IHSG Hari Ini Anjlok Parah! Faktor Global dan Ekonomi Lesu Jadi Biang Keroknya

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Parah! Faktor Global dan Ekonomi Lesu Jadi Biang Keroknya

Bursa Efek Indonesia (BEI). (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Penurunan IHSG hari ini sukses bikin pusing para investor, di mana indeks saham ditutup anjlok mengekor pelemahan bursa Asia pada penutupan perdagangan Kamis (24/9) sore.

Penyebab IHSG turun secara drastis ini tak lepas dari kepanikan pasar terhadap ancaman inflasi global, ekspektasi kenaikan suku bunga, dan melesunya daya beli di dalam negeri.

Kondisi pasar modal yang memerah ini langsung menjawab kekhawatiran pelaku pasar yang sudah waswas melihat pergerakan indeks sejak sesi pembukaan.

Baca juga:

Rupiah Melemah ke Rp17.879, IHSG Justru Dibuka Menguat

Buat kamu yang mantengin grafik saham anjlok seharian, tekanan ini sebenarnya sudah bisa ditebak dari loyonya pergerakan Wall Street dan bursa Eropa tadi malam.

Prediksi IHSG ke depan pun sepertinya masih dibayangi sentimen negatif karena memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah serta alotnya pembicaraan dagang AS-China.

Jadi, wajar saja kalau sentimen pasar modal saat ini lagi kurang asyik buat kaum bullish, apalagi ditambah isu ekonomi lesu yang bikin investor asing perlahan tarik dana.

Rapor Merah Penutupan IHSG dan Sektoral

Kalau kita bedah datanya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa parkir di zona merah dengan pelemahan 76,30 poin (1,20 persen) ke level 6.298,61. Nasib serupa juga dialami kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 yang merosot 8,68 poin (9,92 persen) ke posisi 623,26.

Sepanjang hari, indeks betah nyungsep di teritori negatif tanpa ampun. Seluruh 11 indeks sektoral kompak tumbang, dipimpin oleh:

  • Sektor Barang Baku: Turun paling parah (2,00%)

  • Sektor Industri: Terkoreksi (1,93%)

  • Sektor Properti: Terseret turun (1,62%)

IHSG dan bursa regional Asia cenderung tertekan seiring tekanan koreksi yang terjadi di penutupan Wall Street Amerika Serikat (AS) dan bursa di Eropa,

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.

Biang Kerok dari Luar Negeri: Inflasi sampai Geopolitik

Ilustrasi

Menurut Nico Demus, bursa saham global lagi kena mental gara-gara beberapa hal berat. Mulai dari meroketnya imbal hasil (yield) obligasi AS, kekhawatiran inflasi, sampai ketegangan di Timur Tengah yang bikin harga minyak mentah melambung tinggi.

Akibatnya, ekspektasi pasar soal kebijakan The Fed yang bakal lebih agresif naikin suku bunga jadi makin kuat.

Kondisi geopolitik juga lagi panas-panasnya. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, secara terbuka meragukan progres perdamaian dan menegaskan tidak akan tunduk pada AS, meski tetap membuka pintu negosiasi bersyarat.

Di belahan bumi lain, para investor lagi wait and see memantau hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Kabarnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut ada perpanjangan masa gencatan senjata perang dagang selama dua bulan hingga 10 Januari 2026.

Tapi sayangnya, pihak China belum kasih konfirmasi resmi, sehingga pasar masih diliputi ketidakpastian.

Tantangan Berat di Kandang Sendiri

Meski Bank Indonesia (BI) sudah nahan suku bunga acuan pada September 2026 ini, sentimen dari dalam negeri nyatanya belum cukup kuat buat ngangkat IHSG. Risiko global yang tinggi bikin kondisi fundamental kita ikut terseret.

Di dalam negeri sendiri, situasi tidak kalah menantang karena laju pertumbuhan ekonomi melambat, belanja masyarakat lesu, dan rupiah terus dibayangi risiko melemah akibat penguatan mata uang dolar AS serta keluarnya dana investor asing,

tambah Nico.

Ringkasan Perdagangan dan Bursa Asia

Aktivitas jual-beli saham hari ini mencatatkan frekuensi 1,62 juta kali transaksi. Dari total 26,71 miliar lembar saham yang pindah tangan, nilai transaksinya tembus Rp11,21 triliun.

Rinciannya: 487 saham boncos, 278 saham stagnan, dan cuma 198 saham yang berhasil selamat di zona hijau.

Saham Paling Cuan (Top Gainers):

  1. BIPP
  2. UNSP
  3. WAPO
  4. FORU
  5. ASLI

Saham Paling Boncos (Top Losers):

  1. MSIN
  2. SAFE
  3. SDMU
  4. NASI
  5. MNCN.

Sebagai gambaran, IHSG nggak sendirian merana hari ini. Hampir seluruh bursa tetangga di Asia juga ikut lemas sore ini, seperti indeks Shanghai yang turun 1,22%, Hang Seng minus 0,29%, Kuala Lumpur melemah 0,25%, dan Straits Times terkoreksi 0,43%. Cuma indeks Nikkei yang berhasil rebound dan ditutup menghijau dengan kenaikan 0,88%.

