MerahPutih.com - Gempa terjadi pada pukul 12.34 GMT (19:34 WIB) dengan episentrum sekitar 5 kilometer (3,1 mil) di sebelah timur kota San Jose del Palmar, menurut data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Lembaga AS tersebut melaporkan gempa terjadi pada kedalaman 107 kilometer (66,5 mil).
Setelah gempa bumi kuat bermagnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia, menyebabkan bangunan runtuh dan memicu operasi penyelamatan besar-besaran di sejumlah kota. Sedikitnya 21 orang dikabarkan tewas.
Wali Kota Pereira Mauricio Salazar memastikan sedikitnya 18 orang tewas di kota tersebut. Di Manizales, Wali Kota Jorge Eduardo Rojas melaporkan sedikitnya dua orang tewas dan lebih dari 32 bangunan mengalami kerusakan total atau sebagian.
Pihak berwenang di Manizales menangguhkan seluruh kegiatan akademik serta melaporkan kebocoran gas dan listrik. Di Quibdo, laporan awal menunjukkan satu orang tewas, selain adanya korban luka dan bangunan yang mengalami kerusakan parah.
Baca juga:
Total 6 Kereta Api Terpaksa Berhenti Darurat Akibat Gempa Pangandaran
Otoritas penerbangan sipil Kolombia melaporkan kerusakan di Bandara Alfonso Bonilla Aragon di Cali dan menambahkannya ke dalam daftar terminal yang terdampak.
Selain itu, operasional penerbangan di Bandara Popayan dihentikan akibat abu vulkanik dari Gunung Api Purace setelah aktivitas seismik tersebut. Sebelumnya, operasional juga dihentikan di terminal-terminal di Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura untuk pemeriksaan struktur bangunan.
Kedutaan Besar AS di Bogota mengatakan terus memantau situasi secara ketat dan mengimbau warga negara Amerika Serikat untuk tetap mengikuti perkembangan berita lokal serta menjaga komunikasi dengan keluarga mereka.
Gempa susulan bermagnitudo 5,0 terjadi pada pukul 13.18 GMT (20:18 WIB), sekitar 16 kilometer (9,9 mil) di sebelah barat San Jose del Palmar.
“Negara hadir dan mengambil tindakan,” kata Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella setelah gempa tersebut.
Sementera itu, pemerintah pusat memastikan Presiden akan mengambil kendali langsung atas penanganan keadaan darurat. Dan memerintahkan pembentukan segera pos komando terpadu untuk mengoordinasikan upaya penanganan.
De La Espriella meminta laporan komprehensif dari Direktur Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana mengenai situasi di kota tersebut, yang berjarak sekitar 240 kilometer (150 mil) sebelah barat ibu kota Bogota.
Presiden juga mengonfirmasi akan melakukan perjalanan ke Pereira untuk mendukung masyarakat yang terdampak dan memantau respons pemerintah.
Kota yang terletak di District Choco tersebut berpenduduk sekitar 4.800 jiwa dan berada pada ketinggian 1.288 meter (4.225 kaki) di atas permukaan laut.