MerahPutih.com – Getaran gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 yang mengguncang Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (6/8) malam, memaksa PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menghentikan perjalanan Kereta Api Siliwangi rute Cipatat–Cianjur–Sukabumi.
Langkah drastis ini diambil demi memastikan seluruh infrastruktur perkeretaapian aman sebelum perjalanan kembali dilanjutkan.
Prosedur Keselamatan Diterapkan
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan penghentian sementara perjalanan kereta merupakan bagian dari standar operasional keselamatan.
Begitu informasi gempa kami terima, Pusat Pengendali Operasi Kereta Api langsung memerintahkan seluruh perjalanan berhenti sementara. Keselamatan adalah prioritas utama,
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo
Gempa berpusat di 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran pada kedalaman 18 kilometer, terjadi pukul 21:55 WIB. Getaran dirasakan di hampir seluruh lintas operasional Daop 2 Bandung, termasuk jalur Nagreg–Banjar, Cibatu–Garut, dan Cipatat–Gandasoli.
Pemeriksaan Menyeluruh Infrastruktur
Kereta yang sedang berjalan dihentikan di stasiun terdekat maupun di petak jalan. Dilansir Antara, petugas prasarana segera dikerahkan memeriksa jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, hingga infrastruktur pendukung lainnya.
Hingga pukul 22:25 WIB, pemeriksaan masih berlangsung di sejumlah lintas terdampak. KAI berjanji memberikan pembaruan informasi secara berkala melalui kanal resmi.
Baca juga:
Gempa Pangandaran Sampai Bikin Kawasan Jawa Tengah ‘Bergoyang’, BMKG: Segera Hindari Bangunan Retak
Imbauan untuk Penumpang
Kuswardojo mengimbau seluruh pelanggan tetap tenang dan mengikuti informasi resmi KAI. KAI Daop 2 Bandung memastikan perjalanan akan kembali dilanjutkan setelah seluruh prasarana dinyatakan aman.
“Setiap keputusan operasional selalu mengedepankan aspek keselamatan,” tandasnya.

