Merahputih.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) siap mengambil langkah tegas dengan langsung mengumumkan investigasi secara terbuka jika mendeteksi adanya dugaan manipulasi harga saham di pasar modal.
Gebrakan aturan baru BEI ini akan menggantikan kebiasaan lama yang biasanya hanya sekadar melabeli pergerakan tak wajar dengan status Unusual Market Activity (UMA).
Baca juga:
Rupiah Hari Ini Tumbang ke Rp18.046, Ancaman Suku Bunga The Fed Bikin Dolar AS Makin Beringas
Lewat sistem pengawasan bursa efek yang lebih terarah, investor kini bisa bernapas lega karena otoritas pasar modal bergerak lebih agresif langsung ke akar masalahnya.
Perubahan strategi pengawasan ini membuktikan keseriusan bursa dalam melindungi ritel dari oknum yang kerap memainkan harga pasar.
Alih-alih hanya mengandalkan peringatan UMA, suspensi dadakan, atau cooling down yang terkadang bikin panik market, BEI investigasi saham kini membidik target yang jauh lebih spesifik.
Otoritas bursa tidak akan ragu membongkar periode transaksi mencurigakan yang menyeret pihak-pihak tertentu di berbagai anggota bursa.

Tinggalkan UMA, Beralih ke Investigasi Tepat Sasaran
Direktur BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa perombakan sistem ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem trading yang jauh lebih sehat.
Bursa kini mulai mengurangi porsi teguran ringan dan langsung melompat ke proses penyelidikan mendalam berbasis teknologi.
Kami perlu menghadirkan pengawasan yang lebih efektif untuk memastikan bahwa perdagangan di BEI berjalan secara teratur, wajar, dan efisien. Oleh karena itu, kami akan segera menerangkan metodologi dan prosedur pengawasan yang lebih efektif dan dapat memberikan sinyal yang kuat dan tegas kepada pasar,
ungkap Jeffrey.
Dalam praktiknya selama ini, bursa memang punya beberapa jurus andalan mulai dari immediate action, pengumuman UMA, hingga gembok suspensi. Namun, pendekatan tersebut perlahan akan digeser dengan mekanisme yang lebih tajam.
Kami akan melakukan penyesuaian lebih targeted, segera setelah ini kami tidak lagi akan banyak memberikan immediate action atau UMA,
tegasnya.
Ancaman Blokir Rekening Efek bagi Pelanggar
Untuk menunjang aturan main yang baru, BEI memaksimalkan teknologi kecerdasan pengawasan untuk mengendus indikasi awal kecurangan.
Jika alarm sistem berbunyi, BEI tidak akan diam. Mereka akan mempublikasikan kepada publik bahwa sebuah transaksi saham sedang masuk radar investigasi bursa.
Tidak main-main, selama proses penyelidikan berlangsung, pihak bursa mengantongi kewenangan penuh untuk langsung "mematikan" pergerakan pihak yang dicurigai.
Di dalam proses investigasi itu, kami dapat melakukan tindakan tertentu seperti pembatasan kegiatan rekening efek atau melakukan suspensi atas rekening efek tertentu,
ucap Jeffrey.
Baca juga:
IHSG Hari Ini Meroket ke 5.439! Aturan Saham HSC BEI dan Manuver Danantara Jadi Penyelamat
Jadwal Implementasi Aturan Baru BEI
Langkah agresif ini diharapkan mampu menjaga likuiditas transaksi harian sekaligus membersihkan pasar dari aktivitas perdagangan siluman yang merugikan. Rencananya, kebijakan ini tidak butuh waktu lama untuk segera dieksekusi di lapangan.
Pekan ini, BEI mulai memanggil dan menyosialisasikan draf mekanisme anyar ini kepada seluruh Anggota Bursa (AB).
Minggu ini kami akan melakukan sosialisasi dengan anggota bursa dan kami harapkan dalam waktu yang sangat segera mekanisme ini sudah akan bisa kami terapkan,
tutup Jeffrey.