MERAHPUTIH.COM — SEDIKITNYA 132 orang tewas setelah Kolombia diguncang salah satu gempa bumi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah korban tewas diperkirakan masih akan bertambah karena sejumlah orang dikhawatirkan masih terjebak di bawah bangunan yang runtuh.
Badan geologi Kolombia menyebut gempa berkekuatan 7,4 magnitudo itu terjadi pada Senin (10/8) malam dengan kedalaman 103 kilometer di Provinsi Chocó. Guncangan terasa di wilayah yang sangat luas, membentang ratusan kilometer di sepanjang bagian barat Kolombia. Episentrum gempa berada di dekat Desa San José del Palmar, Provinsi Chocó. Namun, wali kota setempat, León Fabio Marín Moncada, mengatakan secara ajaib tidak ada korban tewas maupun luka-luka di desa tersebut, meskipun jalan-jalan menuju dan keluar wilayah itu rusak.
Sebagian besar korban tewas tercatat di Kota Pereira, di kawasan penghasil kopi Kolombia. Kota-kota di sekitarnya serta wilayah Valle del Cauca juga mengalami dampak parah. Sekitar 55 kilometer dari episentrum, Kota Pereira mengalami salah satu kerusakan terparah.
Dalam pembaruan terkini, Association of Capital Cities Kolombia, dikutip BBC, Senin, menyebut lebih dari 480 orang terluka akibat gempa tersebut. Sebuah video yang beredar memperlihatkan sedikitnya satu bangunan runtuh di Plaza Bolívar, alun-alun utama kota tersebut. Puing-puing dan debu berserakan di ruang terbuka tempat banyak orang berkumpul.
Laporan mengenai korban tewas juga datang dari Manizales, Quibdó, Medellín, serta sejumlah wilayah di Chocó dan Valle del Cauca.
Baca juga:
Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Wilayah Barat Kolombia, 21 Orang Dikabarkan Tewas
Jam Malam Diberlakukan dan Bandara Alami Kerusakan
Di wilayah Manizales, dua orang dilaporkan tewas. Jurnalis sekaligus meteorolog Luis Felipe Molina, yang berasal dari Manizales, dikutip BBC, mengatakan sedang berada di rumah ketika gempa terjadi, sekitar 150 kilometer dari episentrum. Ia menjelaskan, karena kota tersebut pernah mengalami gempa bumi sebelumnya, Manizales memiliki peraturan bangunan tahan gempa yang sangat ketat, sehingga gedung tempat tinggalnya mampu menahan dampak gempa.
"Saya punya 450 buku dan hanya beberapa yang masih berdiri di rak. Anda bisa mendengar kaca pecah dan orang-orang berteriak. Itu pengalaman yang mengerikan dan sangat menakutkan,” ujarnya.
Pemerintah daerah melaporkan sedikitnya 40 orang tewas di kawasan metropolitan kota tersebut, sedangkan 65 bangunan runtuh. Diyakini, masih banyak korban terjebak di 15 bangunan di kota itu.
Jam malam diberlakukan di sejumlah bagian kota hingga pukul 05.00 waktu setempat pada Selasa.
Kehancuran serupa juga terjadi di Cali, yang terletak sekitar 160 kilometer di selatan Pereira dan sekitar 200 kilometer dari episentrum. Sebanyak 32 bangunan runtuh di wilayah itu.
Sementara itu, otoritas penerbangan Kolombia melaporkan kerusakan di sejumlah bandara regional, termasuk di Pereira, Manizales, Quibdó, Armenia, Cartago, dan Buenaventura.
Di ibu kota Bogotá, pepohonan dan lampu lalu lintas berguncang hebat. Laporan mengenai retakan pada sejumlah bangunan juga bermunculan, tetapi sejauh ini tidak ada kerusakan serius terhadap infrastruktur kota.
Guncangan gempa juga terasa hingga negara-negara tetangga, yakni Venezuela, Ekuador, dan Panama. Gempa tersebut terjadi kurang dari dua bulan setelah dua gempa yang melanda bagian utara Venezuela dan menewaskan lebih dari 6.300 orang.(dwi)
Baca juga:
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, Kemlu Pastikan Seluruh WNI dalam Kondisi Aman