Resmi Berlaku, Aturan Harga Saham Terendah Rp1 Bikin IHSG Ambrol? Ini Fakta Sebenarnya

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Resmi Berlaku, Aturan Harga Saham Terendah Rp1 Bikin IHSG Ambrol? Ini Fakta Sebenarnya

Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/sgd

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Banyak investor khawatir berlakunya aturan saham Rp1 atau kebijakan harga saham terendah menjadi biang kerok utama di balik penurunan IHSG 2026 baru-baru ini.

Namun, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung menegaskan bahwa anjloknya saham 'gocap' sama sekali tidak berdampak signifikan terhadap koreksi pasar.

Penjelasan resmi ini tentu langsung menjawab kebingungan dan meredakan kepanikan para trader yang sedang memantau portofolionya.

Baca juga:

Rupiah Hari Ini Loyo ke Rp17.981, Ancaman The Fed & Harga Minyak Jadi Biang Keroknya

Kebijakan harga saham terendah BEI ini memang lagi hangat-hangatnya diperbincangkan karena merombak batasan harga yang tadinya mentok di Rp50.

Walaupun banyak obrolan di forum investasi yang mengira dampak saham Rp1 bakal langsung menyeret Bursa Efek Indonesia ke zona merah, porsi saham-saham tersebut nyatanya sangat kecil.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, bahkan turun tangan langsung untuk memberikan pencerahan berbasis data agar pasar tidak salah arah dalam merespons penurunan IHSG 2026 yang terjadi di akhir September.

Data Buktikan Saham 'Gocap' Bukan Tersangka Utama

Petugas

Untuk menepis rumor liar di kalangan pelaku pasar, Jeffrey Hendrik membeberkan hitung-hitungan bobot saham secara transparan. Berdasarkan data per 25 September 2026, hanya ada 26 saham yang bertengger di harga Rp50 dengan total bobot terhadap IHSG cuma sebesar 1,91 persen.

Angka yang kecil ini menjadi bukti kuat bahwa pergerakan saham lapis bawah tidak punya tenaga cukup untuk meruntuhkan indeks secara masif.

Untuk melengkapi informasi saat doorstop kemarin Senin (28/9/2026), bahwa bobot saham saham Rp50 tidak berkontribusi signifikan pada pergerakan IHSG kemarin,

terang Jeffrey.

Ia juga menambahkan detail pergerakannya. "Saham tersebut mengalami penurunan antara 8-14 persen pada Senin, 28 September 2026, yang berkontribusi terhadap penurunan sekitar minus 0,27 persen atau minus 16,707 poin," imbuhnya.

Puluhan Saham Langsung Turun Kelas di Hari Pertama

Hari pertama implementasi aturan baru ini pada Senin (28/9) memang langsung memakan "korban" bagi saham-saham yang selama ini tidur nyenyak di level gocap.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, mengungkapkan fenomena yang terjadi di lapangan. Dari ratusan saham yang harganya berada di kisaran bawah, puluhan di antaranya langsung merosot menembus batas Rp50.

Terdapat 34 dari 164 saham dengan harga Rp50-100 pada 25 September 2026, yang mengalami penurunan harga di bawah Rp50,

ungkap Iding.

Misi Utama: Bangunkan Saham Tidur dan Bikin Harga Lebih Wajar

Lalu, kenapa BEI nekat merombak aturan yang sudah lama berlaku? Tujuan utamanya bukan buat nakut-nakutin investor, melainkan untuk menyuntikkan likuiditas dan menciptakan mekanisme pembentukan harga (price discovery) yang jauh lebih sehat.

Selama ini, banyak saham yang terjebak di harga Rp50 tanpa ada transaksi sama sekali, layaknya barang yang tak laku dijual tapi harganya nggak boleh diturunin.

"Kami harapkan ini akan meningkatkan likuiditas dan menghadirkan price discovery yang lebih baik atas saham-saham yang selama ini memang sudah lama ada di harga Rp50 dan tidak ada likuiditas," jelas Jeffrey.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Anjlok Efek Aturan Baru Harga Saham Rp1, Saham-Saham 'Gocap' Berpotensi Runtuh

Kondisi Terkini Penutupan IHSG

Terlepas dari dinamika aturan baru, pasar saham tetap bergerak merespons sentimen makro dan mikro lainnya. Pada penutupan perdagangan Selasa sore, IHSG tercatat agak lemas dengan koreksi 26,16 poin atau 0,43 persen, parkir di posisi 6.121,70.

Senasib dengan indeks utama, kelompok 45 saham unggulan alias LQ45 juga ikut turun tipis 3,65 poin (0,60 persen) ke level 608,16.

