MerahPutih.com – Prosedur penghentian darurat terpaksa diberlakukan terhadap enam rangkaian perjalanan kereta api pasca gempa bumi bermagnitudo 5,3 yang mengguncang barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (5/8) malam.
Gempa yang terjadi pukul 21.55 WIB dengan kedalaman 18 km dirasakan kuat di sejumlah lintas vital Daop 2 Bandung, meliputi jalur Nagreg–Banjar, Cibatu–Garut, hingga Cipatat–Gandasoli.
Prosedur Keselamatan Diterapkan
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) langsung menginstruksikan seluruh KA di lintas terdampak untuk berhenti luar biasa (BLB).
Begitu menerima informasi gempa, kami langsung menghentikan perjalanan dan mengerahkan petugas prasarana untuk memeriksa jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, serta infrastruktur pendukung lainnya,
Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, Kamis (6/8).
Rute Enam KA yang Terpaksa Berhenti Darurat
Berikut daftar kereta yang sempat berhenti darurat:
-
KA (306) Parcel Selatan – tertahan di Stasiun Banjar
-
KA (300) Cikuray – tertahan di Stasiun Leles
-
KA (292) Kutojaya Selatan – berhenti di petak jalan Cibatu–Warungbandrek KM 217+900
-
KA (72) Mutiara Selatan – berhenti di petak jalan Cipeundeuy–Cirahayu KM 237+000
-
KA (350) Commuter Line Garut – tertahan di Stasiun Wanaraja
-
KA (PLB 80B) Lodaya – berhenti di petak jalan Manonjaya–Ciamis KM 289+200
-
KA (PLB 287A) Serayu – tertahan di Stasiun Cipeundeuy
Pemeriksaan Jalur dan Infrastruktur
Tim prasarana KAI Daop 2 Bandung langsung menyisir jalur rel untuk memastikan tidak ada pergeseran struktur maupun kerusakan pada jembatan dan terowongan.
Hasil pemeriksaan memastikan tidak ditemukan kerusakan pada prasarana maupun infrastruktur operasional. Kini dilansir dari Antara, seluruh perjalanan kereta api yang sempat dihentikan sementara telah diizinkan kembali melanjutkan perjanalan. (*)