#IHSG #IHSG Hari Ini #Harga Saham #Pasar Saham #Indeks Saham #Pergerakan Saham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Parah! Faktor Global dan Ekonomi Lesu Jadi Biang Keroknya
Penasaran apa penyebab IHSG hari ini turun tajam? Cek rangkuman lengkap soal sentimen pasar modal, dari tekanan Wall Street, inflasi, hingga kondisi ekonomi dalam negeri yang lagi lesu
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Parah! Faktor Global dan Ekonomi Lesu Jadi Biang Keroknya
Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp17.879, IHSG Justru Dibuka Menguat
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (22/9).
Yusuf Abdillah - Selasa, 22 September 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.879, IHSG Justru Dibuka Menguat
Indonesia
IHSG Hari Ini Terbang Tinggi! Tensi Timur Tengah Mereda, Cek Prediksi Saham Paling Cuan
Pergerakan IHSG hari ini sukses dibuka menguat tajam berkat meredanya tensi di Timur Tengah dan respons pasar terhadap The Fed. Cek prediksi IHSG selengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
IHSG Hari Ini Terbang Tinggi! Tensi Timur Tengah Mereda, Cek Prediksi Saham Paling Cuan
Indonesia
Kabar Cuan Akhir Pekan: IHSG Hari Ini Meroket, Rupiah Ikut Libas Dolar AS
Penasaran dengan pergerakan IHSG hari ini dan nilai tukar Rupiah? Kabar baik, bursa saham dan mata uang kita kompak menguat pada Jumat pagi! Cek rincian datanya di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Kabar Cuan Akhir Pekan: IHSG Hari Ini Meroket, Rupiah Ikut Libas Dolar AS
Indonesia
The Fed Resmi Naikkan Suku Bunga Akibat Efek Perang Iran, Cicilan Kredit dan KPR Siap-Siap Meroket!
Kabar mengejutkan! The Fed resmi menaikkan suku bunga akibat lonjakan inflasi imbas perang di Iran. Cek dampaknya buat cicilan KPR dan ekonomi global di sini.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
The Fed Resmi Naikkan Suku Bunga Akibat Efek Perang Iran, Cicilan Kredit dan KPR Siap-Siap Meroket!
Indonesia
Analisis Pergerakan IHSG Hari Ini: The Fed Naikkan Suku Bunga, Pasar Modal Justru Menghijau
Penasaran kenapa IHSG hari ini malah menguat pasca The Fed naikkan suku bunga? Simak analisis pergerakan pasar modal, komentar pakar, dan dampaknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 17 September 2026
Analisis Pergerakan IHSG Hari Ini: The Fed Naikkan Suku Bunga, Pasar Modal Justru Menghijau
Indonesia
Harga Saham Minimum Akan Diubah dari Rp 50 Menjadi Rp 1 Per Lembar Saham
Meskipun terdapat implementasi penyesuaian batas minimum harga saham tersebut, diyakini tidak akan memberikan dampak terhadap aliran dana asing.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Harga Saham Minimum Akan Diubah dari Rp 50 Menjadi Rp 1 Per Lembar Saham
Indonesia
Pergerakan IHSG Hari Ini Bikin Kejutan, Menguat di Tengah Ancaman Kenaikan Suku Bunga The Fed
Cek update pergerakan IHSG hari ini yang sukses menguat tipis meski ada ancaman kenaikan suku bunga The Fed. Simak juga ulasan lengkap utang luar negeri RI di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 16 September 2026
Pergerakan IHSG Hari Ini Bikin Kejutan, Menguat di Tengah Ancaman Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia
IHSG Hari Ini Diprediksi Sideways: Efek Menkeu Baru Suahasil Nazara & Bunga The Fed Bikin Investor Wait and See
Prediksi IHSG hari ini bergerak sideways di kisaran 6.400-6.600. Investor tengah wait and see mencerna arah kebijakan Menkeu baru Suahasil Nazara dan keputusan suku bunga The Fed. Simak analisis lengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 15 September 2026
IHSG Hari Ini Diprediksi Sideways: Efek Menkeu Baru Suahasil Nazara & Bunga The Fed Bikin Investor Wait and See
Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp17.670, Pergerakan IHSG Hari Ini Sukses Beri Kejutan Positif
Cari tahu pantauan nilai tukar rupiah hari ini terhadap dolar AS yang sedikit tertekan, lengkap dengan update pergerakan IHSG dan saham LQ45 yang justru dibuka menghijau. Simak rangkuman datanya di sini
Angga Yudha Pratama - Selasa, 15 September 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.670, Pergerakan IHSG Hari Ini Sukses Beri Kejutan Positif
Bagikan