Aktivitas jual beli tetap ramai. Frekuensi perdagangan mencapai 1,78 juta kali transaksi, melibatkan 35,86 miliar lembar saham dengan total nilai turnover tembus Rp12,96 triliun. Secara keseluruhan, ada 315 saham yang berhasil naik, 391 saham terkoreksi, dan 257 lainnya mager alias tidak bergerak nilainya.

#IHSG #IHSG Hari Ini #Harga Saham #Pasar Saham #Pergerakan Saham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prediksi IHSG Hari Ini: Investor Wajib Hati-hati Ambil Posisi Jelang Penutupan Kuartal III 2026
Cari tahu prediksi IHSG hari ini yang berpotensi konsolidasi akibat efek penutupan kuartal III 2026. Cek juga analisis lengkap sentimen pengesahan APBN 2027 di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Prediksi IHSG Hari Ini: Investor Wajib Hati-hati Ambil Posisi Jelang Penutupan Kuartal III 2026
Indonesia
Resmi Berlaku, Aturan Harga Saham Terendah Rp1 Bikin IHSG Ambrol? Ini Fakta Sebenarnya
Penasaran kenapa IHSG turun belakangan ini? Temukan fakta dari BEI soal aturan saham Rp1 yang membantah anggapan bahwa saham 'gocap' jadi penyebab utama.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Resmi Berlaku, Aturan Harga Saham Terendah Rp1 Bikin IHSG Ambrol? Ini Fakta Sebenarnya
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Mengekor Bursa Global, Benarkah Suku Bunga The Fed Jadi Biang Kerok?
IHSG anjlok hari ini terseret tren negatif bursa saham Asia dan global. Cari tahu penyebab IHSG turun, mulai dari sentimen The Fed hingga efek harga minyak di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Mengekor Bursa Global, Benarkah Suku Bunga The Fed Jadi Biang Kerok?
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Efek Aturan Baru Harga Saham Rp1, Saham-Saham 'Gocap' Berpotensi Runtuh
IHSG hari ini melemah akibat sentimen pemberlakuan harga saham terendah Rp1 oleh BEI. Simak analisis pergerakan IHSG, nasib saham gocap, dan sentimen global di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 28 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Efek Aturan Baru Harga Saham Rp1, Saham-Saham 'Gocap' Berpotensi Runtuh
Indonesia
IHSG Hari Ini Merah Padam! Drama Trump-Xi Jinping Bikin Pasar Saham Asia Rontok
Laju IHSG hari ini ditutup melemah mengekor bursa saham Asia. Ketahui penyebab utama IHSG turun, mulai dari tensi geopolitik hingga daftar saham top gainers & losers di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 25 September 2026
IHSG Hari Ini Merah Padam! Drama Trump-Xi Jinping Bikin Pasar Saham Asia Rontok
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Parah! Faktor Global dan Ekonomi Lesu Jadi Biang Keroknya
Penasaran apa penyebab IHSG hari ini turun tajam? Cek rangkuman lengkap soal sentimen pasar modal, dari tekanan Wall Street, inflasi, hingga kondisi ekonomi dalam negeri yang lagi lesu
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Parah! Faktor Global dan Ekonomi Lesu Jadi Biang Keroknya
Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp17.879, IHSG Justru Dibuka Menguat
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (22/9).
Yusuf Abdillah - Selasa, 22 September 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.879, IHSG Justru Dibuka Menguat
Indonesia
IHSG Hari Ini Terbang Tinggi! Tensi Timur Tengah Mereda, Cek Prediksi Saham Paling Cuan
Pergerakan IHSG hari ini sukses dibuka menguat tajam berkat meredanya tensi di Timur Tengah dan respons pasar terhadap The Fed. Cek prediksi IHSG selengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
IHSG Hari Ini Terbang Tinggi! Tensi Timur Tengah Mereda, Cek Prediksi Saham Paling Cuan
Indonesia
Kabar Cuan Akhir Pekan: IHSG Hari Ini Meroket, Rupiah Ikut Libas Dolar AS
Penasaran dengan pergerakan IHSG hari ini dan nilai tukar Rupiah? Kabar baik, bursa saham dan mata uang kita kompak menguat pada Jumat pagi! Cek rincian datanya di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Kabar Cuan Akhir Pekan: IHSG Hari Ini Meroket, Rupiah Ikut Libas Dolar AS
Indonesia
The Fed Resmi Naikkan Suku Bunga Akibat Efek Perang Iran, Cicilan Kredit dan KPR Siap-Siap Meroket!
Kabar mengejutkan! The Fed resmi menaikkan suku bunga akibat lonjakan inflasi imbas perang di Iran. Cek dampaknya buat cicilan KPR dan ekonomi global di sini.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
The Fed Resmi Naikkan Suku Bunga Akibat Efek Perang Iran, Cicilan Kredit dan KPR Siap-Siap Meroket!
Bagikan