Merahputih.com - Gempa bumi dahsyat magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah Choco, Kolombia, pada Senin )10/8) menelan sedikitnya 265 korban tewas, 3.494 korban luka-luka, dan 496 warga dinyatakan hilang.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mengonfirmasi data korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta status darurat ekonomi nasional menyusul guncangan hebat yang terasa hingga ke sejumlah negara tetangga Kolombia.
Baca juga:
Kisah Persatuan Menyelamatkan Bayi dari Reruntuhan Gempa Kolombia
Penanganan gempa bumi Kolombia kini difokuskan pada pencarian korban hilang di kotapraja San Jose del Palmar dan evakuasi darurat bagi puluhan ribu keluarga terdampak.
Berapa jumlah korban dan dampak gempa Kolombia M 7,4 pada 10 Agustus 2026?
Korban Jiwa: 265 orang meninggal dunia dan 496 orang masih dinyatakan hilang.
Korban Luka: 3.494 orang mendapat perawatan medis.
Warga Terdampak: 53.816 orang (25.872 keluarga).
Kerusakan Bangunan: 53.816 unit rumah rusak, 140 gedung runtuh, 1.819 sekolah, 631 fasilitas warga, dan 179 rumah sakit rusak.
Kerusakan Akses: 203 titik jalan, 20 jembatan tol, 1 jembatan penyeberangan orang, 44 jaringan air bersih, serta 5 bandara mengalami masalah operasional.
Langkah Pemerintah: Penetapan 3 hari berkabung nasional dan pengaktifan status darurat ekonomi nasional.
Pencarian Korban Hilang Jadi Prioritas Utama

Guncangan dahsyat berpusat di dekat kawasan San Jose del Palmar, wilayah administratif Choco. Dalam pidato resminya melalui saluran TV Caracol, Presiden Abelardo de la Espriella membeberkan skala bencana yang jauh lebih besar dari perkiraan awal.
Fokus dan tenaga kami saat ini tercurah sepenuhnya untuk melacak serta menemukan warga yang hilang di balik reruntuhan,
ujar Presiden de la Espriella.
Sebagai bentuk penghormatan bagi para korban, pemerintah Kolombia menetapkan tiga hari masa berkabung nasional.
Selama periode ini, bendera nasional dikibarkan setengah tiang di seluruh instansi pemerintahan serta kantor perwakilan diplomatik Kolombia di luar negeri.
Skala Kerusakan Infrastruktur yang Masif

Dampak kerusakan akibat gempa ini melumpuhkan berbagai sektor vital publik secara merata di wilayah Choco dan sekitarnya:
-
Sektor Pemukiman: Lebih dari 53 ribu rumah warga rusak berat hingga sedang, serta 140 bangunan bertingkat runtuh total.
-
Layanan Publik & Pendidikan: Puluhan ribu murid terancam meliburkan kegiatan belajar akibat rusaknya 1.819 lembaga pendidikan.
-
Fasilitas Kesehatan: 179 fasilitas kesehatan terganggu di tengah tingginya arus pasien luka-luka.
-
Akses Logistik: Kerusakan pada 5 bandara dan ratusan ruas jalan melambatkan pengiriman bantuan darurat ke titik terisolasi.
Kebijakan Darurat Ekonomi & Paket Bantuan Warga
Melihat parahnya hantaman ekonomi dan sosial akibat tragedi ini, Presiden de la Espriella resmi mengaktifkan status Darurat Ekonomi Konstitusional.
Kebijakan ini memungkinkan pemerintah membentuk dana khusus penanggulangan bencana yang fleksibel untuk menampung hibah serta bantuan internasional.
Baca juga:
Pemerintah Kolombia menyusun serangkaian skema bantuan langsung guna meringankan beban warga terdampak:
-
Pembebasan Tagihan: Gratis biaya pemakaian air dan listrik sementara waktu untuk keluarga korban.
-
Subsidi Tempat Tinggal: Bantuan dana sewa rumah bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
-
Bantuan Tunai & Insentif: Transfer dana tunai langsung bagi kelompok rentan serta kelonggaran pajak untuk pelaku usaha kecil dan pedagang lokal.
-
Rekonstruksi Cepat: Prioritas perbaikan infrastruktur jalan, bandara, serta fasilitas medis agar roda ekonomi daerah cepat pulih.