Merahputih.com - Laju pergerakan IHSG hari ini sukses mencetak rapor hijau dan langsung tancap gas ke zona positif berkat meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sentimen positif dari bursa Asia dan global ini membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat naik 0,78 persen ke level 6.512,57 pada pembukaan perdagangan Jumat (18/9) pagi.
Baca juga:
Kabar Cuan Akhir Pekan: IHSG Hari Ini Meroket, Rupiah Ikut Libas Dolar AS
Kondisi ini jelas jadi angin segar buat kamu yang memantau Bursa Efek Indonesia dan sempat was-was dengan arah pergerakan pasar belakangan ini.
Nggak cuma indeks utama yang unjuk gigi, kelompok pergerakan saham LQ45 juga ikutan merangkak naik tipis 0,06 persen ke posisi 648,79.
Menguatnya bursa ini dipicu oleh optimisme investor yang mulai berani mengambil posisi beli. Kalau kamu sedang mencari prediksi IHSG buat menentukan strategi investasi saham minggu ini, momen rebound ini wajib dipantau, apalagi sektor saham teknologi kembali menjadi primadona yang menarik gerbong bursa secara keseluruhan.
Analisis Teknikal dan Prediksi IHSG
Meskipun lagi menghijau, bukan berarti kita bisa asal serok saham. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, memberikan pandangan teknikal yang perlu banget diperhatikan oleh para trader dan investor.
Apabila IHSG gagal bertahan di atas support 6.431-6.377, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.290. Sebaliknya, apabila terjadi rebound, IHSG perlu kembali menembus 6.511-6.523, dilanjutkan 6.552-6.591 sebagai resistance terdekat sebelum menguji area 6.723,
ujar Liza dalam kajian terbarunya di Jakarta.
2 Faktor Utama Pendorong Rebound Pasar Saham
Kenapa market tiba-tiba kembali pede? Setidaknya ada dua alasan utama yang bikin para pemodal berani masuk lagi ke pasar:
1. Titik Terang Konflik Timur Tengah
Kekhawatiran soal krisis pasokan energi dunia perlahan sirna. Arab Saudi gerak cepat menargetkan pemulihan kapasitas pipa East-West dalam beberapa hari ke depan, plus mengalihkan jalur ekspor minyak via Selat Hormuz biar lebih aman.
Menariknya lagi, atas permintaan Riyadh, Tiongkok ikut turun gunung melobi Iran untuk meredam manuver kelompok Houthi. Diplomasi ini bikin market bernapas lega.
2. Pasar "Move On" dari Ketidakpastian The Fed
Drama suku bunga Amerika Serikat perlahan bisa dicerna pasar. The Fed memang baru saja ketok palu melalui rapat FOMC untuk menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps) ke level 3,75 - 4,00 persen. Walaupun Ketua The Fed, Kevin Warsh, masih kekeuh bilang inflasi belum beres, investor rupanya sudah price-in (mengantisipasi) hal tersebut.
Investor juga menilai kenaikan suku bunga yang telah diantisipasi sebelumnya telah mengurangi ketidakpastian jangka pendek terkait arah kebijakan moneter,
tambah Liza.
Efek Domino Hijaunya Wall Street dan Bursa Global
Vibe positif dari IHSG hari ini sejatinya mengekor tren bursa global yang lagi pada "pesta pora". Di bursa Eropa, semua indeks utama ditutup senyum lebar; FTSE 100 Inggris naik 1,2% (10.815), DAX Jerman menguat 0,7% (25.717), hingga Stoxx Europe 600 melompat ke 642,60.
Baca juga:
Gila-gilaan! Harga Emas Antam Hari Ini Meroket Tajam Tembus Rp2,6 Juta, Cek Rinciannya
Pemandangan serupa juga tersaji cantik di Wall Street. Indeks raksasa S&P 500 naik 1,1%, lalu ada Nasdaq yang melambung cukup tinggi di 1,7% gara-gara saham teknologi lagi wangi, dan Dow Jones naik santai 0,6%.
Gimana dengan tetangga kita di Asia? Rata-rata ikutan happy. Indeks Nikkei (Jepang), Shanghai (Tiongkok), Hang Seng (Hong Kong), dan Kospi (Korea Selatan) semuanya kompak menghijau. Cuma indeks Strait Times (Singapura) aja yang hari ini kelihatan agak loyo karena harus terkoreksi tipis 0,35 persen.