MerahPutih.com - Massa aksi menggelar orasi sekitar 200 meter dari Kedubes Prancis, tepatnya di Simpang Sarinah. Massa yang mayoritas menggunakan pakaian berwarna putih itu berorasi dan membacakan shalawat di Simpang Sarinah.
Mereka memadati Simpang Sarinah. Sebagian tampak membawa spanduk berisi kecaman terhadap Presiden Prancis Emanuel Macron. Bukan hanya spanduk yang berisi kecaman, namun juga orasi juga mengecam pernyataan Presiden Prancis terkait islam.
Haikal Hassan yang menyampaikan orasinya di demo Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis, Jakarta Pusat menilai, pernyataan Presiden Prancis Emanuel Macron telah melukai hati umat Islam.
Baca Juga:
Alasan Keamanan, Massa Tidak Bisa Demo Depan Kedubes Prancis
Haikal menyinggung sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga mengecam Macron. Dia meminta massa jangan takut dan khawatir untuk juga mengecam Macron.
"Jadi jangan takut, jangan khawatir. Hari ini Presiden Jokowi kecam itu Macaroni," katanya.
Haikal lalu menyinggung soal Presiden Amerika, Ronald Reagan yang bahkan tidak pernah mengecam Rasulullah. Dia pun berharap Presiden Macron mendapatkan hukuman setimpal terkait perbuatannya.
Dari pantauan, aksi Bela Nabi Muhammad di Kedubes Prancis terus membludak di Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat. Massa yang didominasi berpakaian putih itu meluber hingga ke arah Jalan Thamrin yang menuju ke Monas.
Petugas kepolisian pun terus mengatur arus lalu lintas dari Sarinah narah Sudirman ke arah Patung Kuda. Kemacetan tak terelakan, bahkan antrean kendaraan mencapai gedung The Plaza.
Kemacetan juga terjadi di seputar kawasan Thamrin seperti Jalan Agus Salim, Jalan Sabang hingga Wahid Hasyim. Sebab, aparat memasang barikade kawat berduri agar massa tak bisa mendekati gedung kedubes.
Presiden Joko Widodo dengan didampingi para pemuka agama tanah air telah mengecam pernyataan Presiden Prancis. Selain itu, Presiden Prancis telah meluruskan penyataanya terkait Islam. (Knu)
Baca Juga:
Kedubes Prancis Bakal Dikepung Massa, Jalan Kawasan Istana hingga Thamrin Ditutup