Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan

Dwi AstariniDwi Astarini - 48 menit lalu
 Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan

Polisi menggunakan gas air mata saat terjadi unjuk rasa pelajar menentang kondisi pendidikan di Nancy, Prancis, pada 8 Oktober 2026 (ANTARA/Muhammed Said Tako - Anadolu Agency /pri).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PRANCIS menjalankan penguatan kepolisian dengan mengerahkan pasukan militer serta menggelar operasi keamanan berskala besar untuk mengantisipasi protes susulan yang direncanakan pada Sabtu mendatang. Demikian disampaikan pemerintah pada Selasa (20/10. Pemerintah Prancis mengakui mengakui gagal dalam merespons aksi kekerasan pada akhir pekan lalu.

"Pengerahan pasukan pada Sabtu mendatang akan dilakukan secara masif," kata Perdana Menteri Sebastien Lecornu.

Ia sembari menambahkan prioritas utama saat ini ialah memulihkan ketertiban setelah kerusuhan dan penjarahan melanda Paris, Marseille, Lyon, serta kota-kota lainnya pada 17 Oktober.

Dalam perdebatan yang berlangsung memanas, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menyampaikan pihak militer akan diterjunkan mendampingi aparat kepolisian. Di saat yang sama, pemerintah berjanji akan merombak total taktik pengamanan setelah menuai kritik luas bahwa pusat-pusat kota telah dibiarkan rawan dan tanpa perlindungan.

Lecornu mengakui adanya kekurangan dalam respons pemerintah pada akhir pekan lalu dengan menyebutkan adanya kegagalan intelijen, pengerahan posisi polisi yang terlalu statis, serta keputusan otoritas yang tidak membatalkan cuti anggota polisi yang telah direncanakan sebelumnya.

Nunez menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan tersebut.

"Saya sangat menyesali apa yang telah terjadi. Saya menerima bagian dari tanggung jawab ini," ujarnya.

Baca juga:

Prancis Rusuh! Presiden Macron Merasa Marah dan Malu



Jam Malam Diperpanjang untuk Pulihkan Situasi




Suasana relatif tenang pada malam hari di Prancis tercipta setelah berlakunya jam malam terlokalisasi di beberapa wilayah yang terdampak kekacauan, yang menurut pemerintah telah membantu menegakkan kembali kendali keamanan.

Di pusat kota Paris, polisi mengosongkan dan menjaga ketat kawasan Place de la Republique sepanjang malam dengan pengawasan helikopter di udara. Di Lille, wilayah utara, di mana jam malam hanya berlaku bagi anak di bawah umur, petugas berpatroli di pusat kota dan memeriksa identitas warga yang melintas.

Wali Kota Marseille, Benoît Payan, menyatakan bahwa jam malam bagi anak di bawah umur di sekitar kawasan komersial yang terdampak paling parah oleh kerusuhan akhir pekan akan mulai diberlakukan pada Selasa malam.

Kerusuhan mengejutkan Prancis, baik karena skalanya yang besar maupun ketidakmampuan polisi dalam meredamnya. Hal ini semakin memperkeruh tensi politik menjelang pemilihan presiden tahun depan. Para kandidat dari sayap kanan radikal dan kiri keras mencatatkan elektabilitas tinggi dalam jajak pendapat.

Dalam sebuah pernyataan, Lecornu menyalahkan kelompok sayap kiri radikal atas kerusuhan tersebut. Sebaliknya, kelompok sayap kiri menuduh pemerintah meremehkan kemarahan publik atas tingginya biaya hidup dan merosotnya kualitas layanan publik.

Aksi protes di negara-negara Eropa lainnya, termasuk Italia dan Albania, semakin menambah kekhawatiran bahwa kemarahan atas standar hidup berisiko meluas ke seluruh benua pada saat banyak negara, termasuk Prancis, sedang berjuang menghadapi masalah anggaran.(dwi)


Baca juga:

Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah

#Paris #Prancis #Kerusuhan Massa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan
Pihak militer akan diterjunkan mendampingi aparat kepolisian.
Dwi Astarini - 48 menit lalu
 Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan
Dunia
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Jam malam akan berlaku mulai Senin pukul 23.00 hingga Selasa pukul 06.00. Selain itu, kerumunan dan demonstrasi juga dilarang mulai pukul 20.00.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Dunia
Takut Dijarah, Toko-Toko Mewah di Milan Kosongkan Etalase, Pemerintah Siapkan Tindakan Tegas Baru
Langkah itu diambil di tengah kekhawatiran gelombang kerusuhan baru.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Takut Dijarah, Toko-Toko Mewah di Milan Kosongkan Etalase, Pemerintah Siapkan Tindakan Tegas Baru
Indonesia
Italia Kerahkan Tentara Atasi Kerusuhan di Milan
Di kota di bagian utara Italia itu, lebih dari 300 orang ditahan polisi dan hampir 50 di antaranya ditangkap
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Italia Kerahkan Tentara Atasi Kerusuhan di Milan
Dunia
Prancis Rusuh! Presiden Macron Merasa Marah dan Malu
Nunez mengajukan pengunduran dirinya kepada Macron pada Minggu (18/10) di tengah meningkatnya kritik terhadap penanganan pihak berwenang terhadap kerusuhan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Prancis Rusuh! Presiden Macron Merasa Marah dan Malu
Dunia
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Sebagian besar pemilik toko telah kehilangan seluruh harta benda mereka.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Dunia
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Mereka juga menuntut adanya perbaikan fasilitas pendidikan yang layak serta perbaikan sistem penerimaan mahasiswa perkuliahan yang selama ini tidak transparan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Olahraga
Paris Rusuh! Bagaimana Nasib Laga PSG vs Barcelona di Liga Champions?
Kerusuhan melanda beberapa kota besar di Prancis, termasuk Paris. Bagaimana nasib pertandingan PSG vs Barcelona?
Yusuf Abdillah - Senin, 19 Oktober 2026
Paris Rusuh! Bagaimana Nasib Laga PSG vs Barcelona di Liga Champions?
Indonesia
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan kondisi keamanan yang relatif kondusif.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Dunia
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak pengunduran diri Mendagri Laurent Nunez usai kerusuhan massal. 2.400 orang ditangkap & 1.500 toko dijarah. Simak detailnya!
Wisnu Cipto - Senin, 19 Oktober 2026
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Bagikan