Analisis Pergerakan IHSG Hari Ini: The Fed Naikkan Suku Bunga, Pasar Modal Justru Menghijau

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
Analisis Pergerakan IHSG Hari Ini: The Fed Naikkan Suku Bunga, Pasar Modal Justru Menghijau

Ilustrasi (Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Laju IHSG hari ini sukses mencatatkan tren positif karena sentimen negatif dari dampak suku bunga The Fed ternyata sudah diantisipasi atau priced in oleh para investor di pasar modal.

Pergerakan IHSG yang menguat ini menjadi angin segar bagi pelaku pasar yang sempat khawatir, sekaligus membuktikan bahwa bursa saham domestik kita masih punya daya tahan yang cukup tangguh di tengah gempuran isu global.

Baca juga:

Pergerakan IHSG Hari Ini Bikin Kejutan, Menguat di Tengah Ancaman Kenaikan Suku Bunga The Fed

Pada sesi pembukaan perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung ngegas dengan penguatan 0,28 persen (naik 18,18 poin) ke level 6.455,03. Kekompakan ini juga menular ke kelompok saham blue chip; Indeks LQ45 ikut naik 0,46 persen ke posisi 649,93.

Kondisi pasar modal Indonesia yang menghijau ini tentu membuka peluang menarik buat kamu yang sedang meracik ulang portofolio investasi atau mencari celah cuan di emiten potensial.

Analisis Teknikal Pergerakan IHSG

Bagi kamu yang lebih suka mengandalkan teknikal, ada catatan penting dari Liza Camelia Suryanata selaku Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia. Ia memetakan beberapa level krusial yang harus dipantau ketat oleh trader maupun investor minggu ini.

Apabila IHSG gagal bertahan di atas 6.430-6.377, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.290. Sebaliknya, apabila terjadi rebound, IHSG perlu kembali menembus 6.451–6.516, dilanjutkan 6.537–6.552 sebagai resistance terdekat sebelum menguji area 6.723,

papar Liza.

Sentimen The Fed dan Kebijakan Moneter AS

Sesuai dengan ekspektasi banyak analis global, bank sentral Amerika Serikat, The Fed, akhirnya resmi mengerek suku bunga acuan mereka sebesar 25 basis points (bps) menjadi 3,75 - 4,00 persen. Proyeksi terbaru bahkan menyebutkan suku bunga bisa nangkring di kisaran 4,1 persen pada akhir 2026.

Ketua The Fed, Kevin Warsh, dengan tegas menyatakan kalau urusan inflasi masih jadi PR besar mereka. Kebijakan ke depan bakal lebih data-dependent alias bergantung penuh pada data rilis ekonomi, bukan sekadar forward guidance. Makanya, Liza mengingatkan pasar untuk tidak kelewat santai.

Sentimen pasar cenderung negatif karena investor mulai memperhitungkan kemungkinan berlanjutnya pengetatan moneter AS,

tambah Liza.

Tensi Timur Tengah Mereda, Harga Minyak Terkoreksi

Beralih ke isu geopolitik, ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sempat bikin deg-degan perlahan mulai mendingin. Sebelumnya, pasar sempat panik gara-gara ada serangan drone ke jalur pipa minyak Arab Saudi (East-West Pipeline) dan konflik di area Bab el-Mandeb.

Namun, kekhawatiran pasokan mulai mereda setelah Arab Saudi dilaporkan menawarkan tambahan volume minyak kepada kilang Asia dan berupaya memulihkan kapasitas pipelinenya secara bertahap,

ungkap Liza.

Kabar baik ini langsung bikin harga komoditas energi "tiarap". Harga minyak mentah dunia berjenis Brent merosot 3,02 persen ke kisaran USD 105,46 per barel, sementara WTI juga ikut turun 3,71 persen ke level USD 102 per barel.

Kabar Positif Domestik: Rating INA & Dana Segar dari China

Dari dalam negeri, iklim investasi kita dapet suntikan moral yang bagus. Lembaga pemeringkat dunia, Fitch, baru saja mempertahankan rating Indonesia Investment Authority (INA) di level BBB (sejalan dengan rating kedaulatan negara) dan level AAA buat skala nasional dengan outlook stabil. Fitch menilai dukungan pemerintah terhadap lembaga ini sangat solid.

Selain itu, kerja sama ekonomi Indonesia dan China makin lengket lewat proyek Two Countries Twin Parks (TCTP). Ada kucuran komitmen investasi baru senilai Rp51 triliun (19,4 miliar RMB) yang bikin total komitmen proyek ini tembus Rp88,1 triliun. Fokusnya? Mulai dari pengembangan kawasan industri sampai transfer teknologi super canggih!

Baca juga:

IHSG Hari Ini Diprediksi Sideways: Efek Menkeu Baru Suahasil Nazara & Bunga The Fed Bikin Investor Wait and See

Update Bursa Global dan Regional

Gimana respons bursa luar negeri? Pada penutupan Rabu (16/09), bursa Eropa tampil ceria. Indeks Euro Stoxx 50, FTSE 100 Inggris, sampai DAX Jerman kompak ditutup di zona hijau. Sayangnya, nasib berbeda dialami Wall Street AS; indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones semuanya keok dan ditutup melemah.

Sementara itu, untuk bursa regional Asia pagi ini, pergerakannya terbilang campur aduk. Indeks Nikkei dan Kospi berhasil naik tipis-tipis, sedangkan Shanghai dan Hang Seng justru harus pasrah tergelincir ke zona merah.

#IHSG #IHSG Hari Ini #Harga Saham #Pasar Saham #Indeks Saham #Pergerakan Saham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Perdagangan Pagi IHSG Memerah, 444 Saham Tercatat Melemah
IHSG melemah 0,63 persen ke level 5.024,971 pada perdagangan pagi Senin, 2 November 2026. Sebanyak 444 saham terkoreksi di tengah tekanan sentimen global.
Yusuf Abdillah - Senin, 02 November 2026
Perdagangan Pagi IHSG Memerah, 444 Saham Tercatat Melemah
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok ke Bawah 5.100! Simak Prediksi Pasar Saham Pekan Depan Usai Rilis Suku Bunga BOJ
Pergerakan IHSG hari ini ditutup melemah di zona merah. Simak update bursa saham, prediksi IHSG pekan depan, serta efek kebijakan BOJ dan pemilu AS di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Anjlok ke Bawah 5.100! Simak Prediksi Pasar Saham Pekan Depan Usai Rilis Suku Bunga BOJ
Indonesia
Hashim Sebut MSCI Masalah Amat Sangat Serius, Jangan Rupiah Jadi Rp 22.000
Hashim mengimbau pelaku usaha, termasuk anggota Kadin, agar mendukung terciptanya perdagangan saham yang sehat dan transparan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Hashim Sebut MSCI Masalah Amat Sangat Serius, Jangan Rupiah Jadi Rp 22.000
Indonesia
IHSG Hari Ini Merah Merona! Sentimen Suku Bunga Global dan Timteng Bikin Pasar Galau
IHSG hari ini dibuka melemah akibat ketidakpastian suku bunga global dan ketegangan geopolitik. Cek prediksi IHSG, analisis saham BEI, & sentimen domestik di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 28 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Merah Merona! Sentimen Suku Bunga Global dan Timteng Bikin Pasar Galau
Indonesia
Prediksi IHSG Hari Ini: Pasar Sideways Menanti The Fed, Aturan Baru BEI Bakal Jadi Juru Selamat?
Prediksi IHSG hari ini diproyeksi bergerak sideways akibat aksi wait and see terhadap kebijakan The Fed dan pelemahan rupiah. Intip juga aturan baru BEI di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Oktober 2026
Prediksi IHSG Hari Ini: Pasar Sideways Menanti The Fed, Aturan Baru BEI Bakal Jadi Juru Selamat?
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok: Efek Domino The Fed dan Panasnya Timur Tengah
IHSG hari ini ditutup melemah akibat sikap wait and see investor jelang rapat suku bunga The Fed dan memanasnya konflik Timur Tengah. Simak analisis pergerakan saham selengkapnya.
Angga Yudha Pratama - Senin, 26 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Anjlok: Efek Domino The Fed dan Panasnya Timur Tengah
Indonesia
Selamat Tinggal UMA! BEI Kini Langsung Umumkan Investigasi Jika Ada Manipulasi Harga Saham
BEI siap merombak aturan main pengawasan pasar modal! Tak lagi sekadar obral status UMA, otoritas bursa kini langsung umumkan investigasi dan sanksi tegas jika terdeteksi ada manipulasi harga saham.
Angga Yudha Pratama - Senin, 26 Oktober 2026
Selamat Tinggal UMA! BEI Kini Langsung Umumkan Investigasi Jika Ada Manipulasi Harga Saham
Indonesia
IHSG Hari Ini Meroket ke 5.439! Aturan Saham HSC BEI dan Manuver Danantara Jadi Penyelamat
Update IHSG hari ini yang sukses ditutup menguat di level 5.439. Cek dampak kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) soal saham HSC dan manuver Danantara!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Meroket ke 5.439! Aturan Saham HSC BEI dan Manuver Danantara Jadi Penyelamat
Indonesia
Pasar Modal Berfluktuasi, BRI Bakal Buyback Rp 1 Triliun
Saham yang diperoleh dari pelaksanaan buyback tahap II direncanakan digunakan dalam program kepemilikan saham bagi pekerja dan/atau Direksi serta Dewan Komisaris Perseroan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Pasar Modal Berfluktuasi, BRI Bakal Buyback Rp 1 Triliun
Indonesia
IHSG Hari Ini Terbang Tinggi! Keputusan BI Tahan Suku Bunga Bikin Pasar Saham Sumringah
Update penutupan IHSG hari ini yang sukses menguat ke 5.387 berkat keputusan BI menahan suku bunga acuan. Cek daftar saham paling cuan dan analisis sentimen global selengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Terbang Tinggi! Keputusan BI Tahan Suku Bunga Bikin Pasar Saham Sumringah
Bagikan