MerahPutih.com - Kolombia diguncang salah satu gempa bumi terbesar dalam beberapa tahun terakhir yang melanda Provinsi Chocó, pada Senin (10/8) malam.
Sedikitnya 132 orang tewas dan 883 korban luka membutuhkan perawatan medis akibat gempa dahsyat berkekuatan 7,4 magnitudo itu.
Baca juga:
Rumah Sakit Penuh, Fasilitas Medis Rusak
Sekretaris Kesehatan Kota Cali, German Escobar, menyebut jaringan rumah sakit kini beroperasi dengan kondisi kapasitas nyaris penuh.
Escobar menambahkan tiga fasilitas medis di Cali bahkan terpaksa ditutup akibat kerusakan infrastruktur.
Menurut dia, kondisi ini membuat penanganan korban semakin sulit, sementara kebutuhan tenaga medis dan logistik terus meningkat.
Saat ini, 883 orang yang terluka sedang dirawat di jaringan rumah sakit,
Sekretaris Kesehatan Kota Cali, German Escobar, Selasa (11/8)
Episentrum di Chocó, Korban Terbanyak di Pereira
Badan Geologi Kolombia melaporkan episentrum gempa berada di dekat Desa San José del Palmar, Provinsi Chocó, dengan kedalaman 103 kilometer. Guncangan terasa hingga ratusan kilometer di sepanjang bagian barat Kolombia.
Baca juga:
Gempa M 7,4 Guncang Kolombia, Kemlu Pastikan Seluruh WNI dalam Kondisi Aman
Kota Pereira, kawasan penghasil kopi, menjadi wilayah dengan kerusakan terparah. Dilansir Antara, sebagian besar korban tewas tercatat di kota ini, sementara Valle del Cauca dan Cali juga mengalami dampak serius.
Otoritas Kolombia menambahkan jumlah korban tewas diperkirakan masih akan bertambah karena sejumlah orang dikhawatirkan masih terjebak di bawah bangunan yang runtuh.
Fakta Penting Seputar Gempa Dahsyat Kolombia
-
Korban tewas: 132 orang, jumlah diperkirakan bertambah.
-
Korban luka: 883 orang dirawat di rumah sakit.
-
Fasilitas medis: 3 rumah sakit rusak dan ditutup.
-
Magnitudo gempa: 7,4 dengan kedalaman 103 km.
-
Episentrum: San José del Palmar, Provinsi Chocó.
-
Wilayah terdampak: Cali, Pereira, Valle del Cauca.
-
Kondisi rumah sakit: kapasitas hampir penuh
(*)