Merahputih.com - Pantauan nilai tukar rupiah hari ini terhadap dolar AS menunjukkan sedikit kelesuan, berbanding terbalik dengan pergerakan IHSG yang sukses mengawali hari di zona hijau.
Buat kamu yang sedang mengawasi portofolio investasi, mata uang Garuda pagi ini tercatat turun tipis ke level Rp17.670, sementara bursa saham lokal malah unjuk gigi dengan tren penguatan.
Baca juga:
Presiden Prabowo Subianto Lantik Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Gantikan Purbaya
Meskipun kurs dolar AS tampak sedikit mendominasi, pembukaan BEI (Bursa Efek Indonesia) pada perdagangan Selasa tetap memberikan angin segar buat para trader dan investor.
Pergerakan IHSG pagi ini serta melesatnya indeks saham LQ45 menjadi sinyal positif yang menandakan bahwa pasar modal kita masih punya daya tarik kuat untuk dimanfaatkan mencari cuan.
Update Kurs Rupiah terhadap Dolar AS
Berdasarkan pergerakan pasar pagi ini, mata uang kita memang sedang ambil napas sebentar. Pelemahan yang terjadi sebenarnya sangat tipis dan masih dalam batas yang wajar untuk dinamika pasar harian.
Pada pembukaan perdagangan Selasa, nilai tukar rupiah bergerak melemah 1 poin atau sekitar 0,01 persen. Posisi rupiah kini berada di angka Rp17.670 per dolar AS, sedikit bergeser dari penutupan hari sebelumnya yang bertengger di level Rp17.669 per dolar AS.
Kondisi ini bikin para pelaku pasar valas harus lebih jeli melihat sentimen global yang sedang berkembang hari ini.
IHSG dan LQ45 Kompak Menghijau
Nah, kabar serunya justru datang dari lantai bursa. Kalau kamu main saham, awal sesi hari ini lumayan bikin senyum karena grafik bergerak naik. Berikut adalah rincian performa pasar saham kita di awal perdagangan:
-
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG): Dibuka menguat lumayan kencang sebesar 10,08 poin (0,15 persen), mantap melaju ke posisi 6.544,77.
-
Indeks Saham LQ45: Kelompok 45 saham paling liquid dan unggulan ini juga nggak mau kalah. Indeksnya merangkak naik 1,20 poin (0,18 persen) dan bertengger asyik di posisi 660,23.
Baca juga:
Menkeu Suahasil Nazara Segera Rombakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kompaknya penghijauan pada dua indeks utama ini membuktikan bahwa minat beli pasar saham masih tergolong tinggi.
Meski rupiah sedang sedikit tertekan, optimisme di pasar saham bisa jadi bantalan empuk buat menjaga sentimen positif di sektor ekonomi kita hari ini.