kolombia. "Washington terus memantau dengan saksama gempa besar yang melanda Kolombia dan siap mendukung rakyat Kolombia," tulis Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di X.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan Uni Eropa siap memberikan lebih banyak dukungan kepada negara Amerika Selatan tersebut. "Kami telah mengerahkan Copernicus, layanan satelit kami, untuk membantu operasi penyelamatan," ujarnya di media sosial.

Presiden El Salvador Nayib Bukele menyampaikan pesan solidaritas kepada rakyat Kolombia dan menawarkan personel serta peralatan untuk membantu upaya penyelamatan.

Amerika Latin sebelumnya telah diguncang dua gempa dahsyat yang melanda Venezuela pada Juni. Bencana tersebut menewaskan lebih dari 6.000 orang dan menyebabkan kerusakan luas.(dwi)




Baca juga:

RS Penuh dan Rusak, 880 Korban Gempa Dahsyat Kolombia Butuh Perawatan Medis

#Kolombia #Gempa #Gempa Bumi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Kolombia Tetapkan Status Darurat setelah Gempa Tewaskan Ratusan Orang dan Banyak Lainnya Terjebak Reruntuhan
Gempa yang terjadi pada pagi hari itu juga terasa hingga Ekuador, Panama, dan Venezuela.
Dwi Astarini - Selasa, 11 Agustus 2026
Kolombia Tetapkan Status Darurat setelah Gempa Tewaskan Ratusan Orang dan Banyak Lainnya Terjebak Reruntuhan
Dunia
RS Penuh dan Rusak, 880 Korban Gempa Dahsyat Kolombia Butuh Perawatan Medis
Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang Kolombia, menewaskan 132 orang dan melukai 883 lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
RS Penuh dan Rusak, 880 Korban Gempa Dahsyat Kolombia Butuh Perawatan Medis
Dunia
Kolombia Digoyang Gempa Magnitudo 7,4, Korban Tewas Mencapai 132 Orang dan Banyak yang masih Terjebak
Laporan mengenai korban tewas juga datang dari Manizales, Quibdó, Medellín, serta sejumlah wilayah di Chocó dan Valle del Cauca.
Dwi Astarini - Selasa, 11 Agustus 2026
 Kolombia Digoyang Gempa Magnitudo 7,4, Korban Tewas Mencapai 132 Orang dan Banyak yang masih Terjebak
Indonesia
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, Kemlu Pastikan Seluruh WNI dalam Kondisi Aman
Gempa M 7,4 mengguncang Kolombia pada Senin (10/8). Kemlu RI memastikan bahwa WNI di sana berada dalam kondisi aman.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, Kemlu Pastikan Seluruh WNI dalam Kondisi Aman
Dunia
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Wilayah Barat Kolombia, 21 Orang Dikabarkan Tewas
Pemerintah memastikan Presiden akan mengambil kendali langsung atas penanganan keadaan darurat. Dan memerintahkan pembentukan segera pos komando terpadu untuk mengoordinasikan upaya penanganan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Wilayah Barat Kolombia, 21 Orang Dikabarkan Tewas
Indonesia
Total 6 Kereta Api Terpaksa Berhenti Darurat Akibat Gempa Pangandaran
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran memaksa KAI Daop 2 Bandung menghentikan enam perjalanan kereta api.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Total 6 Kereta Api Terpaksa Berhenti Darurat Akibat Gempa Pangandaran
Indonesia
Kota Garut-Nagrek Ikut Goyang, Dampak Gempa Pangandaran di Area Pesisir Masih Didata
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran terasa hingga Garut. BPBD Garut langsung menyisir pesisir pantai untuk mendeteksi dampak dan kerusakan. Warga panik berlarian keluar rumah.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Kota Garut-Nagrek Ikut Goyang, Dampak Gempa Pangandaran di Area Pesisir Masih Didata
Indonesia
Demi Keselamatan, KA Siliwangi Terpaksa Berhenti Akibat Gempa Pangandaran
Gempa magnitudo 5,3 di Pangandaran memaksa KAI Daop 2 Bandung menghentikan perjalanan KA Siliwangi.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Demi Keselamatan, KA Siliwangi Terpaksa Berhenti Akibat Gempa Pangandaran
Dunia
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, naik jadi 34 orang. Otoritas masih menyelidiki 9 kematian terkait bencana.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Dunia
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, melonjak menjadi 28 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah, 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terganggu.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Bagikan