Merahputih.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pergerakan mendatar (sideways) pada awal sesi perdagangan, Jumat (14/8).
Pelaku pasar bersikap cermat menantikan penyesuaian arah kebijakan ekonomi melalui pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
Pembukaan perdagangan memperlihatkan IHSG melemah 5,18 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.296,59, sedangkan kelompok 45 saham unggulan (Indeks LQ45) terkoreksi 0,54 poin atau 0,09 persen ke posisi 626,62.
Baca juga:
Prabowo Ungkap Penghasilan Hakim Junior Naik 280 Persen, Lampaui Rata-rata Negara ASEAN
Analis pasar modal memproyeksikan pergerakan indeks akan mengalami konsolidasi terbatas sepanjang hari.
Pelaku pasar domestik memusatkan perhatian pada agenda Sidang Tahunan MPR RI beserta Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN beserta Nota Keuangannya.
Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.230-6.370 pada perdagangan Jumat,
ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim.
Fokus RAPBN 2027 dan Indikator Ekonomi Makro
Perhatian pasar tertuju pada perincian target pertumbuhan ekonomi, batas defisit anggaran, asumsi nilai tukar Rupiah, serta strategi pembiayaan pemerintah.
Badan Anggaran DPR RI merinci delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional, mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi industri, infrastruktur, perumahan, hingga penurunan angka kemiskinan.
Data statistik serta indikator ekonomi domestik dan internasional mencatat poin-poin utama:
-
Posisi Pembukaan IHSG: Melemah ke posisi 6.296,59 (turun 0,08 persen).
-
Posisi Indeks LQ45: Tertekan ke posisi 626,62 (turun 0,09 persen).
-
Rentang Proyeksi IHSG: Bergerak konsolidasi pada kisaran 6.230 hingga 6.370.
-
Data Inflasi AS (CPI): Berada pada level 3,4 persen secara tahunan (year on year), sedangkan inflasi inti (core CPI) melandai ke 2,5 persen.
-
Indeks Harga Produsen AS (PPI): Stagnan pada angka 0,0 persen secara bulanan (month to month) dan tercatat 4,7 persen secara tahunan, menunjukkan laju moderat.
Dinamika Pasar Global dan Regional
Data inflasi produsen AS yang cenderung moderat memicu penurunan ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed).
Dari pasar komoditas, harga minyak mentah mengalami pelemahan sekitar 2 persen setelah Menteri Energi AS Chris Wright mengonfirmasi kelancaran pasokan ekspor melalui Selat Hormuz.
Baca juga:
Jelang Pidato Kenegaraan dan Nota Keuangan Prabowo, Kondisi IHSG Melemah, Rupiah Menguat 0,02
Bursa saham global memperlihatkan arah pergerakan beragam. Wall Street menguat dengan indeks S&P 500 naik 0,65 persen ke level 7.799,19, Nasdaq Composite melonjak 1,15 persen ke 30.084,50, dan Dow Jones Industrial Average terangkat 0,13 persen ke 53.839,99.
Sementara itu, bursa Eropa bergerak bervariasi dengan Euro Stoxx 50 menguat 0,20 persen dan FTSE 100 Inggris terkoreksi 0,56 persen. Bursa kawasan Asia mayoritas menghijau, dipimpin lonjakan indeks Kospi Korea Selatan sebesar 4,08 persen dan Nikkei Jepang yang naik 0,95 persen.