MerahPutih.com – Getaran gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 yang berpusat di Kabupaten Pangandaran, Rabu (5/8) malam, tidak hanya dirasakan di wilayah pesisir selatan Jawa Barat, tetapi juga sampai ke Nagrek dan perkotaan Garut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut langsung bergerak cepat dengan menyisir wilayah pesisir untuk mendeteksi kemungkinan dampak dan kerusakan.
Baca juga:
Demi Keselamatan, KA Siliwangi Terpaksa Berhenti Akibat Gempa Pangandaran
BPBD Turun ke Lapangan
Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saefuloh, menegaskan seluruh jajaran BPBD, kecamatan, hingga desa/kelurahan telah diinstruksikan untuk melakukan pengecekan.
Kami melakukan pemantauan menindaklanjuti informasi gempa bumi berdasarkan rilis BMKG dengan magnitudo 5,3,
Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saefuloh, Kamis (6/8).
BMKG mencatat gempa terjadi pukul 21:55 WIB, berlokasi 79 km barat daya Pangandaran dengan kedalaman 18 km.
Hingga Kamis pagi, BPBD Garut masih melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik pesisir. Belum ada laporan kerusakan signifikan, namun pemeriksaan terus dilakukan untuk memastikan kondisi aman.
"Informasikan apabila terdapat dampak di wilayah masing-masing, seperti kerusakan bangunan, korban jiwa, maupun kondisi lain," imbau Anwar.
Baca juga:
Gempa Magnitudo 5 di Pangandaran Akibat Aktivitas Deformasi Batuan di Dalam Lempeng
Warga Berlarian Keluar Rumah
Sejumlah warga Garut merasakan guncangan cukup kuat. Bahkan, banyak yang spontan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
"Saya sedang duduk di ruang tamu, tiba-tiba goyang, ternyata gempa. Saat itu langsung keluar," kata Agus (55), warga Jalan Cimanuk, Kecamatan Garut Kota.
Kereta Api Siliwangi Terpaksa Berhenti di Rel
Gempa juga, memaksa PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menghentikan perjalanan Kereta Api Siliwangi rute Cipatat–Cianjur–Sukabumi.
Getaran dirasakan di hampir seluruh lintas operasional Daop 2 Bandung, termasuk jalur Nagreg–Banjar, Cibatu–Garut, dan Cipatat–Gandasoli.
Begitu informasi gempa kami terima, Pusat Pengendali Operasi Kereta Api langsung memerintahkan seluruh perjalanan berhenti sementara,
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo